Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Sosial & Budaya Sekali Lagi Tentang Yogyakarta

Sekali Lagi Tentang Yogyakarta

KOPI, Nagari Ngayogyakarto Hadiningrat, mendengar nama itu pikiran kita akan langsung tertuju kepada sebuah daerah yang terletak di sebelah selatan pulau Jawa yaitu Yogyakarta. Siapa yang tidak kenal dengan nama ini, kota yang terkenal dengan ramah tamah penduduknya, halus perangai, tingkah dan tutur kata warganya menjadikan kota ini dicintai oleh seluruh umat manusia yang datang untuk menyambanginya. Banyak gelar yang disandang oleh kota ini diantaranya Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Keraton, Kota Revolusi dan diawal bulan Januari ini Sri Sultan Hamengku Buwono X mendeklarasikan kota Yogyakarta sebagai Kota Republik.

Yogyakarta pertama kali terbentuk karena adanya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, Kerajaan Mataram yang sudah dalam keadaan lemah waktu itu, akhirnya melahirkan dua "bayi" dari rahimnya, "bayi" itu kemudian diberi nama Surakarta dan Yogyakarta. Mereka dicatat dalam perjalanan sejarah yang penuh dinamika dan lika-liku, pada akhirnya mereka mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjalankan kehidupannya masing-masing, jauh sebelum Republik Indonesia ini berdiri.

Diantara kedua "bayi" itu, ada satu yang membuat saya tertarik untuk saya rangkai dalam sebuah kata-kata, yaitu Yogyakarta. Saya tertarik pada Yogyakarta karena intensitas kunjungan saya ke Yogyakarta bisa dikatakan lebih banyak dari pada kunjungan saya ke Surakarta, oleh karena itu akan saya bahas beberapa hasil pengamatan saya tentang Yogyakarta ini.

Yogyakarta, beberapa bulan yang lalu daerah ini sedang menghadapi cobaan dari Allah SWT, setidaknya ada dua kejadian besar yang melanda Yogyakarta ini, yaitu:

1. Berupa kejadian alam yaitu Erupsi Gunung Merapi

2. Berupa kejadian politik yaitu pro kontra tentang status Keistimewaan Yogyakarta

Dua kejadian ini berimbas pada kehidupan masyarakatnya, dahulu warga Yogyakarta tenang, adem ayem, sekarang mereka seolah-olah dibangunkan dari tidurnya. Kejadian alam memang kehendak Allah SWT, masyarakat Yogyakarta tidak bisa menghindar dari kehendak Allah SWT ini, dan alhamdulillah..mereka bisa menghadapinya dengan tabah, dan selalu tersenyum walaupun nasib di depan mereka menanti tanpa arah dan tujuan. Saya melihat fenomena ini sangat luar biasa, ketika saya berada di dalam pengungsian, mereka benar-benar pasrah akan kehendak Allah SWT, semua menyerahkan kembali kepada Sang Pencipta, trauma yang melanda dicoba untuk dihilangkan dan bangkit dari keterpurukan.

Kejadian tentang politik, bagi saya kejadian ini benar-benar membuat Yogyakarta menjadi geger, bagaimana tidak, ketika warga dilanda bencana yang belum usai, warga Yogyakarta harus dihadapkan dengan pernyataan Presiden SBY yang menyatakan bahwa dalam NKRI tidak mungkin ada nilai-nilai monarki yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Sontak ramai-ramai warga Yogyakarta turun ke jalan, untuk mempertahankan harkat dan martabat nagari Yogyakarta. Protes warga Yogyakarta dilayangkan dalam berbagai tindakan, diantaranya:

1. Walikota Yogyakarta menurunkan bendera setengah tiang.

2. Demonstrasi damai diselingi atraksi kesenian depan kantor DPRD, Alun-alun Utara, Gedung Agung.

3. Kirab budaya

Ya, itulah cara warga Yogyakarta dalam menyampaikan aspirasi dan bentuk protesnya, benar-benar santun dan sangat mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dalam pikiran saya, begitu berhasilnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII dalam mendidik warganya sehingga mereka tidak anarkis dan tetap ramah. Mengutip ucapan ayah saya: "rakyat itu tergantung pemimpin, pemimpin baik maka rakyatnya juga baik, pemimpin buruk maka rakyatnya pun tidak akan jauh berbeda dengan pemimpinnya". Ucapan ayah saya ini memang sangat bisa saya rasakan, bagaimana carut marutnya generasi muda sekarang karena pemimpinnya tidak ada yang bisa dijadikan suri tauladan.

Kembali kepada Yogyakarta, pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX langsung mengikrarkan bahwa Nagari Ngayogyakarto Hadiningrat berada di belakang Republik pada tanggal 5 september 1945, artinya menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia yang baru saja lahir. Ini artinya Yogyakarta yang dulu merupakan sebuah negara berdaulat menyatakan bergabung dengan negara baru, perlu diketahui bahwa Sri Susuhunan Paku Buwono XII dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyampaikan maklumatnya pada pemerintah RI tanggal 1 September 1945.

Subhanallah..sungguh benar-benar luar biasa pengorbanan Sri Sultan HB IX, beliau seorang raja, seorang manusia yang hidup dengan nuansa feodalisme tapi sangat menjiwai rasa nasionalisme, kecintaan beliau pada negara yang baru lahir ini sangat besar, tidak tanggung-tanggung seluruh harta keraton dan bahkan nyawa beliau pun dipertaruhkan untuk keberlangsungan bayi Republik. Tindakan Sri Sultan ini sebenarnya diamini pula oleh kerajaan-kerajaan yang ada seluruh wilayah Indonesia waktu itu seperti Paku Alaman, Surakarta, Mangkunegaran, Pontianak, dll.

Berdasarkan fakta-fakta sejarah itulah, warga Yogyakarta bangun dari tidurnya kemudian bangkitlah Yogyakarta sekarang. mmmm...marahnya warga Yogyakarta bukanlah tipe marah yang meledak-ledak, marahnya warganya Yogyakarta bukanlah tipe marah yang mengeluarkan seluruh hawa nafsunya, marah mereka adalah marah dengan kedamaian, marah dengan cara-cara beradab, marah dengan senyuman, marah dengan cara-cara yang santun.

Itulah tulisan saya mengenai Nagari Ngayogyakarto Hadiningrat. "Bayi" yang kemudian menjadi seorang "ibu" dari sebuah negara yang bernama Republik Indonesia dan membimbingnya sehingga ia mampu lepas dari cengkraman penjajah.

Yogyakarta, Negeri yang sekarang tenang kembali, negeri dengan cuaca yang panas namun membuat hati selalu dingin, negeri yang penuh dengan inspirasi dan membuka imajinasi anda, negeri yang penuh keramahan dalam menyambut setiap pendatang.

Oh Yogyakarta..kembalilah tersenyum..karena disanalah letak keistimewaanmu...

Di akhir tulisan ini saya menyampaikan permohonan maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan saya.

Mengutip tulisan Bung Karno ketika beliau akan meninggalkan Ibu Kota Revolusi Yogyakarta untuk kembali ke Ibu Kota Republik Indonesia Serikat Jakarta:

"Yogyakarta menjadi termasyur karena jiwa kemerdekaannya.Terus gelorakan semangat jiwa kemerdekaan itu".

 

Awali Tugas, Kolonel Czi Dheni Herman Lakukan Perkenalan
Sabtu, 06 Pebruari 2016

KOPI, SURABAYA - Mengawali masa dinas di Korem 084/BJ tahun 2016, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Czi Dheni Herman memberikan Jam Komandan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 084/Bhaskara Jaya, yang berlangsung di Aula Bhaskara Jaya Korem 084/Bhaskara Jaya. Kesempatan pertama Danrem menceritakan riwayat masa dinas dan tugas sebelum menjabat sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya dengan luwes dan santai serta diselingi dengan candaan tetapi... Baca selengkapnya...

HUT Kampar Ke-66, Jefri Noer: Saya Berdoa Kampar Berkembang Lebih Baik Lagi
Jumat, 05 Pebruari 2016

KOPI, KAMPAR - Berbagai macam kegiatan diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bersempena perayaan hari jadinya ke-66 tahun yang jatuh pada hari Sabtu (6/2-16). Pemkab Kampar mengadakan kegiatan untuk menyemarakan HUT (Hari Ulang Tahun) ke -66 tahun dengan berbagai macam perlombaan yakni Bakti sosial di berbagai kecamatan yang terdiri dari penyerahan bantuan sembako, donor darah, pengobatan massal, khitanan dan gotongroyong, jalan... Baca selengkapnya...

Kebersamaan Dandim Lamongan di Tengah Anggota
Kamis, 28 Januari 2016

KOPI, LAMONGAN - Memasuki minggu militer, kali ini anggota Kodim 0812 dipimpin langsung Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Jemz Andre R.E,S.Sos melaksanakan latihan pembinaan fisik berupa lari jalanan di sekitaran wilayah Kota Lamongan, Rabu (27/01/2016).   Kebersamaan Dandim Lamongan Seperti yang disampaikan Komandan Kodim 0812/Lamongan bahwa kegiatan ini janganlah dianggap sebagai siksaan bagi prajurit tapi lebih melihat pada... Baca selengkapnya...

Pencalonan Sofyan Dawood Akan Membuat Pilkada Aceh 2017 Semakin Seru
Rabu, 27 Januari 2016

KOPI, ACEH TAMIANG - Meskipun pilkada Aceh baru akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang, namun saat ini mulai terlihat, satu persatu calon Pemimpin Aceh yang awalnya malu-malu menyatakan akan bertarung memperebutkan suara rakyat, kini mulai terbuka dan ini merupakan dinamika politik yang sangat baik bagi perkembangan demokrasi Aceh.     Di Warung Kopi Skala Coffe, Gampong Pango Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Mantan Juru Bicara... Baca selengkapnya...

Mendagri Titip Pesan Kepada Kepala Daerah di Riau Jangan ada Monopoli Proyek
Sabtu, 23 Januari 2016

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Dalam Negeri (Mendagri)Tjahjo Kumolo ke propinsi Riau , hari Jum’ at (22/1-16) . Kunjungan kerja mendagri dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota sekabupaten/kota se Riau. Unsur Muspida, Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) bertempat diruangan Serindit gedung daerah. Dari pantauan wartawan www.pewarta-indonesia.com banyak yang diungkap oleh Mendagri dari nostalgia saat buk... Baca selengkapnya...

Kejati Riau Tandatangani MoU dengan Bank Riau-Kepri
Kamis, 21 Januari 2016

KOPI, Pekanbaru - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Susdiarto Agus Praptono, SH, MH menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama mengenai penanganan masalah hukum bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) dengan Bank Riau-Kepri hari Kamis (21/1-2016) bertempat di hotel Pangeran,Pekanbaru.   Dari Bank Riau Kepri langsung ditandatangani oleh Irvandi Gustari selaku Direktur utama. Berhubung daerah... Baca selengkapnya...

Menteri Ristek Dikti Apresiasi Pelatihan Peningkatan Kewibawaan Akademik oleh IMARC dan FEB UNDIP
Senin, 18 Januari 2016

KOPI, Semarang - Tak diduga dan tak disangka, Menteri Nasir langsung meninggalkan rombongan setelah peresmian Sekretariat ISEI Semarang. "Saya mau keatas dulu" Sebut Menteri Nasir kepada rombongan dan  beranjak pergi menuju lantai 2 mendatangi Indonesian Scopus Project.  Belakangan baru diketahui bahwa kedatangan tersebut diluar agenda selama Menteri Ristek Dikti berada di Semarang. Tempat  tersebut merupakan pelatihan penulisan jurnal... Baca selengkapnya...

NASIONALRibuan Honorer K2 Sumut Bergerak ke Jaka.....
09/02/2016 | Fahma Huria Imtazi
article thumbnail

Honorer K2 demo-ilustrasi KOPI, Sumut - Sebanyak 5.000 honorer kategori dua (K2) wilayah Sumatera, sebagian besar dari Sumut, sudah dalam perjala [ ... ]



DAERAHKepala Kesbangpol Linmas Rapat di Mabes .....
09/02/2016 | Fahma Huria Imtazi

KOPI, MEDAN - Pelaksana tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Taufik mengatakan, u [ ... ]



PENDIDIKANPembangunan RKB Terbengkalai, Dinas Pend.....
09/02/2016 | Redaksi KOPI

KOPI - Pembangunan pengadaan ruang kelas baru (RKB) di SDN Trimekar Jaya, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat tidak kunjung selesai. [ ... ]



EKONOMIPDAM Banda Aceh Dituntut Tingkatkan Kine.....
09/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta - PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan salah satu unit yang melayani kebutuhan masyarakat terkait air minum. Memasuki tahun 2016 [ ... ]



HANKAMTim Penilai Lomba Rumah Sehat dari Korem.....
05/02/2016 | Mikhael Markus
article thumbnail

KOPI, BOJONEGORO - Tim penilai lomba dari Korem 082/CPYJ, tiba di Kodim 0813 Bojonegoro, Jalan HOS Cokroaminoto No. 51-52 Bojonegoro dalam rangka Pen [ ... ]



OLAHRAGAEmrizal Pakis Lantik H. Amran Tambi seba.....
03/02/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) propinsi Riau Emrizal Pakis melantik dan mengukuhkan H. Amran Tambi sebagai ketu [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPolisi Gadungan Ditangkap Saat Melakukan.....
09/02/2016 | Maulana Hasanuddin

KOPI, Tangerang - Polisi gadungan RB (27Thn) warga kampung Leles Garut, Jawa Barat ini modal seragam dan atribut kepolisian melakukan pemalakkan kepad [ ... ]



OPINITiga Mitos Keliru Tentang Menulis.....
05/02/2016 | Denni Candra

KOPI - Setiap pribadi sebenarnya mempunyai potensi serta kemampuan untuk menulis. Dalam rangkaian kisah hidup yang dijalani, setiap orang tentunya mem [ ... ]



PROFILAsisten II Walikota Sabang Hilang Tengge.....
02/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Tidak terasa waktu terus berlalu dan kini sudah 20 tahun lamanya kapal KMP Gurita yang melanyari penyebrangan antara pelabuhan Malahayati [ ... ]



SOSIAL & BUDAYATim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Hj. E.....
05/02/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Kampar - Ketua tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kabupaten Kampar Hj. Eva Yuliana SE, saat memimpin rapat persiapan menyambut [ ... ]



ROHANIReferensi Tentang Mazhab Imam Syafii Mas.....
09/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Di daerah Aceh dan umumnya di Indonesia kita menganut paham atau bermazhab imam Syafii. Suatu mazhab seperti mazhab Imam Syafi'i yang laz [ ... ]



RESENSIApakah Dunia Akan Lebih Baik Tanpa Islam.....
17/12/2015 | Saepullah

Judul film : Bulan Terbelah di Langit Amerika Produksi : Maxima Pictures Sutradara : Rizal Mantovani Pemain : Acha Septriasa sebagai Hanum Abimana  [ ... ]



CERPEN & CERBUNGIrony Buta Huruf (Lain Gatal Lain Digaru.....
08/02/2016 | Dedi Bae

Suatu malam,  sekitar jam 19.30 wita,  saya dan mantan pacar pergi ke sebuah swalayan untuk membeli beberapa keperluan baby dan keperluan bulanan yg [ ... ]



PUISIDaun Kawa.....
07/01/2016 | Nova Ibun

Tak pakai gula Da tiap ku pesan sepulang dari rumah keduaku di Bukittinggi, bukan rumah tetuaku, juga bukan rumah hasil wasiat buyutku, na [ ... ]



CURAHAN HATIDinas Pendidikan Diduga KKN, Warga Banda.....
09/02/2016 | Redaksi KOPI

KOPI - Warga Kecamatan Bandar Negeri Suoh amat kecewa dengan kebijakan membabi-buta Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat. Pasalnya, baru-baru ini  [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.