Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Pembukaan Kejurnas Pencak Silat 2011 di BANKINANG MUKTAMAR PPP KE.7 DIHOTEL GRAND ROYAL PANGHEGAR BAKeong Kuning
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 4979
Isi : 8241
Content View Hits : 1857247
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1660
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4631

Warga Online : 69
IP Kamu : 38.107.179.218
Pewarta Online













Inspirasi Profil Doktor-doktor Fenomenal dari Al-Azhar (5)
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Doktor-doktor Fenomenal dari Al-Azhar (5)

KOPI, PERJUANGAN panjang Rahmah El-Yunusiyyah telah berbuah. Sebelum berpulang ke Rahmatullah pada 26 Februari 1969, beliau telah dikenal luas di kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam sebagai tokoh perempuan yang gigih berjuang di lini pendidikan, khususnya untuk kalangan perempuan.

Dari perbincangan dengan berbagai pihak dan penelusuran referensi yang dilakukan, sebenarnya dua cita-cita besar Rahmah sudah jadi kenyataan, bahkan dewasa ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Cita-cita pertamanya adalah terlepasnya negeri dan bangsanya, Indonesia dari belenggu penjajahan dan perbudakan bangsa asing, dalam hal ini adalah Penjajah Belanda dan Jepang.

Cita-cita lainnya adalah hadirnya lembaga pendidikan khusus perempuan yang mampu memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Bahkan kini, di bawah kepemimpinan Fauziah Fauzan –generasi keempat dalam keluarga besar Rahah El-Yunusiyyah, Perguruan Diniyyah Puteri telah berkembang pesat. Seribuan lebih pelajar dan mahasiswa kini tekun menuntut ilmu di sana.

Dalam perkembangan terakhir, Perguruan Diniyyah Puteri telah mengasuh Pendidikan Anak Usia Dini dan Tempat Penitipan Anak (PAUD/TPA), Raudhatul Athfal (setara Taman Kanak-kanak), Madrasah Ibtidaiyah (setara Sekolah Dasar), Diniyyah Menengah Pertama (setara Madrasah Tsanawiyah), Kulliyatul Muallimat El-Islamiyah (setara Madrasah Aliyah), dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT).

Untuk memperkuat posisi lembaga-lembaga pendidikan formal itu, telah pula berdiri sejumlah divisi otonom, di antaranya Diniyyah Training Center (DTC), Diniyyah Research Center (DRC), Diniyyah Information & Technology Center (DITC), Diniyyah Garment (DG), Diniyyah Enterprise (DE), Diniyyah Tahfidzul Quran (DTQ), dan Diniyyah Counceling Center (DCC).

Lantas, adakah cita-cita lain yang belum terealisasi? Sebagaimana banyak dipernbincangan dalam literatur-literatur sejarah Indonesia dan Islam, Rahmah adalah seorang perempuan Minangkabau yang berpandangan luas, berpikiran jauh ke depan dan memiliki kemauan keras.

Paling tidak, terdapat dua cita-cita besar Rahmah yang belum terwujud hingga saat. Pertama, mendirikan universitas Islam untuk kaum perempuan. Universitas itu haruslah memiliki fasilitas lengkap dan mampu menampung 2.000 mahasiswi. Ada lima fakultas yang dicita-citakannya, yakni Fakultas Dakwah, Fakultas Adab, Fakultas Syariah, Fakultas Kesehatan dan Fakultas Perindustrian.

Kedua, Rahmah juga bercita-cita untuk mendirikan sebuah rumah sakit khusus perempuan. Kabarnya, pada tahun 1955, Rahmah sudah pernah menyampaikan cita-citanya ini kepada dua dokter asal Jerman yang merupakan pasangan suami-istri. Dr. Zwick, nama dokter yang bekerja di RSU Padang Panjang itu, merespon positif dan mendukung gagasan besar Rahmah. Sayangnya, karena faktor usia, dan beragam kendala teknis lainnya, kedua cita-cita itu tak bisa diwujudkannya.

Mungkinkah Fauziah Fauzan yang kini melanjutkan kepemimpinannya di Diniyyah Puteri bisa mewujudkan? Perjalan zamanlah yang akan menjawabnya kelak.

Di bidang pendidikan, sesungguhnya Rahmah sangat berkeinginan melihat kaum wanita Indonesia mendapat kesempatan penuh menuntut ilmu pengetahuan yang sesuai dengan fitrah wanita, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan mendidik mereka sanggup berdiri sendiri di atas kekuatan kaki sendiri, yaitu menjadi ibu pendidik yang cakap dan aktif, serta bertanggungjawab kepada kesejahteraan bangsa dan tanah air, di mana kehidupan agama mendapat tempat yang layak.(Musriadi Musanif)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."