Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6161
Isi : 8561
Content View Hits : 2803528
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini3422
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6549

Warga Online : 63
IP Kamu : 54.226.5.29
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Resensi Colombiana, Dendam Sang Dara Pembunuh Profesional lantaran Trauma Kematian Orangtua

Colombiana, Dendam Sang Dara Pembunuh Profesional lantaran Trauma Kematian Orangtua

Review Film :

Judul Film : COLOMBIANA (2011)

Genre : Action.

Sutradara : Olivier Megaton.

Skenario : Luc Besson & Robert Mark Kamen.

Produksi : EuropaCorp. & Tristar Pictures.

Pemain : Zoe Saldana, Amandla Steinberg, Cliff Curtis, Michael Vartan, Max Martini, Jordi Molla, Beto Benites.

Durasi : 108 menit.

Sinopsis   :

KOPI, Di awal permulaan film Colombiana, Cataleya Restrepo (Amandla Steinberg) hanyalah seorang gadis kecil, ketika ia menyaksikan sendiri kedua orangtuanya tewas terbunuh. Peristiwa tersebut memberikan bekas luka yang mendalam pada jiwa Cataleya dan membuatnya bertekad untuk dapat membalaskan dendam kematian kedua orangtuanya tersebut. Atas bantuan pamannya yang seorang pembunuh bayaran, Emilio (Cliff Curtis), Cataleya dewasa (Zoe Saldana) kemudian mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana menjadi seorang pembunuh bayaran yang ahli dan rapi dalam setiap pekerjaan yang ia lakukan. Dengan ilmu yang ia dapatkan dari pamannya itu juga, Cataleya secara perlahan mulai memburu dan membunuh setiap pihak yang terlibat dalam kematian kedua orangtuanya.

Terdengar seperti sebuah plot cerita The Professional (1994) yang pernah diarahkan oleh sutradara Perancis, Luc Besson? Memang, seperti yang diakui oleh sutradara Colombiana, Olivier Megaton, naskah cerita film ini memang didasarkan pada naskah cerita sekuel dari The Professional yang ditulis oleh Besson namun gagal untuk mencapai proses produksi. Besson sendiri memang terlibat sebagai produser sekaligus penulis naskah Colombiana bersama Robert Mark Kamen. The Professional dan Colombiana harus diakui memiliki struktur penceritaan yang jauh berbeda. Khususnya, ketika film pertama yang dibintangi oleh Natalie Portman, saat ia masih berusia 12 tahun tersebut lebih memfokuskan diri pada cerita, karakterisasi dan pengembangan plot ketika Colombiana yang dibintangi oleh Zoe Saldana tampil hampir hanya sebagai sebuah film yang mengandalkan deretan aksi belaka.

Bukan berarti Colombiana merupakan sebuah film aksi yang buruk. Naskah besutan Besson dan Kamen masih mampu untuk memberikan sedikit ruang untuk kehadiran pengembangan jalan cerita. Karakterisasi yang dibangun atas karakter Cataleya juga cukup mampu diselami dengan baik, walaupun sama sekali tidak dapat dikatakan mampu dihadirkan dengan mendalam. Adalah penampilan handal dari Saldana yang semakin membuat kehadiran Cataleya terasa begitu istimewa. Berpengalaman dalam membintangi film-film bertema aksi laga, seperti The Losers (2010) dan Takers (2010). Sepertinya, telah cukup untuk memberikan bekal Saldana dalam menampilkan aksinya sendiri di film ini. Tidak mengherankan jika kemudian Saldana berhasil bersinar dalam Colombiana terlepas dari banyaknya kelemahan yang dapat ditemukan dari sisi naskah cerita.

Sisi positif lainnya dari Colombiana, muncul dari penataan setiap adegan aksi yang dihadirkan di film ini. Lihat saja bagaimana Megaton mampu menghadirkan aksi yang cukup memukau dari karakter Cataleya ketika ia sedang berada di dalam sebuah penjara. Adegan aksi tersebut kemudian diikuti dengan beberapa adegan aksi lainnya, yang walaupun kurang mampu menyamai greget adegan aksi Cataleya pertama kali, namun tetap berhasil disajikan dengan cukup apik. Kehadiran rentetan adegan aksi tersebut juga didukung dengan ritme penceritaan Colombiana yang terkemas dengan cepat dan membuat film ini semakin mudah untuk dinikmati.

Tidak banyak hal yang dapat diungkapkan dari Colombiana sebenarnya, selain bahwa Olivier Megaton menyajikan film ini murni hanya sebagai sebuah film aksi biasa yang cenderung dangkal. Pada kebanyakan bagian masih mampu untuk tampil menghibur – terima kasih kepada penampilan Zoe Saldana yang sangat memikat – namun pada beberapa bagian lainnya terasa begitu klise dan kurang mampu untuk tampil menyenangkan. Kelemahan terbesar dari film ini adalah kehadiran begitu banyak karakter pendukung yang sayangnya gagal untuk mendapatkan porsi cerita yang lebih berarti. Jalan cerita yang telah terasa begitu familiar untungnya mampu dikemas dengan kehadiran deretan adegan aksi yang lumayan memukau. Cukup mampu tampil mumpuni bagi mereka yang memang menggemari film-film bertema aksi laga sejenis.(*)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: