Aku Dirimu, Hidupku
Mulai takut…
Bukan suatu permulaan
Tapi suatu titik tertinggi dari kecemasan sebelumnya
Takutku beda kali ini
Berbeda dari ketakutan akan kehampaan
Tapi berbaur dengan kebencian
Sisi lain hatiku berujar beda
Suatu kelegaan yang indah kuasa
Menghilang dari kenangan yang telah hilang
Syukurlah…
Aku tak iri lagi pada mereka
Merpati…
Angsa…
Manusia beruntung lainnya yang buatku iri selama ini
Sayap yang berguna…
Pembebasan…
Kepunyaan sanak famili
Penuh kasih, tentunya
Sedihku tetap tak berujung
Tersesat jauh dari otakku…
Hatiku yang dua sisi ini berulah lagi
Mementingkan diri sendiri
Tak sadar saling menyakiti
Isi kepalaku…
Orang kusayangi…
Kesempatan kelima ku
Budi baik orang asing…
Otakku bekerja keras
Atau malah tak peduli
Jalanan yang harus kutelusuri
Kerikil tajam, lurus mendaki
Licin, berbelok turunan
Rawa, basah lembab berlintah
Hutan, lembab penuh sesak
Gila!!
Aku mulai gila….
gubuk kendor 15.02.2010
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Malam Telah Lama Buta
- Proklamasi Lumpur Lapindo
- Puisi Berjudul Samar
- Tragedi
- Letih
- Bimbang
- Rindu yang Membekas
- Surat untuk Kekasih (bag. 13)
- Alhamdulillah Sudah
- Merdeka dalam Ejaan Kata
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda


























