Di Kampung kami Tak Ada Orang Arab
KOPI, “Di kampung kita ini tidak ada orang Arab,” kataku kepada seorang teman.
Temanku pun protes. “Bukannya si Ami Nurdin, si Syarifah Adawiyah itu orang Arab,” kata temanku dengan kencang.
“Siapa bilang mereka itu orang Arab ? Paling-paling kamu dan sejenisnya yang bilang mereka itu orang Arab,” jawabku tak kalah kencang.
Di kampung kami memang sudah turun-temurun beranggapan bila mereka yang bertampang dan berparas Arabia itu adalah “orang Arab”. Dan celakanya lagi banyak diantara warga kampung kami beranggapan kedudukan para “muka Arabia” lebih tinggi daripada warga pribumi yang memang asli etnis Indonesia.
“Bila ada orang Arab yang tinggal di kampung kita ini tanpa ijin, kita laporkan saja ke Kantor Imigrasi supaya mereka dideportasi,” kataku lagi ke temanku itu.
Temanku itu pun akhirnya faham dengan apa yang aku maksud dengan “orang Arab” itu. “Maksudku orang-orang itu bukan WN Arab, tapi keturunan atau peranakan bangsa Arab,” ujar temanku melemah.
Di kampung kami tak hanya ada keturunan Arabia, tapi juga para Tionghoa (keturunan China). Kami di kampung sudah kebiasaan memanggil mereka dengan sebutan “orang Cina”, maupun “orang Arab”. Namun terdapat perbedaan diantara kedua keturunan asing tersebut; keturunan Arabia lebih mudah diterima oleh warga setempat ketimbang yang keturunan China. Hal ini kemungkinan disebabkan terkait agama para keturunan Arabia yang mayoritas Islam.
Padahal di kampung kami sudah banyak para Tionghoa yang masuk Islam atau menjadi muallaf. Namun tetap saja panggilan China terhadap mereka tak pernah hilang, China Islam, sedang sebutan untuk Arab Islam tidak ada.
“Di kampung kita ini yang ada adalah orang Indonesia, tak ada orang Arab maupun orang China. Mereka itu semua adalah warga negara Indonesia yang punya hak dan kewajiban yang sama,” jelasku kepada teman.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- BASIBA Traditional Costume
- Survei Terbaru: Tata Nilai, Impian, Cita-Cita – Pemuda Muslim di Asia Tenggara
- Amnesia Kolektif
- Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis
- Dialog Borneo-Kalimantan XI: Menjayakan Sastra di Bumi Etam
- Mahasiswa Katolik Pontianak Gelar Pentas Seni
- Petang Puisi FIB-UI HarKitNas 2011 Bareng Sastrawan Taufiq Ismail
- LAM Kepri Anugrahkan Gelar Datuk Setia Amanah kepada Gubernur HM Sani
- Cangkurileung Meriahkan Asian African Women Youth Gathering
- Fauzi Bowo Hadiri Customer Gathering “Gempita Emas 50 Tahun Bank DKI”
- Karyawan dan Keluarga Besar Bank DKI Ikuti Kegiatan Family Gathering
- Limapuluh Penyair Manca Negara Ikuti Perhelatan Tarung Penyair
- Nasib Tari Topeng Menor Subang Kian Memprihatinkan
- Ingatlah Saudara Kita yang Belum Beruntung
- Acara Bedah Novel RKS Dapat Apresiasi dari Peserta


























