Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
LSM Lintah Laporkan Kepsek SMKN 2 Batulicinabdul syraif  ( pencari informasi untuk wilayah kapoetensi wisata bengkulu, mutiara yang tertutup
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 4980
Isi : 8241
Content View Hits : 1857351
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1769
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4631

Warga Online : 76
IP Kamu : 38.107.179.217
Pewarta Online













Inspirasi Rohani Hamidi: Mendustai Hati Penyakit Tergawat
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Hamidi: Mendustai Hati Penyakit Tergawat

KOPI, PADANG PANJANG - Manusia membutuhkan sahabat. Namun, tidak sembarang orang bisa dijadikan sahabat. Ada banyak pertimbangan yang mesti dilakukan. Salah dalam memilih sahabat, dikhawatirkan justru akan dapat mendatangkan mudarat. Di sisi lain, penyakit tergawat dalam kehidupan manusia sebenarnya adalah mendustai hati nurani.

“Islam mengajarkan, manusia butuh sahabat dalam hidupnya. Imam Gazali memesankan, ada lima pertimbangan penting yang mesti diperhatikan. Di antaranya cerdas, pandai dan berilmu dalam dirinya,” kata mantan Ketua DPRD Kota Padang Panjang, H. Hamidi Labai Sati, dalam pesan singkatnya yang disampaikan kepada Singgalang dan pewarta-indonesia.com, kemarin, di Padang Panjang.

Dijelaskan, selain faktor cerdas, orang yang akan dijadikan sahabat mestilah mereka berakhlak mulia dalam pergaulannya, bertaqwa kepada Allah dimana pun dia berada, zuhud dan rendah hati dalam kehidupannya, serta jujur dan punya hati nurani.

Lima kriteria sahabat yang mesti dijadikan pertimbangan itu, menurut Hamidi, mestilah dijadikan pakaian hidup. Sebab, jelasnya, sahabat yang memenuhi standar Islam pasti akan memberi dampak positif terhadap kehidupan, sementara sahabat di luar standar tersebut, jelas akan membawa ke kemudharatan.

Di sisi lain, ketua Nasdem Kota Padang Panjang itu melihat, agar manusia bisa berharga dalam hidupnya, terdapat pula beberapa pedoman yang mesti dijadikan acuan, yakni memiliki kejujuran dan komitmen dalam hidup, rendah hati, dan suka menolong sesama.

“Penyakit manusia yang paling gawat hari ini adalah mendustai hati nurani, atau kongsi antara mulut dan hati pecah. Menurut Hamka, hati manusia akan bisa terdidik dengan cara selalu membaca Alquran, paham akan isinya, dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Menurut Hamidi, tatanan kehidupan masyarakat yang baik, hanya bisa terbentuk bila dipimpin oleh pemimpin yang baik pula. Mengutip pendapat KH. Mas Mansur, dia menyebut, pemimpin yang baik adalah mereka bertaqwa kepada Allah sebagai benteng untuk menjauhi maksit dalam kehidupan.

Seterusnya, pemimpin harus selalu menepati janji, tetap berkata benar, rahmah dan santun kepada sesama, adil dalam menunaikan tugas-tugas kepemimpinan, serta memimpin dengan baik, sesuai norma-norma yang berlaku.(*)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."