Anjungan DKI Jakarta TMII Gelar Teater Tradisional Betawi
KOPI, Jakarta - Anjungan DKI Jakarta (ADJ) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar teater tradisional Betawi dengan judul “Mirah Jago Marunda”. Menurut pimpinan Unit Pelaksana Teknis ADJ, TMII H. Sumarno cerita ini tentang Mirah yang merupakan anak satu-satunya seorang jawara, Bang Bodong yang ditakuti dan disegani oleh para jagoan serta rakyat yang tinggal di daerah Marunda Jakarta Utara.
Mirah yang berparas cantik, mempunyai sifat kelaki-lakian. Kelincahannya bertambah setelah ia mendalami ilmu bela diri dari bapaknya. Karena kepandaiannya bermain silat, tak ada seorang laki-laki pun yang mampu menandingi dan mangalahkannya. Sampai umur 20 tahun ia belum mau dilamar orang.
Setiap ada lamaran selalu ditolaknya, karena ia sayang kepada bapaknya. Setelah bapaknya mengetahui hal itu, maka Mirah dipaksa untuk menerima lamaran. Tetapi Mirah mengajukan persyaratan. Siapa saja yang ingin menjadi suaminya, harus dapat mengalahkan dirinya. Namun semua lamaran tidak dapat diterima, karena mereka dapat dikalahkan oleh Mirah, termasuk Tirta seorang jawara dari Karawang.
Bersama dengan itu, di Kemayoran hiduplah seorang Asni jawara yang pendiam, tetapi ilmu bela dirinya sangat tinggi. Di daerah Kemayoran sering terjadi perampokan pada tuan-tuan tanah dan orang-orang kaya. Seringnya terjadi kekacauan dan banyaknya perampokan, maka pemerintah Belanda turun tangan untuk menangkap pengacau itu. Ternyata pengacau dan perampok yang dicari itu adalah Tirta yang pernah dikalahkan Mirah.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Acara “Babantai” Tradisi Masyarakat Muara Panco Menyambut Bulan Suci Ramadhan
- "Musuh Politik", Pementasan Karya Perdana Produksi Teater Pohon
- Indonesia Raih The Best Performance Award di Ajang The Sixth Sabah International Folklore Festival
- Rumah Puisi Undang Penyair Muda dan Dosen Sastra
- Gogo Alai Gamuk, Keras adalah Keterbukaan dan Lembut adalah Ketulusan
- Kenangan Masa Lalu Memperindah Masa Depanmu Pramuka
- Di Kampung kami Tak Ada Orang Arab
- BASIBA Traditional Costume
- Survei Terbaru: Tata Nilai, Impian, Cita-Cita – Pemuda Muslim di Asia Tenggara
- Amnesia Kolektif
- Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis
- Dialog Borneo-Kalimantan XI: Menjayakan Sastra di Bumi Etam
- Mahasiswa Katolik Pontianak Gelar Pentas Seni
- Petang Puisi FIB-UI HarKitNas 2011 Bareng Sastrawan Taufiq Ismail
- LAM Kepri Anugrahkan Gelar Datuk Setia Amanah kepada Gubernur HM Sani


























