Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
DPRD Blitar Malas Kunjungi KonstituenMoh TahrilKejar Setoran ?
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 4979
Isi : 8241
Content View Hits : 1857236
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1651
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4631

Warga Online : 71
IP Kamu : 38.107.179.216













Inspirasi Opini Jujur, Profesional dan Kecerdasan Angie
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Jujur, Profesional dan Kecerdasan Angie

KOPI - Syahdan, dengan senyum-senyum simpul saya ikut terbawa irama melodi drama sang Mantan Putri tercantik disepanjang landai tanah zamrud khatulistiwa. Tanpa terasa lebih setangah hari mengikuti cerita dalam telenovela Sang Putri dan Sang Mulia dengan setting yang hanya disebuah ruangan tak lebih dari sepuluh kali sepuluh meter tetapi suasananya melebihi pemandangan alam Bali atau Pulau Raja Ampat yang termasyhur itu.

 

Saat episode pertama ini selesai (ngarep semoga tidak ada episode selanjutnya) saya langsung berdiri tegak dan memberikan tepuk tangan sepuluh jari dan standing ovation buat Sang Putri Jelita dengan luapan sebait kalimat “Angie sangat Jujur , Profesional dan Cerdas”. Tapi anehnya ucapan spontan saya itu disambut dengan ejekan dan sindiran dari gerutuan teman-teman yang sama-sama menyaksikan episode telenovela itu. “Angie Jujur ? so what getu lhooo !!!”, “Jujur dari liang kubur” kata teman saya lainnya, “cerdas mengenaskan” timpal teman saya yang lain dengan riuh dan ungkapan sumpah serapah lainnya.

Saya terdiam, sepertinya saya menjadi aneh sendiri dihadapan teman-teman. Saya “kasihan” pada Angelina Sondakh (Angie) seorang putri secantik dan sepintar dia menjadi bahan olok-olokan teman teman saya, walaupun Angie tidak memerlukan pengasihan, apalagi seperti saya yang hanya masyarakat biasa. Baiklah, saya akan mencoba memberikan argumentasi beberapa aspek kejujuran, profesionalitas dan kecerdasan Angie dibandingkan dengan Sang Mulia, Sang Pengacara dan pesakitan Tuan Nazaruddin hari itu.

Pertama, Angie sangat jujur dengan kepemilikan HP BlackBerry nya, walaupun Sang Pengacara dan Tuan Nazaruddin sudah mati-matian menunjukkan foto Sang Putri yang lagi duduk didepan bundar meja kerjanya dengan aura keibuan yang terpancar dari janin yang sedang dikandungnya dengan hiasan dua buah HP yang sangat mentereng, dan belakangan sang pakar telematika Roy Suryo yang satu perbidukkan dengan Sang Putri meyakinkan dengan pisau analisis keilmuannya bahwa salah satu HP yang ada di meja itu adalah BlackBerry dengan type Bold 9000.

Walaupun itu dulu, jikapun nantinya terbukti secara sah memang itu adalah HP BB yang pernah dekat dihati Angie, tetapi Angie tetap Jujur dengan pernyataannya saat shooting di hari yang cerah itu. Karena Sang Mulia dan Sang Pengacara termasuk Tuan Nazaruddin hanya menanyakan “apakah Saudari Saksi memiliki HP BB ?”, tentu saja Sang Putri menjawab tidak memiliki, jika HP BB itu milik Angie tentunya Angie membelinya dengan duit milik dia sendiri. Coba saja Sang Mulia dan Sang Pengacara sedikit cerdas dengan pertanyaannya “apakah saudari mendapatkan HP BB pemberian dari duit seseorang atau sekelompok orang?”, mungkin saja akan dijawab dengan kata lain oleh Sang Putri.

Kedua, Angie sangat Profesional dengan profesinya. Sebelum merambah dan mencoba-coba profesi politisi yang harus minimal memiliki kompetensi tentang seluk beluk ilmu pemerintahan, hukum, politik, sosial budaya, ekonomi , dan ilmu tentang tata kenegaraan lainnya, yang mengantarkan Sang Putri mewakili suara rakyat. Semua orang sudah tahu latar belakang dan profesi Angie yang sesungguhnya ialah sang sosialita dan entertain yang bermutu dimiliki bangsa ini, jiwa seni dan keartisan begitu deras mengalir disanubarinya, salah satu perwujudannya mahkota utama Putri Indonesia disabetnya, berbagai bidang entertainment digelutinya dan yang paling terkenal dan diulang-ulang penayangannya bintang iklan “katakan tidak pada korupsi” begitu lekat di hati masyarakat.

Maka tidaklah heran dan kita harus mengakui secara jujur bahwa Angie hari itu sangat memahami, mempelajari dan mendalami lakon utama telenovela yang dimainkannya sebagai aktualisasi dari profesi keartisannya yang disiarkan langsung keseluruh pelosok jagad hari itu sangat mengagumkan. Jadi jangan salahkan Angie memainkan beragam lakon yang menjadi keahliannya, karena masyarakat sendiri yang memilih Angie untuk menukar profesinya menjadi wakil daulat rakyat. Angie super profesional.

Ketiga, dibidang kecerdasan, Angie tak bisa disangkal lagi. Sebagai seorang yang sudah mencapai puncak pendidikan tertinggi dijenjang doctoral, Angie mempertangungjawabkan keilmuan yang diperoleh dengan susah payah didapatkannya itu didepan kita semua. Begitulah memang seharusnya seorang kandidat sarjana, magister dan doctoral jika diuji didepan dosen dan guru besar tim penguji. Angie dengan tenang, lugas, tegas dan tuntas menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, sehingga membikin kelabakan dan kesulitan sendiri bagi tim penguji yang mengajukan pertanyaannya, dan pemirsa yang menyaksikan tak habis garuk-garuk kepala dan bahkan ada yang melempar lempar benda ke televisi.

Angie tentu sebelum pengambilan gambar untuk ujian terbukanya ini, sudah mempersiapkan diri jauh jauh hari dengan mempelajari segala seluk beluk substansi yang akan diprediksi menjadi bahan pertanyaan oleh sang penguji, termasuk mempelajari pilihan dan terminologi kata yang akan diucapkan, mimiek wajah, intonasi suara, dan gerak alis matapun harus dipelajari sedetil mungkin, karena Angie sangat berpengalaman dalam pemilihan Putri tercantik sejagad Indonesia bahwa gerak bibirpun sangat menentukan hasil akhir. Selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, disamping belajar, tentunya mengunjungi teman-teman atau mengumpulkan orang-orang yang memiliki kapasitas ilmu teruji untuk dimintakan ilmunya mutlak dilakukan, karena menimba pengalaman dari senior, mentor dan teman teman dekat sangat membantu untuk peningkatan kepercayaan diri dan motivasi bagaimana untuk lulus pada ujian penentuan didepan tim penguji. Karena itulah term kata tidak tahu fasih dihafalkan. Angie memang cerdas.

Bagi saya dan berharap bagi masyarakat bangsa Indonesia yang berperadaban mulia yang menonton telenovela Angie hari itu, harus banyak belajar dari kejujuran , keprofesionalitasan dan Kecerdasan yang dipertontonkan Angie.

Kita melihat saat ini betapa kejujuran itu sangat jauh dari kita, tidak hanya dibidang birokrasi, legislatif, penegak hukum, dan dunia pemerintahan lainnya tetapi bidang lainnya juga tak kalah bedanya sebut saja dunia usaha, parpol, pers, LSM, perguruan tinggi dan sebagainya. Satu kata satu perbuatan sudah sangat sulit kita temukan, buktinya kasus-kasus yang mencela bangsa dari beragam profesi setiap hari hidangannya tak pernah henti menghiasi berita bangsa ini.

Begitu juga sebuah kata Profesionalitas, yang sering diagung-agungkan, lihat saja saat ini banyak profesi profesi yang tidak disandarkan pada orang yang ahli dibidangnya, di institusi pemerintahan sangat kentara sekali baik pusat maupun daerah, begitu keilmuan seseorang sangat tidak dihargai, jabatan sangat tergantung pada sang nakhoda, aturan kepegawaian diputarbalikkan, kepangkatan, pengalaman dan keilmuan seorang hanya sebuah pelengkap penderita. Saat ini banyak kita mendengar istilah non job diberbagai daerah akibat politik dari demokrasi electoral yang banyak melahirkan pemimpin yang berwatak material dan pragmatis.

Dibidang peningkatan Sumber Daya Manusia dan pengolahan kecerdasan. Bagaimana bangsa ini bisa cerdas, berintegritas, memiliki komitmen dan berkarakter mulia jika dapur pembentukan kecerdasan dan karakter itu sendiri tak kalah tidak cerdasnya dengan Angie, lihat saja dari pendidikan TK sampai Perguruan Tinggi saban hari kita dengar kasus-kasus penyelewengan menyandera bangsa ini.

Angie hanya sebait episode betapa Kejujujuran, Profesionalitas dan Kecerdasan bangsa ini tersandera dalam balutan kamuflasenya…

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."