SMA Negeri 5 Jahudi Medan, Dulu Harum, Sekarang???
KOPI, Tinggal menghitung hari maka akan tibalah waktu perayaan HUT Emas dan Reuni Akbar SMA Negeri 5 Medan, tepatnya 28-29 Oktober 2011. Semua perayaan itu akan dirayakan di SMA Negeri 5 Medan Jl. Pelajar Stadion Teladan Medan dan tidak jauh dari Monumen Raja Sisingamangaraja XII atau kurang lebih 6 Km dari titik nol Kota Medan yang ditemukan oleh Guru Phatimpus, dan sekarang menjadi kantor Gubernur Sumatera Utara. Penantian HUT Emas dan Reuni Akbar 50 tahun SMA Negeri 5 Medan membuat hati para alumni berbunga-bunga. Sama situasinya saat sebagian besar manusia di bumi menantikan Federation of International Football Association/FIFA yang 4 tahun sekali rutin di gelar. Ketik di google/yahoo, FIFA Ajang Para Patriot.
Perjalanan yang sangat melelahkan dimulai dari murid yang tentu sangat sederhana dalam berpakaian bahkan sebagian mungkin tidak bisa sarapan pagi dan bahkan harus berjalan kaki 1-10 km menuju sekolah tercinta SMA NEGERI 5 MEDAN. Masa hidup yang getir/pahit mewarnai kehidupan pada waktu itu dari Sabang hingga Merauke. Maklum baru merdeka.
Perdebatan ilmiah/umum, hitung menghitung, perencanaan/analisis, ketelitian adalah ciri khas SMA Negeri 5 Medan yang sangat menonjol. Penguasaan hukum, matematika, profesionalisme dll begitu kental terlihat dari setiap individu SMA N 5 Medan. Lihat bidang hukum dll yang dikuasai Jahudi Batak dan diakui dunia. Begitu juga bidang lain Matematika/hitung-menghitung sampai inang-inangpun menguasai peredaran uang dari Proyek Senen Jakarta hingga setiap pelosok daerah. Semua itu harus dilakukan secara teliti dan profesional. SMA Negeri 5 Jahudi Medan dulu harum sekarang ?????
Anakkon hi do hamoraon di au naikkon marsikkola do satimbo-timbo na lagu ciptaan Nahum Situmorang menjadi motivasi bagi orang BATAK dan warga sekitar Medan seperti Melayu, Banjar, Nias, Jawa, Benggali, Keling, India dll, berlomba-lomba untuk menyekolahkan anaknya hingga kesekolah yang paling tinggi. SMA Negeri 5 Medan salah satu SMA paporit/pilihan di Medan menjadi tempat bersandar atau berlabuh sementara untuk menuntut ilmu yang kemudian berpisah puluhan tahun dengan teman2 alumni, guru, pegawai sekolah, penjual mie sop (makanan ciri khas Medan) dll. Terbang jauh bak burung bermigrasi antar negara atau antar benua untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Juga antar Propinsi di Indonesia ditempuh yang penting pendidikan harus setinggi langit. Begitulah motivasi yang selalu ditanamkan para Guru SMA Neg 5 atau SMA Neg Limper Medan tercinta kepada setiap muridnya. Namun sebagian lagi harus berhenti atau hanya sampai SMA saja. Mengalah demi sang adek agar kelak dapat terus maju sekolah hingga ke perguruan tinggi.
Ada yang bekerja serabutan, pebisnis/pengusaha, pegawai, jurnalis, presenter, guru, dosen, rektor, peneliti, ilmuwan dll. Menjadi penguasa, politikus, wakil rakyat, pejabat, seniman, penulis, dll juga menjadi pilihan.
SMA NEGERI 5 MEDAN melalui Guru yang handal, ENGKAU telah menghantar kami ke puncak sukses hidup yang tak dapat kami lupakan sepanjang hayat hidup kami. Terima kasih, Tuhan memberkati SMA Negeri 5 Medan.
Dari 1960 hingga 2011 percisnya 50 tahun SMA negeri 5 Medan mejadi alasan agar tahun EMAS itu dirayakan secara meriah dan sekaligus temu kangen atau rindu membara. Bagaimana wajahmu sekarang kekasih ????? atau dengan reuni ini akankah keluar kebersamaan semua alumni SMA Negeri 5 Medan yang tersebar disemua pelosok bumi dalam peduli menuju manusia sejahtera, adil dan makmur ?????
Pergantian hari yang terus terjadi walaupun lambat namun pasti telah membawa perubahan yang revolusioner. Surat Pos/Pager digantikan Internet dengan teknologi canggih yang dapat menghantar komunikasi super cepat bahkan langsung. Facebook, Tweeter, MySpace, Netlog, Wayn dll merupakan alat media yang selalu digunakan dalam menghimpun kekuatan dalam melakukan perubahan yang revolusioner. Menghimpun teman disemua pelosok bumi menjadi gampang dilakukan dengan adanya Facebook dll.
Reuni yang melanda dunia sekarang tak lepas dari buah karya Presiden Amerika Serikat ke 40 Ronald Wilson Reagen yang melahirkan globalisasi sehingga menghasilkan Google, Yahoo, Facebook buah karya sang Jahudi Mark Zuckerberg mahasiswa Universitas Harvard dan rekannya, Tweeter dan Timnya dll. Media software komputer seperti Facebook dan Tweeter adalah yang terdepan dalam mewujudkan semua reuni/pertemuan di jagad raya. Bahkan Revolusi yang terjadi di Timur Tengah adalah akibat peran besar Facebook, Tweeter dll.
Secara umum sekarang bahwa mutu pendidikan di Indonesia merosot tajam, kurikulum tidak jelas. Fungsi sekolah bergeser. Pemerkosaan/pemaksaan penggunaan lambang keagamaan tertentu terhadap guru, murid menjadi hal yang biasa terlihat. Libur panjang dan berpindah-pindah membuat kacau pendidikan. Pokoknya semua menjadi serba picik, munafik. Fisik menjadi media pamer utama yang menggeser hati.
SMA Negeri 5 Jahudi Medan Dulu Harum Sekarang????? Jangan biarkan bau, agar tetap harum dan berkumandang ke seluruh pelosok bumi.
Terakhir saya menyarankan kepada semua alumni SMA Negeri 5 seusai pagelaran akbar Reuni dan Tahun Emas ini supaya ditindak lanjuti dengan :
1. Membuat proposal pembangunan SMA Negeri 5 Medan agar dibangun 3-5 tingkat. Sehingga jumlah murid dan guru bisa ditambah3-5 kali dari jumlah sekarang.
2. Membangun fasilitas Laboratorium Komputer, Kimia, Biologi, Fisika, dan Bahasa bertaraf Internasional.
3. Membuka no rekening bank Alumni SMA Negeri 5 Medan diatas badan hukum. Bagi info (ada Alumni SMA Negeri 5 Medan) di Pakanbaru yang sudah dikenal masyarakat umum akan kehandalan hukum yang digeluti. Mungkin masih banyak lagi rekan kita di tempat lain. Tinggal menunggu komitmen dalam melakukan managemen transparan. Saldo setiap saat bisa dilihat semua alumni.
4. Setiap Alumni dengan kerelaan hati bisa mentransver ke no rek A SMA N 5 Medan tsb. Terserah bisa Rp.100 rb; Rp. 1jt; Rp. 1m dll. Pokoknya maksimal transver tidak dibatasi. Transver bisa setiap hari/minggu/bulan dll. Bayangkan kalau ini terwujud minimal per tahun bisa terkumpul Rp.100 juta – Rp. 1 miliar. Penggunaannya cari manusia jenius/super pintar di SMA 5 Medan dll yang kurang mampu secara ekonomi, sekolahkan hingga keluar negeri. Kelak setelah kerja dia akan mengembalikan bantuan itu. Bisa juga dalam bentuk usaha/bisnis yang menguntungkan dengan resiko kerugian jangan sampai terjadi. Kalau terwujud seperti yang begini SMA N 5 Medan akan menghasilkan banyak ilmuwan, pengusaha, pemimpin bukan hanya di Indonesia tetapi diluar negeri. Lihat Barack Obama turunan Afrika ternyata bisa menjadi Presiden Amerika Serikat. Alumni SMA N 5 Medan mampu mewujudkan itu. Tuhan memberkati Alumni dan SMA N 5 Medan tercinta.
5. No 1 & 2 bisa terwujud mengingat dana/anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah sekarang Rp. 64 triliun.
6. Anakkon hi do hamoran di au (Ciptaan : Nahum Situmorang)
Sebaiknya dinyayikan bersama pada saat pembukaan acara dan penutupan acara. Lagu ini diharapkan menjadi motivasi seperti yang sudah-sudah bagi murid SMA Negeri 5 Medan dll. Pernah saya dan beberapa intelektual (sarjana, master, doktor, profesor, kolonel, jenderal) dll duduk bersama yang hampir semua berkata, “dulu anak orang tua kita 5 bahkan lebih bisa semua sarjana, lah sekarang anak cuma 2 masuk ke SMP saja sudah ngos-ngosan, tidak tahu apa kelak besok mereka bisa kuliah atau tidak. Ingat…. Ingat (ini bukan promosi pemilihan umum loh) bahwa kondisi negara dari waktu ke waktu semakin runyam dan tidak mampu memberi garansi akan pendidikan.
Nyanyikanlah bersama syair lagu dibawah ini wahai rekan / kawan / teman / sahabat /saudara/murid /guru/pegawai dan seluruh hadirin …..
Marhoi hoi pe au inang da tu dolok tu toruan
mangalului ngolu-ngolu na boi parbodarian
asal ma sahat gellengki da, sai sahat tu tujuan
anakkon hi do hamoraon di au
nang so tarihuthon au pe angka dongan
ndada pola marsak au di si
alai anakkon hi da dang jadi hatinggalan sian dongan magodang na i
hugogo pe mansari arian nang botari lao pasikkolahon gelleng hi
na ikkon marsikkola do satimbo-timbo na
sikkap ni natolap gogo ki
ai tung so boi pe au inang da mar nilon mar jamtangan
tarsongon dongan-donganki da mar sedan mar berlian
asal ma sahat gelenngki da sai sahat tu tujuan
anakkonki do hamoraon di au
Sekilas tentang penulis :
Ir. Syarifuddin Simanjuntak
- Alumni IPA 81.
- Perencana Penelitian di Badan Litbang Pertanian Deptan/Kementan.
- Pencetus ide yang kemudian dicuri pemerintah, Dewan Riset Nasional (DRN)/Kebijakan Penelitian Satu Pintu.
- Pencetus ide yang kemudian dicuri pemerintah, agar Peneliti yang bukan di Universitas dikasih gelar Profesor. Namun entah ide gila siapa lagi dibelakang Profesor ditambah lagi embel-embel Riset. Jadilah Profesor Riset dan ditandatangani Ketua LIPI/Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sampai sekarang saya tidak pernah setuju pemberian embel Riset dibelakang Profesor dan ditandatangi Ketua LIPI. Ini sama dengan penghinaan terhadap scientists/ilmuwan dan pelecehan ilmu pengetahuan dimuka bumi. Sebagai pembanding bahwa gelar Profesor di Perguruan Tinggi ditandatangani Presiden RI.
- Penggagas dan Pendiri Lembaga Ilmu Pengetahuan Demokrasi dan HAM
- Pengamat Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia/P2MBSI.
- Pendiri Persatuan Penggemar Kelinci Indonesia/Prengki.
- Pendiri bersama rekan2 di Balitnak, pengajar di Universitas, World Rabbit Science Association Branch Indonesia/WRSA yang berpusat di Paris Perancis.
- Berpartisifasi di Asian Rabbit Production Association.
- Pendiri Persatuan Penggemar Ayam Patuk Indonesia/PAPI.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Mencegah Kejahatan di Angkutan umum
- Radikalisme di Internet
- Palestina Bagian dari Israel Itu yang Terbaik
- Menyongsong Era Globalisasi Pondok Pesantren
- Muammar Khadafi Banci Taman Lawang
- Safari Penguasa dan Pejabat di Bulan Ramadhan
- “Sandiwara” Nazar Dimulai
- Pengguguran, Tabu atau Kesehatan?
- Uji Kendaraan Sarana Mewujudkan Cinta Lingkungan
- Halo SBY, Kapan Kasus Rudy Arifin, Gubernur Kalsel Jadi Perhatianmu?
- Pejabat Miskin
- Benang Merah Persatuan Dipersembahkan Pramuka untuk Persatuan Indonesia
- Rakyat Butuh Hiburan, Tak Butuh Bualan
- Kenapa Sih Cilegon Makin Panas?
- Membangun Tenaga Nuklir Llistrik untuk Rakyat


























