Saat Angie Terjerat, Demokratpun Sekarat
KOPI - Kisah kelanjutan kasus Wisma Atlet yang dibintangi oleh Nazarudin akhirnya menyeret Artis yang sekaligus kader Partai Demokrat Angelina Sondakh. Sontak setelah berita itu mengudara, para kader Partai Demokrat lainnya pun ikut brifing dengan dibarengi rasa cemas dan galau menghadapi tanggapan negatif dari masyarakat tentang Partai kesayangannya.
Ada sederet nama yang disebut Nazarudin ikut terlibat dalam kasus ini yaitu Nirwan Amir, Annas Urbaningrum, dan Andi Malarangeng. Citra Demokrat pun semakin memudar yang pada Pemilu kemarin menyandang gelar Partai Pemenang Pemilu. Sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan oleh internal Partai Demokrat.
Semakin Defensif nya Partai Demokrat dalam menanggapi kasus yang menimpa kadernya tersebut, maka diprediksi akan semakin gencarnya terpaan kritik yang dilontarkan oleh masyarakat dan para pengamat Politik. Kepercayaan masyarakat kepada Partai Pemerintah ini pun cenderung menurun, hal ini merupakan konsekuensi Partai Demokrat atas ulah kadernya itu. Partai yang pada kampanye Pemilu lalu menyuarakan untuk berkata “TIDAK” pada Korupsi justru Sekarat karena tersandung kasus Korupsi. Ini merupakan dilema bagi Partai Demokrat, apalagi jika Ketua Dewan Pembinanya telah berjanji akan berdiri paling depan untuk jihad melawan Korupsi.
Kata kuncinya berada pada komitmen Partai Demokrat untuk menunjukan keberaniannya memecat kadernya yang tersandung kasus Korupsi. Jika kondisi ini dibiarkan dan Partai Demokrat cenderung untuk bungkam apalagi membela, maka konsekuensi logis akan menimpanya di Pemilu 2014. Ditambah kegaduhan antara kadernya sendiri yang saling memojokan satu sama lain membuat kondisi internal Partai Demokrat semakin sekarat. Seharusnya para kader Demokrat berfikir bagaimana agar tidak lagi kader Partainya terjerat kasus Korupsi.
Banyak upaya yang mesti dilakukan oleh internal Partai Demokrat untuk menghindari dan memastikan bahwa kadernya tidak terjerat kasus Korupsi yaitu dengan upaya Pembersihan Kader yang namanya telah masuk daftar KPK (upaya pemecatan dan non aktifkan) dan mengecek laporan kekayaan para kadernya. Hal ini penting dilakukan oleh internal Partai Demokrat guna menjaga nama baik dan eksistensi Partai dalam menghadapi Pemilu 2012. Cita-cita menjadi Partai yang ingin jihad melawan Korupsi pun menjadi sebuah “Fatamorgana”, jika sikapnya tak kunjung menunjukan komitmen untuk melakukan Reformasi Birokrasi.
Arjuna Putra Aldino, Mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Penidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Karakter Bangsa; Kaya Dialektika, Miskin Tindak Nyata
- Negeri Banyak Ritual
- Kontroversi Konsep Sukses Mario Teguh VS Bob Sadino
- Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah
- You Are Special
- Karena Sistem Menghendakinya
- Banyaknya Orang Menganggur Disebabkan Orang Itu Sendiri
- Tenggelam dalam Dunia Maya
- Konsekwensi Kebijakan Penggunaan Tower Bersama
- Korupsi Menjamur, KPK Dikubur, Pejabat Makmur
- Persamaan dan Perbedaan Kiai
- Menunggu Peran Besar Operator Cerdas
- 10 November, antara Surabaya dan Majapahit
- JFK, Indonesia, CIA dan Freeport
- SMA Negeri 5 Jahudi Medan, Dulu Harum, Sekarang???


























