Survei Terbaru: Tata Nilai, Impian, Cita-Cita – Pemuda Muslim di Asia Tenggara
KOPI, Goethe-Institut dan The Friedrich Naumann Foundation for Freedom bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia dan Merdeka Center for Opinion Research Malaysia untuk menggelar survei yang menyeluruh bagi kaum muda Muslim di Indonesia dan Malaysia. 2.500 kawula muda berusia antara 15-25 tahun diberikan pertanyaan tentang nilai-nilai, impian dan idealisme mereka. Hasilnya akan diterbitkan untuk pertama kali hari ini dan akan dibahas malam ini dalam edisi khusus acara MetroTV “Suara Anda” – yang akan disiarkan langsung dari Goethe-Institut di Jakarta.
Survei ini fokus pada pengembangan pribadi, orientasi keluarga, agama, politik, lingkungan sosial, gaya hidup dan nilai-nilai. Para responden memberikan informasi yang lengkap tentang kehidupan keluarga mereka, kegiatan pada waktu luang, gol-gol pribadi dan profesional, orientasi politik mereka dan peran agama Islam dalam kehidupan mereka. Survei yang lengkap dapat dipesan secara cetak (Email ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it ) atau diunduh online di www.goethe.de/indonesien/youthsurvey dan www.fnfasia.org.
Hasil inti dari jajak pendapat survei, yang melibatkan 1.496 kaum muda dari semua provinsi di Indonesia, ada di bawah ini:
Pengembangan Pribadi
Kaum muda Muslim di Indonesia adalah kelompok yang optimis dan memandang masa depan secara positif. 93.8 persen dari mereka mengatakan bahwa secara umum bahagia dengan kehidupan mereka. 91.9 persen yakin bahwa mereka dapat bekerja atau belajar di bidang yang mereka pilih. Mereka berambisi dan ingin maju dalam karir mereka: 97.1 persen mengatakan bahwa sukses dalam karir adalah penting, dan mereka memberikan nilai 9.22 dari 10 poin bagi pendidikan perguruan tinggi.
Orientasi Keluarga
Keluarga inti memiliki peran yang besar dalam pengembangan pribadi kaum muda Muslim Indonesia. 95.3 persen mengatakan bahwa hubungan dengan orang tua mereka adalah “sangat baik”, sedangkan hanya 23.1 persen mengatakan bahwa mereka kerap bertengkar dan mempunyai opini yang berbeda. Kaum muda Muslim Indonesia sangat berminat untuk memiliki keluarga sendiri – 94.4 persen berpendapat bahwa hidup seseorang akan lebih bahagia bila mereka mempunyai keluarga dibandingkan dengan yang tidak, sedangkan 96.4 persen mengatakan bahwa mereka ingin punya anak. 71.6 persen menginginkan keturunan paling tidak dua anak laki-laki atau perempuan.
Agama
Namun demikian dalam pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan Islam, hasil yang dikeluarkan masih ambivalen. Di satu sisi, kaum muda Muslim Indonesia tampaknya sangat menekankan nilai-nilai dan perilaku Islami. Bagi kaum muda Muslim Indonesia, agama menjadi aset sosio-psikologis untuk mendapatkan masa depan yang mereka inginkan di tengah perubahan-perubahan dahsyat yang dialami masyarakat Indonesia saat ini. Kaum muda dalam jajak pendapat ini memandang diri mereka sebagai orang Muslim baru warga negara Indonesia – 47.5 persen dibandingkan dengan 40.8 persen. Lebih dari 90 persen responden dari Indonesia mengatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan adalah sesuatu yang penting, sedangkan lebih dari 60 persen menekankan pentingnya untuk menjadi orang Muslim. Mereka menolak seks sebelum menikah (96.2 persen), mengonsumsi alkohol (88.7 persen) atau bahan psikotropika yang halus (99.2 persen). Di sisi lain, hanya 13.5 persen dari kaum muda Muslim setuju dengan poligami. Lebih banyak perempuan muda menolak poligami dibandingkan laki-laki muda. Ketika menjalani ibadah agama, kaum muda Muslim tidak begitu taat dalam menjalaninya. Hanya 28.7 persen dari para responden mengatakan bahwa mereka selalu sholat lima waktu setiap hari, sedangkan 59.6 persen selalu berpuasa pada bulan suci Ramadan. Hanya 11.7 persen mengatakan bahwa mereka memahami sebagian besar surah-surah dari Al-Qu’ran. Secara keseluruhan, kaum muda yang mengikuti jajak pendapat ini lebih cenderung menjalani ibadah agama bila ada unsur kontrol sosial. Responden perempuan lebih menekankan identitas keislaman mereka dan menjalani kewajiban agama dibandingkan responden laki-laki.
Lingkungan Sosial, Gaya Hidup dan Nilai-nilai
Hampir 90 persen kaum muda Muslim Indonesia mempunyai rasa tanggung jawab kepada orang lain. Pada saat yang sama, mereka tampaknya sangat sibuk dengan kehidupan, berambisi dan bertekad untuk mencapai gol-gol mereka serta mandiri dalam membentuk kehidupan mereka. Ketergantungan mereka terhadap teknologi merubah gaya hidup kaum Muslim Indonesia secara drastis, khususnya bagi mereka yang hidup di kota besar. 95.2 persen mengatakan bahwa teknologi penting untuk mereka, sedangkan 83 persen memiliki telepon genggam. Lima kegiatan waktu luang yang mereka paling minati adalah: menonton televisi (78.7 persen), mendengarkan musik (55.8 persen), bertemu dengan teman-teman (46 persen), kegiatan bersama keluarga (34.6 persen) dan olahraga (29.7 persen).
Politik
Secara keseluruhan, kaum muda yang ikut jajak pendapat tampaknya tidak begitu tertarik dengan politik: hanya 28.6 persen mengatakan bahwa mereka tertarik dengan politik, sementara 16.1 persen memilih berpartisipasi dalam pemilu, bahkan 48 persen dari responden memandang politik adalah membosankan. Namun para responden merangkul nilai-nilai demokrasi. Lebih dari 70 persen berpikir bahwa rakyat dapat mengganti pemerintah yang tidak dikehendaki mereka. 66.3 persen mengatakan bahwa demokrasi yang berjalan memerlukan partai oposisi dan 49 persen dari kaum muda Muslim Indonesia tidak setuju bila pemimpin agama menggantikan para politisi. Lebih dari 70 persen tidak mempunyai masalah bila perempuan berperan sebagai pemimpin. Sebagian besar dari kaum muda Muslim Indonesia menerima keadaan politik dan ekonomi Indonesia pada masa kini – lebih dari 60 persen memandang bahwa Indonesia berada di jalan yang benar . Selain dari itu, mereka meragukan mekanisasi politik: 66.7 persen berpandangan bahwa korupsi dan penyuapan belum menurun, sedangkan 62.6 persen mengatakan bahwa para politisi hanya tertarik untuk mendapatkan suara terbanyak pada pemilihan umum yang berikutnya. Secara keseluruhan, kaum muda Muslim di daerah pedesaan mempunyai pandangan yang lebih idealis tentang politik, lebih cenderung mengikuti proses politik dan lebih optimis tentang masa depan Indonesia dibandingkan dengan rekan mereka di daerah perkotaan. Kaum muda Muslim yang sudah bekerja dan memiliki pendapatan lebih berada di posisi tidak begitu percaya dengan pemerintah dibandingkan dengan rekan mereka yang memilki pendapatan lebih rendah.
Malam ini, mulai dari jam 18.00 WIB, sebuah edisi khusus acara MetroTV “Suara Anda” akan membahas hasil survei. Diskusi ini akan disiarkan langsung dari Goethe-Institut. Para pembicaranya adalah: Burhanuddin Muhtadi, Ketua Pengkajian di Lembaga Survei Indonesia, Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Vera Putri dari Friedrich Naumann Foundation. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan dari Efek Rumah Kaca. Kelompok musik yang terkenal dengan lirik yang kreatif dan mendalam ini akan membawakan sebagian yang terbaik dari musik independen Indonesia pada masa kini.
Kontak&Informasi:
Goethe-Institut
Christiane Jekeli
Public Relations
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Tel.: +62 21 23550208
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Amnesia Kolektif
- Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis
- Dialog Borneo-Kalimantan XI: Menjayakan Sastra di Bumi Etam
- Mahasiswa Katolik Pontianak Gelar Pentas Seni
- Petang Puisi FIB-UI HarKitNas 2011 Bareng Sastrawan Taufiq Ismail
- LAM Kepri Anugrahkan Gelar Datuk Setia Amanah kepada Gubernur HM Sani
- Cangkurileung Meriahkan Asian African Women Youth Gathering
- Fauzi Bowo Hadiri Customer Gathering “Gempita Emas 50 Tahun Bank DKI”
- Karyawan dan Keluarga Besar Bank DKI Ikuti Kegiatan Family Gathering
- Limapuluh Penyair Manca Negara Ikuti Perhelatan Tarung Penyair
- Nasib Tari Topeng Menor Subang Kian Memprihatinkan
- Ingatlah Saudara Kita yang Belum Beruntung
- Acara Bedah Novel RKS Dapat Apresiasi dari Peserta
- Pernak-pernik di Tiap Hari Jadi Daerah
- Pesta Laut Mappanretasi Digelar 1 April 2011


























