Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Polres Sambas Amankan 631 Senpi Milik WargaAnggota DPD-RI Kunjungi KerambahGemar Menabung Sejak Dini
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 4981
Isi : 8241
Content View Hits : 1857436
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1863
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4631

Warga Online : 64
IP Kamu : 38.107.179.216
Pewarta Online













Inspirasi Sosial & Budaya Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Kesenian Gandang Tambua Tasa akan Tetap Eksis

Foto oleh Albert Maqtam -- Unjuk kebolehan oleh pemain grup Gandang Tambua Tasa anak - anak KOPI, PADANG PANJANG - Indonesia memiliki berbagai kesenian tradisi. Suatu bentuk warisan budaya yang tersebar diberbagai suku bangsa. Masing-masing memiliki keunikan dan kisah tersendiri yang menyokongnya. Namun banyak diantaranya yang tidak lagi kita temukan sekarang. Apa lagi pada zaman sekarang ketika budaya luar yang menyebar dengan mudahnya indonesia. Sebagian dari kita mengangap itu budaya modern kemudian meninggalakan kesenian yang kita miliki dengan titel “kuno”. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi masyrakat Pariaman.

Hal ini tarbukti atas masih eksisnya kesenian - kesenian tradisi mereka. Salah satunya kesenian Gandang Tambua Tasa. Kesenian ini sudah ada di Pariaman sejak bertahun tahuh lalu. Kesenian tradisi ini sangat mereka banggakan walaupun kesenian luar dapat keluar masuk dengan bebasnya. Menarik sekali untuk mengetahui apa saja yang dilakukan masyarakat pariaman untuk mempertahankan kesenian mereka.

Kesenian Gandang Tambua Tasa dibangun dari sejumlah alat musik pukul yaitu 6 (enam) Gandang Tambua dan 1 (satu) Gandang Tasa. Gandang Tambua berbentuk tabung dengan dua permukaan kulit yang disandang disalah satu bahu. Sedangkan Gandang Tasa berbentuk setengah bola dengan satu permukaan kulit. Gandang Tasa di kalungkan dileher. Kedua alat musik tersebut dimainkan dalam posisi berdiri. Penggarapan dinamik dan tempo mengadirkan suasana yang penuh semangat dan keceriaan. Memancing pemain dan penonton menari - nari mengikuti dentuman lagu.

Untuk mengobati penasaran akan hebatnya kesenian tersebut. Beberapa waktu lalu (14/5) saya bersama beberapa mahasiswa Institu Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang serta empat orang mahasiswa luar negeri yang mengikuti program Darmasiswa di ISI padang panjang menyaksikan langsung kesenian tersebut ke tempat tumbuh berkembangnya. Seperti yang telah direncanakan sebelumnya kami mengunjungi salah satu grup tambua tasa di Desa Cubadak Aia Kota Pariaman yaitu Grup Tampuniak Saiyo, yang tepat pada saat itu sedang latihan. Dari situ kami tahu ternyata kesenian ini tidak hanya dimainkan oleh orang – orang dewasa saja. Tetapi juga dimainkan oleh remaja sampai anak tingkat sekolah dasar. Mereka terlihat sangat menikmati permainan tersebut. Sekarang tak heran lagi kenapa kesenian ini masih tetap eksis sampai sekarang. Kecintaan terhadap warisan budaya telah mereka tanamkan sejak usia dini.

Dan tak cuma itu, kami dikagetkan dengan banyak grup lagi. Selepas magrib kami meneruskan perjalanan ke Kelurahan/Desa Labuang Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Pada saptu malam tersebut Desa Labuang terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan latihan bersama group Gandang Tambua Tasa se Pariaman Utara. Acara ini mereka adakan dua minggu sekali. Pada acara tersebut hadir berbagai grup dari Pariaman Utara maupun dari luar Pariaman Utara, semuanya bebas bermain secara bergantian. Mulai dari group anak –anak hingga dewasa. Semuanya bisa unjuk kebolehan pada acara tersebut. Kegiatan ini pun tidak diselenggarakan oleh pemerintah atau instansi khusus. Kegiatan ini pun tanpa diimingi juara atau hadiah, melainkan bentuk kesadaran mereka saja. Kesadaran untuk menyemarakan kesenian yang telah lama tumbuh berakar didaerah mereka.

Sebagai kesenian tradisi yang mencerminkan karakter masyarakat setempat sudah selaknya kita sebagai pewaris ikut melestarikan dan mengembangkan kesenian kesenian tradisi kita. Mebawanya ke gerbang dunia dengan rasa bangga. Dan bukanlah suatu hal yang mustahil bila musik tradisi kita dapat memiliki banyak penikmat diluar sana layaknya kesenian dari luar yang masuk ke indonesia. Mahasiswa luar negeri yang tergabung rombongan ISI Padang Panjang pun ikut berjingkrak dan menari - ria menyaksikan pertunjukan tersebut. Untuk itu tidak ada salanya bahkan sudah sudah sewajarnya kita tanamkan rasa kecintaan terhadap kesenian tradisi mulai dari sekarang.(Albert Rahman Putra)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: