Kurnia Hadinata Juara Nasional Lomba Cipta Puisi Padang 2011
KOPI, PADANG -- Kurnia Hadinata, asal Kabupaten Pasaman, dinobatkan sebagai Juara I Lomba Cipta Puisi Padang 2011 tingkat nasional. Demikian pengumuman resmi yang dilansir Ikatan Alumni Don Bosco (IADB) Padang, selaku penyelenggara kegiatan. Puisi karya Kurnia itu berjudul Epitaf Arau.
Sementara Juara II diraih Esha Tegar Putra (Padang) dengan judul puisi Padang Kota Tercinta, di Padang Kita Bercinta, dan juara III diraih F. Rizal Alief (Madura) dengan judul puisi Sepasang Puisi di Kota Tua.
Ketua Panitia, Sastri Bakry, dalam siaran persnya yang disampaikan kepada Singgalang dan pewarta-indonesia.com kemarin menjelaskan, selain tiga pemenang dengan hadiah utama mengikuti kegiatan Wisata Sastra ke Malaysia tersebut, dewan juri juga memilih tujuh Puisi Terpuji, yaitu: Padang, Petang dan Puisi (Hakimah Rahmah Sari, Padang), Cerita Bergambar Padang Buat si Sayang (Karta Kusumah, Padang), Di Pantai Padang, Aku Mengingat Beberapa Kejadian (Yori Kayama, Padang), Pantai Purus Tepi Kota (Budi Saputra, Padang), Hikayat Seorang Wanita di Pucuk Bukit (Dedi Supendra, Pariaman), Menulis Kangen; Padang (Dodi Prananda, Depok), dan Kepada Mandeh (Inung Imtihani, Depok).
Dewan juri Lomba Cipta Puisi Padang 2011 ini, adalah: Prof. Eka Budianta (akademisi, sastrawan, Jakarta), Prof. Harris Effendi Tahar (sastrawan, akademisi, Padang), Rusli Marzuki Saria (penyair senior, Padang), Pipiet Senja (novelis, Jakarta), Sastri Bakry (novelis, Padang), Nita Indrawati (penulis, jurnalis, Padang), Veridiana Somanto (akademisi, Padang), dan Muhammad Subhan (jurnalis, penulis, novelis, Padangpanjang).
“IADB berbahagia atas antusias peserta yang mengikuti lomba ini yang dimulai sejak awal Agustus dan berakhir 30 September 2011 lalu. Sepanjang kurun waktu dua bulan itu, panitia menerima tidak kurang dari 511 puisi karya peserta yang berasal dari Sabang hingga Papua. Bahkan beberapa peserta ada juga yang berasal dari Hongkong, Malaysia, dan negara tetangga lainnya,” terang Sastri.
Disebutkan, naskah yang masuk ke meja panitia melebihi target yang diperkirakan semula. Awalnya panitia mengira peserta yang mengirimkan puisi karya terbaiknya tidak lebih dari 300 judul saja, tetapi yang masuk mencapai 511 puisi.
“Tujuan menggairahkan kegiatan tulis menulis khususnya di kalangan siswa dan mahasiswa secara umum tercapai sudah dengan melihat antusias peserta yang cukup tinggi dalam lomba ini,” ujarnya.
Salah seorang dewan juri yang juga penyair senior Sumbar, Rusli Marzuki Saria mengungkapkan, sebagian besar karya peserta cukup menarik, baik dari gaya penulisan maupun kemampuan mereka mengeksploitasi tema tentang Padang. “Puisi-puisi yang masuk babak nominasi dan puisi pemenang adalah puisi-puisi terpilih yang enak dibaca,” ujarnya.
Sementara itu, untuk menghargai karya peserta, panitia menyediakan hadiah menarik untuk tiga pemenang utama, yaitu: Juara I mendapat paket wisata sastra ke Malaysia, uang tunai Rp1.000.000,- Piagam Penghargaan IADB dan paket buku. Juara II mendapat paket wisata sastra ke Malaysia, uang tunai Rp750.000,- piagam penghargaan IADB dan paket buku. Sementara Juara III mendapat paket wisata sastra ke Malaysia, uang tunai Rp500.000, piagam penghargaan IADB dan paket buku.(Musriadi Musanif)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pagelaran 'Sastra Kita-Kita' Dorong Pembaruan Indonesia
- Topeng Banjet Karawang Upaya Mempertahankan Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
- Asosiasi Persahabatan Maroko-Indonesia Adakan Rapat Umum Perdana
- Anjungan DKI Jakarta TMII Gelar Teater Tradisional Betawi
- Acara “Babantai” Tradisi Masyarakat Muara Panco Menyambut Bulan Suci Ramadhan
- "Musuh Politik", Pementasan Karya Perdana Produksi Teater Pohon
- Indonesia Raih The Best Performance Award di Ajang The Sixth Sabah International Folklore Festival
- Rumah Puisi Undang Penyair Muda dan Dosen Sastra
- Gogo Alai Gamuk, Keras adalah Keterbukaan dan Lembut adalah Ketulusan
- Kenangan Masa Lalu Memperindah Masa Depanmu Pramuka
- Di Kampung kami Tak Ada Orang Arab
- BASIBA Traditional Costume
- Survei Terbaru: Tata Nilai, Impian, Cita-Cita – Pemuda Muslim di Asia Tenggara
- Amnesia Kolektif
- Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis


























