Inilah Eidelweis Orchestra yang Memukau Sawahlunto itu!
KOPI, PADANG PANJANG – Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, terus mengembangkan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat Sumbar dan Sumatra. Salah satunya adalah Eidelweis Orchestra milik Jurusan Musik yang telah menjejak bumi batubara, Kota Sawahlunto.
Menurut salah seorang dosennya, Anton Kustilo, ISI Padangpanjang merupakan satu-satunya sekolah tinggi seni yang ada di luar Jawa dan Bali. Sepak terjangnya sudah dikenal hingga ke mancanegara. ISI Padang Panjang juga sudah banyak melahirkan musisi dan insan seni berbakat dan profesional, kini mereka berkiprah di tingkat nasional, baik sebagai pemain maupun arranger, tenaga pendidik dan ikut menyemarakkan musik di Indonesia.
“Ada Yasril Adha sebagai pemain violin yang bergabung dengan orkestra ternama seperti Adie MS Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra, Dwiki Darmawan Orchestra dan lain-lain. Ada Yaser Arafat yang jadi pemain perkusi dan bergabung dengan Malacca Street Jazz, dan banyak nama lain,” kata Anton.
Khusus untuk Jurusan Musik yang mengusung orchestranya, timpal dosen lainnya A. Kaswara, telah banyak menampilkan kebolehannya, mulai dari Orkes La Paloma yang dimotori seorang dosen yang smart dan eksentrik, Desrilland, Simphoni Ranah Minang di TVRI Padang, Serambi Orchestra yang tampil di iven lokal dan nasional, ISI Padangpanjang Bigband dalam acara Minang Talenta di TVRI Padang dan TVRI Pusat Jakarta, Orchestra Independent yang mengisi acara pembukaan Tour de Singkarak I s/d III yang notabene musisinya dari mahasiswa dan dosen ISI Padangpanjang dan sampai dengan Eidelweis Orkestra yang dimotori oleh mahasiswa berbakat Ioqo Alhamra Zikri, yang notabene musisinya adalah mahasiswa jurusan musik di bawah bimbingan dosen muda Anton Kustilo, baru-aru ini telah menggoncang bumi batubara Sawahlunto. Bertempat di lapangan segitiga pada 14 Februari 2012 lalu.
Penampilan Eidelweis Orkestra yang dibuka oleh Wakil Walikota Sawahlunto H. Erizal Ridwan dan dihadiri oleh Rektor ISI Padangpanjang Prof. Dr.Mahdi Bahar, Pembantu Rektor I Zulhelman, M.Hum, Pembantu Rektor III Marta Rosa, Pembantu Dekan I Yusril, Pembantu Dekan III Ferry Herdianto, Ketua Jurusan Musik Imal Yakin, dan Sekretaris Jurusan Musik Rozalvino.
Eidelweis Orchestra berawal dari kelompok-kelompok ansamble Jurusan Musik. Lalu timbullah ide kreatif dari beberapa mahasiswa senior untuk menyatukan semua ansamble tersebut dalam satu wadah bernama orchestra. Mereka mulai mengaransemen dan mengkompose lagu-lagu untuk dibawakan oleh orchestra. Karena kurang terkordinir, maka para kreator muda meminta kesediaan dosen yang dianggap supel dan gaul di mata mahasiswa yang bisa menjembatani keinginan mereka, yakni Anton Kustilo, salah seorang dosen musik dengan mayornya Saxophone.
Semula orchestra ini mengadakan pagelarannya di RRI Bukittinggi berupa praktek lapangan. Hubungan baik antara alumni bernama Yogi, karyawan Dinas Pariwisata dan seorang mahasiswa bernama Ioqo Alhamra Zikri, terbetiklah ide untuk menggelar orchestra ini di Sawahlunto.
Bermodal kepercayaan dan semangat yang tinggi, beranggotakan 45 pemusik yang semuanya adalah mahasiswa, akhirnya Eidelweis Orchestra mengepakkan sayapnya di bumi batubara tersebut dengan mengusung tembang pop Indonesia dan Barat bertemakan cinta seperti Power of Love dari Whetney Houston, Salahkah Bila Aku Mencintaimu dari Ratu, Ekspresi dari Titi DJ, Kau Jaga Slalu Hatiku dari Seventeen dan Kangen dari Ari Lasso.(Musriadi Musanif)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pesona Kehidupan Tradisional di Tengah Modernitas
- Pameran Unik Naga Djawi
- Warga Tionghoa Pekanbaru Rayakan Imlek Bersama
- Iven Temu Sastrawan Numera Promosikan Pariwisata Sumbar
- Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang Launching Antologi Puisi "Tidak Ada Apa-apa Kalau Tak Ada Apa-apa"
- Curhat Warga Pekanbaru Saat Pergantain Tahun
- Seniman Asal Kota Tegal H. Tambari Gustam Kritik Pejabat Lewat Lagu ‘Umbrus’
- "Wanita Jangan Hanya di Dapur, Sumur dan Kasur"
- Indonesia Akan Adakan Kompetisi Piano Internasional
- Pusaka Aceh di Museum Nasional Copenhagen Denmark
- Kurnia Hadinata Juara Nasional Lomba Cipta Puisi Padang 2011
- Pagelaran 'Sastra Kita-Kita' Dorong Pembaruan Indonesia
- Topeng Banjet Karawang Upaya Mempertahankan Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
- Asosiasi Persahabatan Maroko-Indonesia Adakan Rapat Umum Perdana
- Anjungan DKI Jakarta TMII Gelar Teater Tradisional Betawi


























