Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Obyek Wisata JatiluhurKuliner Warteg 21Peresmian Gedung KompasTV
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 4983
Isi : 8241
Content View Hits : 1857519
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1937
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4631

Warga Online : 57
IP Kamu : 38.107.179.217
Pewarta Online













Inspirasi Sosial & Budaya Pusaka Aceh di Museum Nasional Copenhagen Denmark
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Pusaka Aceh di Museum Nasional Copenhagen Denmark

KOPI, Di antara barang yang sangat hebat itulah terdapat selembar Bendera Atjeh di antara tahun 1850 dan 1900 , bendera itu terlihat bewarna merah dan dihias dengan bulan, bintang dan dua pedang. Bendera itu merupakan barang berarti politik yang mungkin berkaitan dengan perang Belanda (1873-1903).

Atjeh adalah sebuah Bansa yang sudah maju sejak zaman-berzaman dahulu, ini bukan suatu isu atau propaganda murahan tapi ia bisa disaksikan oleh bukti-bukti sejarah, yang tersimpan bagus di Museum-meseum di Eropa.

KMPD ( Komite Monitoring Perdamaian dan Demokrasi ) perwakilan Eropa dan ASF di Denmark berusaha menelusuri kejayan masalalu Atjeh. Hasil usaha KMPD dan ASF membuahkan hasil, Museum Denmark misalnya telah mengantar seratusan Gambar bukti sejarah zaman dulu ke pada Ketua KMPD Eropa melalu perantara yang di gunakannya.

Barang Atjeh zaman dahulu tersimpan di Musem Nasional Denmark (Nationalmusset). Di dalam gedung istana lama yang sangat besar itulah tersimpan seratusan barang Atjeh kuno sebagai salah satu bukti bersejarah.

Tidak kurang 140 barang antik yang sangat indah berasal dari Aceh. Kolleksi barang etnografis itu dikumpul oleh penjelajah, pedagang, ahli antropologi atau pelayar yang membawa barang-barang dari Aceh kata Bente Wolff, kepala bagian India, Asia Tenggara dan Oceania di kolleksi etnografis, Museum Nasional di København, kepadaMarie Bjørnager Jensen salah seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Denmark jurusan antropologi yang mengambil subjec tentang Atjeh.

Antara barang-barang tersebut adalah selendang dan perisai dari Atjeh itu disebut penjaga museum merupakan barang yang sangat berarti dan unik untuk negara Denmark yang dikasih kepada museum oleh perbendaharaan kerajaan Denmark.

Pisau perak merupakan barang yang paling kunoe, ia di buat pada 1748. Ada juga sebuah tempat rokok, yang dulu diberikan kepada Raja Denmark sebagai hadiah, namun hasil penelusuran KMPD dan ASF yang juga di bantu Marie belum dapat mendeteksi hadiah dari siapa, raja atau saudagar. ”Sangat baik kalau pribumi dari negara asal barang di koleksi etnografis melihatnya dengan mata sendiri”, kata Bente Wolff, kepala bagian India, Asia Tenggara dan Oceania di kolleksi etnografis, Museum Nasional di København.

Melihat barang kuno Aceh di Denmark, jadi kita bisa bayangkan kehidupan orang Aceh 80-200 tahun yang lalu. Selendang dan celana berbenang emas, kain kepala, topi dan kalung, anting-anting dan rem dari perak, batang rokok dan bungkusnya, ada tembakau dan gunting, tikar yang berdesain indah dan penutup makanan dibuat dari daun pisang dan kertas berwarna cerah, lampu berhiasan burung kecil, bisa tahu indahnya didalam rumah Aceh dulu. kepentingan agama seperti kain suci yang terhias dengan desain islam yang di bordir dengan benang perak atau berberapa batu kuburan juga terdapat di mesium ini.

Di antara barang yang sangat hebat itulah terdapat selembar Bendera Atjeh yang di perkirakan di gunakan di antara tahun 1850 dan 1900 , bendera itu terlihat bewarna merah dan dihias dengan bulan, bintang dan dua pedang. Bendera itu merupakan barang berarti politik yang mungkin berkaitan dengan perang Belanda (1873-1903).

Disni terlihat keadaan politik di Aceh dulu yaitu hubungan damai dengan dunia luar, dan era globalisasi sudah di mulai sejak ratusan tahun yang lalu oleh orang Atjeh.

Dengan terdapatnya barang-barang Atjeh di Mesium-mesium eropa seperti di Denmark,maka KMPD Perwakilan Eropa dan ASF di Denmark meminta Pemerintah Atjeh dan pihak Museum Atjeh untuk mengambil tidakan-tindakan lobi yang tinggi bagi membawa pulang barang Atjeh di luar negri tersebut, walau hanya untuk sementara.

Minggu 30 Oktober 2010

Penulis adalah inisitor Aceh Goet (Good)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: