Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang Launching Antologi Puisi "Tidak Ada Apa-apa Kalau Tak Ada Apa-apa"
KOPI - Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang yang dimotori oleh Daru Maheldaswara, sebagai salah satu sanggar sastra di Indonesia yang mencoba menerjemahkan Indonesia melalui karyanya yakni buku antologi puisi. Sebuah perjalanan hidup yang beraneka dari setiap anggota Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang Nampak dalam puisi-puisi yang membuat buku antologi ini menjadi sesuatu yang sarat dengan Nasionalisme.
Dalam kesempatan kali ini Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta (SPS) bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang menggelar Bincang-bincang Sastra edisi ke-76 dengan acara launching antologi puisi TIDAK ADA APA-APA KALAU TAKADA APA-APA Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta pada hari Sabtu, tanggal 28 Januari 2012 pukul 19.30-23.00 WIB.
Rangkaian acara akan dimulai dengan pembacaan puisi massal oleh Sanggar Satoeempatsatoe “Ngono yo Ngono” karya eL Trip Umiuki, yang akan dilanjutkan dengan pembacaan puisi tunggal oleh Age Taufiq “Indonesiaku” karya Age Taufiq, musikalisasi puisi “Bersiap” karya Villy J. Roesta, pembacaan puisi tunggal oleh Hasan Buche “Kemaruk” karya Hasan Buche, pembacaan puisi tunggal oleh Zul Fahmi “Trigonowati” karya Lilik Harits, musikalisasi puisi “Pinta” karya Villy J. Roesta, pembacaan puisi tunggal oleh Daradjatul Ula “Rindu” karya Daradjatul Ula, pembacaan puisi tunggal oleh Villy J. Roesta “Hampa” karya Age Taufiq, dramatisasi puisi oleh Sanggar Satoeempatsatoe “Indonesiaku, Major yang Minor” karya Daru Maheldaswara.
Seperti biasa acara yang digelar SPS Yogyakarta ini bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta didukung oleh Kedaulatan Rakyat, Koran Merapi, Harian Jogja, Tribun Jogja, Jawa Pos, Jogja Pos, Republika, Suara Merdeka, Omah Djanur, LP3Y, D’vina Cellular, Fread Cicken Bu Eko, dan Penerbit Navila.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Curhat Warga Pekanbaru Saat Pergantain Tahun
- Seniman Asal Kota Tegal H. Tambari Gustam Kritik Pejabat Lewat Lagu ‘Umbrus’
- "Wanita Jangan Hanya di Dapur, Sumur dan Kasur"
- Indonesia Akan Adakan Kompetisi Piano Internasional
- Pusaka Aceh di Museum Nasional Copenhagen Denmark
- Kurnia Hadinata Juara Nasional Lomba Cipta Puisi Padang 2011
- Pagelaran 'Sastra Kita-Kita' Dorong Pembaruan Indonesia
- Topeng Banjet Karawang Upaya Mempertahankan Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
- Asosiasi Persahabatan Maroko-Indonesia Adakan Rapat Umum Perdana
- Anjungan DKI Jakarta TMII Gelar Teater Tradisional Betawi
- Acara “Babantai” Tradisi Masyarakat Muara Panco Menyambut Bulan Suci Ramadhan
- "Musuh Politik", Pementasan Karya Perdana Produksi Teater Pohon
- Indonesia Raih The Best Performance Award di Ajang The Sixth Sabah International Folklore Festival
- Rumah Puisi Undang Penyair Muda dan Dosen Sastra
- Gogo Alai Gamuk, Keras adalah Keterbukaan dan Lembut adalah Ketulusan


























