10 November, antara Surabaya dan Majapahit
KOPI, 10 Nopember 2011, peringatan 66 tahun Hari Pahlawan. Mengenang aksi perlawanan arek-arek Suroboyo atas ultimatum Tentara Inggris, yang memerintahkan siapa saja, sipil maupun militer, orang Indonesia untuk menyerahkan senjata kepada AFNEI dan NICA. Batas penyerahan senjata itu 10 Nopember 1945, pukul 06.00.
10 Nopember 2011. peringatan 718 Majapahit. Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit sekaligus resmi berdirinya Majapahit sebagai kerajaan. Penanggalan pada saat itu, 12 Kartika 1215 Saka. Sang Raja bergelar Kertarajasa Jayawardhana.
Kita sangat familiar dengan Surabaya juga Majapahit. Di Surabaya ada Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, Stasiun Semut, Rumah Sakit Darmo, Gedung Bekas Museum Mpu Tantular, Hotel Majapahit, Rolak Kali Jagir, Hotel Internatio. Kita juga familiar dengan Majapahit yang konon terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Sekitar 40 kilometer di barat Surabaya. Ada Gapura Bajang Ratu, Kolam Segaran, situs rumah masa Majapahit, Makam Troloyo, petilasan Raden Wiaya, dan banyak lagi. Sebagian besar masih terawat.
Hari Pahlawan dan Ulang Tahun Majapahit. Ternilai secara immaterial. Bahwa di masa lalu, pernah ada kisah tentang kejayaan. Ada kisah tentang perjuangan. Orang-orang biasa yang peduli dan melakukan kerja-kerja besar. Hingga mendapatkan nilai kebagusan.
Saat ini sejarah diukir. Kelak, generasi kita akan mengenangnya. Bahwa pada peringatan 66 tahun Hari Pahlawan dan peringatan 718 berdirinya Kerajaan Majapahit, sudah banyak koruptor yang masuk kandang. Dan, mandeg sudah kaderisasi koruptor di negeri ini.
Bahwa generasi Indonesia, sekian puluh atau ratus tahun mendatang akan mengenang maraknya koruptor. Bahwa saat itu, Indonesia sudah mampu menghargai jasa pahlawannya; yang mengukir Hari Pahlawan, yang mengukir berdirinya Majapahit sebagai kerajaan besar.
Berharap, semoga saat ini saya sudah memulainya. Semoga kita sudah memulainya.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- JFK, Indonesia, CIA dan Freeport
- SMA Negeri 5 Jahudi Medan, Dulu Harum, Sekarang???
- Mencegah Kejahatan di Angkutan umum
- Radikalisme di Internet
- Palestina Bagian dari Israel Itu yang Terbaik
- Menyongsong Era Globalisasi Pondok Pesantren
- Muammar Khadafi Banci Taman Lawang
- Safari Penguasa dan Pejabat di Bulan Ramadhan
- “Sandiwara” Nazar Dimulai
- Pengguguran, Tabu atau Kesehatan?
- Uji Kendaraan Sarana Mewujudkan Cinta Lingkungan
- Halo SBY, Kapan Kasus Rudy Arifin, Gubernur Kalsel Jadi Perhatianmu?
- Pejabat Miskin
- Benang Merah Persatuan Dipersembahkan Pramuka untuk Persatuan Indonesia
- Rakyat Butuh Hiburan, Tak Butuh Bualan


























