Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

PUISI

Menatap Rasa

Masih di bulan Juni

Angin mendatangi jendelaku

Bisikkan rindu yang basah

Oleh hujan bulan Mei

Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya

Mendekap sepi di sela deru angin

Kelopak krisan mendongak saksikan kita

Riuh asalia berbisik

Meski takpernah letakkan tasbih

Aku dengar segala usik

Dari tirai hari demi hari

Kamu dan kamu begitu hafal gundahku

Sayangnya takpernah kelupas riakmu

Aku sempat berpikir

Duh, perdebatan ini

bagai menggantang asap, "Siasia"

Ooh, tapi, hatiku terlanjur jatuh

Di halaman negeri merah putih (FD)

 

Rinduku Terkubur di Kampung Lansek

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta berubah rupa
terbujur kaku di antara nisan batu
dan sedu-sedanku tak lagi menggema

di sini, kutuliskan segenap rasa
untuk jiwa yang kau bawa
ke alam nirwana
bersama

jauh di sana, di antara ilalang duka
kutitipkan setumpuk rasa
tentang kita

21 Pebruari 2016
Untuk sebuah nama, kisah cinta yang tak pernah terluka

 

Pertiwi Berbisik

Tengkurap Menangis Rindu...

Nak kenapa kita ada jarak...

Telapak kakimu tak lagi menyentuhmu....

Kau balut permukaanmu hingga akupun tak bisa menyentuhmu....

 

Nak....

Kenapa rimbunku kau babat...

Akar rumputkupun, banyak kau semaki wadah...

Denganya ku kan alirkan jernihnya mata air....

 

Nak....

Kenapa angin tak lagi bergulat mesra denganku...

Ia hanya lewat tanpa berkutat...

Salahkah bila air mataku menggenang, karena cintaku pada kalian.

 

Sebatas Angan

Kelak kalau ku telah terbang...

ku kan tepis awan menghilang...

ku biarkan mentari dengan senyuman..

dan bulan tersenyum terang...

 

Kelak jika ku menjadi pemenang...

kan ku rengkuh pertiwi yang terlentang...

ku hiasi dengan bunga-bunga bak taman...

ku bersujud lalu ku teriakan kata cinta nan lantang....

Baca selengkapnya...

 

Sungging Kawi Laras

Padamu sang penggagas...

terselubung di balik pentas....

dari apa yang kau mulai kian jelas....

bukan wajahmu, namun gambaranmu melintas....

 

Kau mewarna tak pernah puas....

torehkan lukisan semakin memanas...

lentur, halus, licin namun keras.....

dan kau kuatkan dengan berkas-berkas...

Baca selengkapnya...

 

Daun Kawa

Tak pakai gula Da tiap ku pesan

sepulang dari rumah keduaku di Bukittinggi,

bukan rumah tetuaku, juga bukan rumah hasil wasiat buyutku,

namun rumah wanita tua yang menawari asinya

untuk ku sambung menjadi tali tirai yang panjang sebalit pinggang.

Tiap minggu ku melarikaan panas dan menjemput dingin dari Payakumbuh.

bukan melarikan bukit yang singgah meminjamkan dingin di kedua sudut tulang sulbiku,

Baca selengkapnya...

 

Syair dari Aceh, "Ratoh Wartawan"

Salam'alaikum saleum meu layang,
Keu mandum rakan lam tiep-tiep sagoe,
Izin keu kamoe bacut neuk dendang,
Tentang ratoh wartawan nyang na lam nanggroe.

Peureulee neuk ratoh saboh khabaran,
Naseb wartawan nyang sabee buru beurita,
Memang ka lageenyan profesi kerjaan,
Sosial kontrol lewat media.

Sabee tiep uroee-seupot meulalu-lalang,                                                                                                                                   Laloe memburu dan canek beurita,

Na beurita rakyat meu tak-tak ngon parang,
Na chiet berita oknum peujabat cu peng neugara.

Mandum info tetap harus tersajikan,
Bah pih terkadang pihak wartawan di lakee plah muka,
Geureutak seureuta ancaman ka jeut keu piasan,
Kamoe wartawan teutap bergerak peulikak kamera.

Leupah lee macam berita di tayang,
Mulai bak koran cetak sereuta online media,
Hayeu berita headline di tanyang,
Kureung nibaknyan se-alakada.

Dari timu sampoe meuputa u baroh,
Meunan peusuroh tuntutan keureja,
Hasel kereuja kirem meubungkoh,
Mulai poh siploh email teu buka,

Para peujabat kanto kadang meuratoh,
Berita lam bungkoh leupah that gura,
Ladom meu tuleh kameng ka seungkhoh,
Rupajih tikoh baplueng peng guda.

Walaupun mumang jeut keu wartawan,
Soal keu makan hana that brat keunira,
Asai buet haleu keureuja seniman,
Kadang u Jeurman izin troh teuka.

Meubada oh no haba khabaran,
Sebagoe ratoh geulantoe meucalitra,
Bek na nyang teupeh bila bacut meuligan,
Watee neu baca.

Akhirul qalam kamoe ucapkan,
Seumoga geutanyoe mandum berjaya,
Peusaboh rakan,
Seureuta syeudara.

Ciptaan : Maulana Jabir Al Thaffi & Zulfadli Idris Muda Banta,

 

University

In our beloved country

Many hundreds thousands

Of young participants

Want to be university students

They want to reach achievements

With all their own talents

Although they get many assessment

They have allocated good investment

Baca selengkapnya...

 

Rinduku

Belasan tahun kita tanpa kata

Belasan tahun kita tak jumpa
Belasan tahun kita tak bertatap muka
Tapi, rasa rindu itu masih tetap ada

Aku memandang fhotomu yang kutemukan tanpa sengaja
Tak sanggup rasanya kutahan air mata
Bukan karena aku masih cinta
tapi karena teringat kisah perjalanan hidup kita

Baca selengkapnya...

 

HARAPANKU SEDERHANA

 

Tuhan,,,aku ingin ke rumahmu bersamanya,,,
Berjalan dengan ceria bersama kedua anakku tercinta...
Tuhan,,,aku ingin berdoa dengannya..
Aku ingin belajar mengenalMU lebih jauh melalui tangannya...

Tuhan,aku lelah selalu begini setiap hari..
Harapanku sederhana namun mengapa tak jua kau beri...
Tuhan mengapa aku harus alami nasib begini..
Apakah aku bukan insan yang kau kasihi..
Hingga slalu kau beri cobaan tiada henti...

Tuhan,,,aku lelah dengan semua ini...
Aku mohon tolong akhiri kesedihan ini...
Izinkan aku bahagia seperti yang mereka nikmati..
Harapanku sederhana tolong kabuli..

Tuhan aku cuma manusia biasa.
Aku bukan malaikat yang tahan berbagai ujian yang mendera...
Tuhan,ampuni aku yang banyak meminta...
Tapi akupun ingin bahagia seperti mereka disana...

 

WAKTU

 

Waktu kumengenal dirimu,adalah waktu yang teramat berharga...
Waktu kumemiliki kesempatan bicara padamu adalah waktu teramat istimewa..
Waktu ku menuliskan kisah tentang kita adalah waktu disaatku rindu didalam dada...
Dan waktu disaat sedihku dimana kau sibuk tak sempat menyapa......

Aku disini menatap fhotomu dengan senyum teramat bermakna..
Mengenalmu adalah suatu momen yang tak kusangka...
Aku disini menahan duka merindu dan meneteskan airmata...

Entah dimana garuda itu kini berada...
Dalam tangis ku hanya mampu mengirimkan doa...
Aku berharap garuda yang kucinta baik-baik saja..
Aku berharap garudaku tetap semangat penuh ceria..
Meskipun disana dia tidak sendiri namun berdua dengannya...

Waktu yang kujalani kini tak lagi bermakna.
Namun aku tetap bertahan dengan segenap jiwa...
Aku bukanlah wanita lemah dan manja...
Aku harus menjadi wanita kuat dan bijaksana.....
Aku akan menunggu kabarmu dibalik jendela...
Meskipun dari pagi hingga pagi lagi tak mengapa,,,,

 

AKU RINDU KAMU

 

Pernahkah kamu merasakan rindu yang teramat mendalam didalam hati?
Pernahkah kamu gelisah jika tidak mendapatkan kabar dari sang pujaan hati?
Masih bisakah kau makan dengan nikmat sementara kabar dari kekasih hati tak jua menghampiri....

Honey,,,egoisnya dirimu itu harus engkau sadari...
Aku menyayangimu tapi aku tak sanggup jika engkau tak mengabari...
Aku ingin engkau memberiku kabar setiap hari...
Karena kabar darimu laksana sinar matahari...
Aku rindu kamu honey,,apakah engkau tak menyadari?
Apakah ini ujian yang engkau beri?

Honey,,,,kau bilang tak ingin pertanyaanku terkesan menginterogasi...
Tapi mengapa kau seakan selalu menghindari...
Kau sibuk dan sibuk dengan diri sendiri...
Kau abaikan rasaku yang berusaha menyayangi....
Honey apakah ini caramu menguji nyali...?
Apakah ini rintangan yang harus aku lalui?
Honey,,,please honey aku tak kuat begini....
Jangan bikin diriku frustasi....
Honey,,,aku rindu kamu dan ingin kau berlari ke arahku dan kita saling melengkapi..
Honey,,kabarmu slalu kunanti,,,,kuharap kau pahami....

 

SELAMAT JALAN ANGELINE

 

Cantik wajahmu tak membuat hatinya menyayangimu...
Elok budimu tak membuat dia mencurahkan cintanya padamu...
Angeline,,,sungguh malang nasibmu....
Darahku mendidih membaca kisah tentang kematianmu....

Tak ada lagi gadis kecil yang memberi makan ayam dikandang itu,,,
Tak ada lagi gadis kecil cantik yang selalu berwajah sendu disekolah itu...
Malang nian nasibmu sayang,,,pergi dengan kisah yang teramat pilu....

Selamat jalan angeline sayang,,,syurga tlah menunggumu....
Disana tangan tuhan tlah menyambutmu,,,,
Bahagialah engkau disisinya bersama para ratu-ratu syurga yang akan menjagamu....
Selamat jalan angeline sayang,,,,aku akan berdoa untukmu...

 

KUSEBUT NAMANYA DALAM DOAKU

 

Tuhan,,,,jadikanlah diriku wanita yang senantiasa sabar dalam menjalani hidup dan kehidupan...
Berikanlah aku kemudahan serta keringanan langkah dalam menggapai impian..
Rahmatilah diriku,bimbinglah aku dalam menapaki jalan-jalan terjal penuh hambatan...
Jadikanlah aku wanita yang tangguh dan penuh keimanan....

Tuhan,,,,aku menginginkan dia yang menemaniku dalam kesendirian...
Aku ingin ada disisinya dalam suka dan duka kehidupan...
Kusebut namanya dalam doaku sebagai tanda sayangku semoga engkau berkenan...
Tuhan aku inginkan takdirku dengannya kau tuliskan...
Arahkan kami berada dijalanmu tuhan...
Aku dan dirinya ingin bersatu dan saling melengkapkan.

Tuhan aku percaya akan jalan dan takdir yang kau kehendakkan...
Aku berharap dalam doaku engkau ulurkan tanganmu dan mengabulkan....

Kutitip dirinya padamu dan tolong engkau jaga dan kau arahkan...
Aku hanya wanita biasa yang lemah tanpa kekuatan...
Hanya doa dan harapan yang menjadi sumber kekuatan....
Kusebut namanya dalam doaku kepadamu tuhan.....
Semoga dirinya senantiasa menjadi garam dan terangnya kehidupan.....

 

PEKANBARU

 

Dikota ini berjuta kenangan terbayang dipelupuk mata...
Kenangan suka juga kenangan duka bersama keluarga...
Namun kutinggalkan kota itu dengan perasaan terluka...
Tapi,,,biarlah cukup aku yang dapat membaca dan mengejanya alinea demi alinea ceritanya....

Ketika kuinjakkan kakiku lagi dikota ini,hatiku kembali menoreh luka..
Namun kusimpan semua karna ku disini menguntai asa bukan membuka luka...
Tuhan semoga kota ini pesonanya tak memudar karna cerita lama...
Kuinjakkan kakiku dengan langkah penuh lara tapi insan disana mengatakan aku garuda
Aku garuda tangguh yang harus melawan bara yang menyala...
Akan kusiram bara itu dengan segenap keikhlasan jiwa....
Pekanbaru hanya kota tempat dimana luka itu mengaga dan dia tak salah apa-apa..
Hanya insan durhaka itu yang mencoretnya dengan cerita nestapa tak bernorma..
Aku harus kuat melangkahkan kaki dengan ceria...
Karena cinta yang lain mengatakan akulah sang garuda perkasa
Aku harus mampu membuktikan aku setangguh garuda yang kokoh berdiri dengan segala macam problema....
Aku kembali di sini hai,,,kota pekanbaru lihat aku masih tersenyum kepadamu dengan semangat baru yang menyala....

(Catatan hati sang garuda,,,,meskipn engkau tak mengatakan pdku,,,namun ku merasakan langkah kakimu dikota itu,,,semangat honey,,,,tutup crita lama itu rapat2)

 

LINDUNGI DIA TUHAN

 

Tuhan,,,,jika malam ini kau kabulkan setiap doa umatmu tanpa kecuali,aku hanya memohon tolong jaga dia untukku...
Aku ingin besok diperjalanannya selamat hingga tempat yang di tuju...
Pekerjaannya tak terhalang segala sesuatu....
Tuhan aku mohon kau kabulkan permintaanku....

Lindungi dia tuhan dari hal buruk yang hendak mengganggu...
Jauhkan dia dari orang-orang yang kebaikannya palsu..
Lindungi dia tuhan dari cuaca yang tak menentu...
Aku bermohon kepadamu dengan segenap napasku....

 

AKU MENCINTAIMU

 

Keheningan malam ini menjadi temanku menggoreskan catatan dihati...
Kau yang begitu melekat didalam sanubari...
Kau yang selalu mengisi kekosonganku setiap hari...
Kini kutuliskan cerita tentangmu dibuku diary yang kusimpan dilaci....

Cintamu yang datang disaat hatiku perih terdzolimi..
Sayangmu yang datang disaat kehampaan menerpa diri..
Entahlah,,,aku berharap ini bukan mimpi atau ilusi...
Aku berharap kau akan terus ada disisi
Meskipun untuk semuanya tak akan mudah jika tak dilandasi perjuangan diri....

Aku mencintaimu,,,itulah yang kutuliskan kini..
Aku ingin kisah cinta kita selalu terpatri di sanubari..
Aku ingin menjadikan pertemuan kita sebagai memori...
Aku mencintaimu kata ini datang dari hati...
Aku ingin memiliki senyummu yang memancarkan energi...
Aku ingin memeluk tubuhmu dan tak akan ku lepas hingga pagi..
Aku mencintaimu,,,semoga kau membaca catatan sepenggal hati ini..

 

CERITAKU

Sore ini teramat mendung,mungkin akan turunnya hujan...
Tapi hati dan pikiranku mulai kembali berjalan menyusuri tepian...
Senyumku mulai datang seiring waktu berjalan...
Bukan karnamu,karnanya atau karna siapapun...
Tapi karena semangatku sendiri yang sengaja kupupuk perlahan-lahan...

Cerita hidupku memang tak menarik bagi sebagian insan...
Dan memang akupun tak butuh dipublikasikan...
Karna cerita kita,,,baik suka dan duka harusnya kita curhatkan hanya pada tuhan...
Cerita kita yang sedih,bahagia atau gelisah cukup antara kita dengan tuhan...
Tuhan bisa kita percaya dan pasti akan memberi jalan...
Tapi manusia???,,,belum tentu ikut memikirkan,,,karna hati tak ada yang mampu mengukur di depan kita dia kasihan tapi di belakang kita bisa saja menertawakan...
Hidup kita hanya kita yang tau dimana kita akan sandarkan...
Hanya kita sendiri yang tau mana batas aturan-aturan dan pijakan...
Cerita hidup kita selayaknya kita simpan dan memorikan...
Bukan untuk konsumsi manusia kebanyakan...
Sahabat memang sangat kita butuhkan sebagai teman mencurahkan...
Tapi sahabat belum tentu mampu kita andalkan....
Cerita hidup kita hanya antara kita dengan tuhan...
Hanya doa-doa saja yang harus banyak kita panjatkan...
Aku yakin senyum bahagia akan hadir dititian yang kujalankan...aamiin

 

HAMPA

Kini semangatku untuk hidup perlahan mundur..
Apa yang ku impikan dan cita-citakan mulai nanar dan kabur..
Cinta,sayang dan rindunya mulai luntur...
Apa yang ku bayangkan perlahan mulai hancur lebur...

Aku masih mampu untuk mengucap syukur...
Mungkin memang nasibku yang tak mujur...
Tapi semangat hidup tak seharusnya mundur...
Karena kuasa tuhan masih luhur...
Hampa memang hidup tanpa bersyukur...
Karena hidup hakekatnya maju dan mundur
Jika hidup kita hancur tak selamanya menjadi hancur..
Jika hidup kita mundur tak selamanya terus mundur...
Kita harus memperjuangkan sesuai jalur
Hampa hidup karena tak berharta bukan menjadi tolak ukur...
Hati yang ikhlas menjadikan hidup lebih makmur...
Hidup harus dijalani dengan rasa syukur..
Itu adalah kunci hidup makmur dan luhur

 

Rambutku rontok

Kusisir dengan jari rambutku tetap rontok...
Hatiku merasa gondok...
Tapi malu di ketawain kodok...
Ku sengaja membuat puisii yang agak lucu agar gundah hatiku tak mencolok...

Rambutku kian hari kian rontok...
Tapi aku masih bersyukur jika aku masih bernapas sampai besok...
Aku menatap wajahmu yang mencolok..
Ku lihat senyummu seperti mengolok...
Tapi aku tak gondok,karena mungkin kau berselorok...

Rambut yang rontok kusembunyikan di bawah kursi jok...
Bukan karena aku manusia jorok..
Aku hanya tak ingin sakitku terlalu mencolok...
Aku tak ingin orang hiba dan melongok.
Aku ingin ceria hingga napasku mogok....
Aku ingin tetap senyum meski jasadku teronggok...
Aku tak ingin ditertawakan sang kodok..
Aku juga tak rela diperolok...
Karena aku tak ingin terperosok di saat kesehatanku bobrok...
Aku ingin tetap ceria dan bertepok-tepok.
Meskipun nanti rambutku kian rontok bergepok-gepok...

 

BERHARAP INI MIMPI

Ku tatap jendela sunyi seorang diri.....
Ku reguk ramuan sepi ini dalam keheningan pagi...
Masih adakah sinar ceria menyapa diri?....
Entahlah,,,aku tak sanggup berfantasi lagi...

Bulir-bulir air mata menetes dikedua pipi...
Sakit yang kuderita kian menggerogoti hati..
Aku tak memiliki ramuan pencegah agar ku menunda mati...
Aku hanya memiliki sebait doa yang kukirim kepada ilahi rabbi...
Ya,,,aku berharap ini sebuah mimpi....

Aku di sini masih berselimutkan sepi..
Terhalang dinding kegelapan dan jeruji besi...
Aku ingin menggapai asa yang selama ini kurenda lewat ilusi.
Akankah ini semua akan terjadi nanti?
Berjuta tanya didalam hati kerap menghampiri..
Namun lagi-lagi aku tak memiliki jawaban yang pasti...

Aku menderita sakit yang mungkin tak akan terobati..
Mungkin raga ini sebentar lagi akan memisahkan diri dari duniawi...
Aku masih berharap ini hanyalah mimpi...
Namun surat itu masih belum berubah hingga kini...
Meskipun aku membacanya berkali-kali..semua tulisan itu tak jua pergi...
Ah...mungkin sudah suratannya harus begini....
Aku merenda sepi dari sakit yang tak akan terobati....

 

MENDERITA KARENAMU

Aku masih ada disudut ruang hampa udara...
Napasku sesak tak terhingga...
Namun kuberusaha tetap hidup sekuat tenaga...
Kulawan penghalang demi dapatkan cinta...

Waktu kian merambat tak terasa....
Episode-episode cinta berhasil kita renda...
Hingga tertata rapi menjadi sebuah cerita....
Aku mendekap bayanganmu dengan bahagia...
Namun perlahan-lahan bayanganmu sirna....
Disitulah aku menderita karenamu dan meneteskan airmata...

Sayang,masih adakah asa dihatimu saat puisiku ini kau baca?...
Masih adakah impianmu untuk kita berdua?.
Atau semua sudah benar-benar binasa..

Sayang,aku menderita karenamu itu hal biasa....
Itu bukti pengorbanan diriku atas menggapai cinta...
Tapi tanyakan pada hatimu saat ini jua....
Adilkah aku mendapatkan ini semua???

Sayang,,,,tak adakah sinar cintamu lagi untuk wanita seperti saya?
Apakah lambat laun engkau sadar aku tak pantas dijadikan ratu istana...
Atau mungkinkah singgasana itu tlah direbut permaisuri yang lebih mulia?
Aku menderita karenamu tapi aku akan tetap ceria...
Akan kususuri jalan ini hingga aku tak kuat lagi dan menyerah tak berdaya..
Semua itu akan berhenti dan berakhir hingga saat ku tutup usia...

 

KESUNYIAN

Aku meluangkan waktu setiap saat hanya untuk merindukanmu...
Namun,engkau meluangkan sedikit waktu untuk menyapaku...

Aku menghabiskan setiap waktu untuk memikirkanmu...
Tapi,engkau menghabiskan hari untuk kesibukanmu...

Aku meluangkan waktu setiap hari untuk memperhatikanmu...
Namun,kau hanya meluangkan sekian detik untuk katakan kau cinta dan rindukan aku..
Apakah semua ini adil untuk diriku????....

Cinta ini hambar bagiku,,,entah bagimu...
Apakah aku harus menarik diri darimu?...
Dan haruskah aku kembali dalam kesendirian seperti dulu...
Merenda hari-hari dalam kesunyian di setiap lorong waktu...
Mengizinkan kesunyian menyapa kalbuku...
Dan membiarkan kesunyian bernapas di tubuhku....

 

Peluh Perjuangan

Pak polisi, tubuhmu tinggi besar
bahumu kekar dan telihat sangar

Namun, di balik semua itu
kau tetap kembangkan senyum yang segar

Pagi, siang dan malam
kau berdiri di jalan raya siap menindak yang melanggar
Tak jarang pengendara yang melanggar lari ketakutan
tapi kau berusaha mengejar
Pengabdianmu sungguh teramat besar

Baca selengkapnya...

 

Kupu-Kupu Desa Kasingoli

Tariannya meliuk-liuk bagai tak terjadi apa-apa
Tetap terbang dengan damai di udara
Tetap memancarkan kesejukan dan keindahan di pandangan mata
Meskipun sang kupu-kupu menyimpan banyak cerita dan prahara

Baca selengkapnya...

 

Youth

Youth

By: Sukarno

 

Do you really understand?

That youths are great potentials

Do you really remember?

That youths are very essentials

Everything they do

They do it for the nation

Learn from world history

Youth

Please study and work hard

 
Artikel Lainnya...

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALPererat Kerjasama Bilateral Indonesia-Ma.....
14/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Mounia Boucetta (Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Maroko) melakukan kunjungan ke beberap [ ... ]



DAERAHDistrik Wartutin Kabupaten Fakfak memili.....
14/02/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Fakfak, Ketua Dewan Adat Baham Sirzet Gwasgwas memimpin acara pengukuhan dan pengangkatan M Syahril Yusuf Bay sebagai Raja Nadi Baham Sanggaria A [ ... ]



PENDIDIKANKepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Ingi.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Setelah mengikuti sesi sintesa masalah-masalah pendidikan di Sumba Timur dengan menggunakan pendekatan PDIA, Kadis Pendid [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGA30 Tahun Vakum, Porwada Jabar Kembali B.....
29/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Sebanyak 17 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kota-Kabupaten serta dua Pokja PWI Kota Bandung dan Gedung Sate sudah menyatakan iku [ ... ]



POLITIK23 Tokoh HMI Aceh Terima Said Hasan Baab.....
06/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-JAKARTA, Gedung Amel tempat resepsi ulang tahun HMI ke-71 terlihat begitu meriah. Dalam rangka ulang tahun HMI yang ke-71 maka KAHMI (Korps Alumn [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIMenyambut Imlek 2569 Pengurus PSMTI Ria.....
16/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Menyambut tahun baru imlek 2569, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar kegiatan bakti sosial dengan memba [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBICelengan Uang Dikuasai Maling.....
06/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Banda Aceh-Beberapa tahun yang lalu tepatnya awal puasa Ramadhan tahun 2014, di depan pintu gerbang makam/kuburan Teungku Di Bitay ada sebuah cel [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.