Wakil Rakyat Harus Merakyat
KOPI, Tanjungpinang - Sebagai Wakil Rakyat yang dipilih secara langsung seharusnya benar benar menyuarakan hati nurani rakyat sehingga kepercayaan rakyat dapat tercapai apa yang diinginkan dalam perubahan ataupun kemajuan dalam kesejahteraan itu sendiri.
Dalam kenyataan yang kita rasakan sekarang ini adalah Wakil rakyat telah duduk lupa akan janji janji kepada rakyat yang memilihnya,bahkan setelah duduk pada kursi yang elegan dimamfaatkan untuk menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan diri sendiri ataupun bersama sama sesama Wakil rakyat.
Dalam lantunan Iwan Fals yang menjadi kenyataan yakni Wakil Rakyat bukanlah Paduan suara, bukan malah tidur saat rapat dalam hal gelar pendapat.
Para tokoh politik merupakan orang orang yang pemikiranya selalu kedepan tanpa melihat kekiri atau kekanan bahkan seharusnya juga melihat kebelakang dalam arti melihat sejauh mana kemauan ataupun keinginan rakyat.
Memang bukan berarti kemauan rakyat semua terpenuhi namun untuk saat ini seharusnya 70% keinginan rakyat terkabulkan dan setiap tahun harus meningkat dalam penyerapan suara hati nurani Rakyat.
Untuk jenjang pendidikan wakil rakyat kita tidaklah semua Sarjana,SLTA pun perlu dalam arti SLTA yang kelulusanya dibawah tahun 2000 atau 2001 karena selebihnya tahun tersebut Sarjana sudah mulai banyak.
Selain itu, wakil rakyat harus menerima kritik dari masyarakat dan sanggup melepaskan kursinya saat rakyat sudah mengeluarkan mosi tidak percaya dengan catatat dibuktikan dengan dalih ataupun kenyataan fakta yang telah ada dan diproses secara hukum seperti masyarakat biasa.
Apabila tidak terbukti tidak bersalah maka wakil rakyat tersebut berhak duduk kembali dan rakyat yang mengajukan mosi tidak percaya tadi terbalik yang diproses dijalur hukum yang berlaku sehingga wakil rakyat kita benar benar bersih dan dapat mementingkan kepentingan rakyat.Suwarno
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Urgensi Pendidikan Anti Korupsi
- Subsidi BBM, Tidak Tepat Sasaran dan Pemborosan APBN
- Saat Angie Terjerat, Demokratpun Sekarat
- Karakter Bangsa; Kaya Dialektika, Miskin Tindak Nyata
- Negeri Banyak Ritual
- Kontroversi Konsep Sukses Mario Teguh VS Bob Sadino
- Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah
- You Are Special
- Karena Sistem Menghendakinya
- Banyaknya Orang Menganggur Disebabkan Orang Itu Sendiri
- Tenggelam dalam Dunia Maya
- Konsekwensi Kebijakan Penggunaan Tower Bersama
- Korupsi Menjamur, KPK Dikubur, Pejabat Makmur
- Persamaan dan Perbedaan Kiai
- Menunggu Peran Besar Operator Cerdas


























