Malam Telah Lama Buta
Malam telah lama Buta
diluar sana
angin menggoda
genteng-genteng
yang bocor
dikantor –kantor
Kelurahan
diujung jalan
yang bergelantungan
adalah Lampu lima watt
ditimpakan temaram
sinar rembulan
yang pucat
adalah suara bayang-bayang
dilorong jalan
kelam yang bertuah
udara tambah resah
gerobak-gerobak
makanan digiring
pedagang pulang
menuju kandang
Malam semakin buta.
Ia telah ditikam
ilmu hitam
Matanya dicongkel
Linggis maling
yang runcing
angin malam beradu
bubuk rindu
dinyanyikan burung hantu
Dan Jarum jam
berdetak-detak sunyi
Lampu-lampu telah mati
Maling merapatkan diri
Melintas halaman yang sepi
Jerit anjing diujung kampung
Sambung menyambung
Kedalam sarung
Kantuk menyerang pos ronda
Meraba marabahaya
Maling berdoa
Menarik nafasnya
Perlahan-lahan
membuka
jendela
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Proklamasi Lumpur Lapindo
- Puisi Berjudul Samar
- Tragedi
- Letih
- Bimbang
- Rindu yang Membekas
- Surat untuk Kekasih (bag. 13)
- Alhamdulillah Sudah
- Merdeka dalam Ejaan Kata
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........


























