Muammar Khadafi Banci Taman Lawang
KOPI, Perjalanan Demokrasi agar terjadi penghormatan Hak Azasi Manusia (HAM) sangatlah panjang. Sejarah mencatat bahwa penghancur Demokrasi dan pelanggar HAM berat dibumi sudah dimulai sejak Lenin, Stalin dan Hitler yang membantai atau membunuh dengan sadis puluhan juta rakyat Eropah Timur dan Eropah Barat. Bisa kita lihat dan bayangkan bagaimana kesengsaraan kehidupan manusia di Benua Eropah pada saat itu. Puluhan juta mayat berserakat seperti daun tanaman yang sedang berguguran. Baik itu bayi, ibu hamil, anak-anak, remaja, kakek, nenek, prajurit semua tewas mengenaskan/mengerikan bergelimpangan seperti hewan. Pokoknya mengerikan dan sadis. Bisa dikatakan ketika manusia itu baik Lenin, Stalin, Hitler adalah sipembuat bencana sosial kehidupan manusia. Dapat dikatakan pula bahwa ketiganya adalah Setan Pembantai Manusia.
Tahun berganti. Penderitaan manusia terus berlangsung. Sadam Husein sang pembantai dari Irak atau penguasa saat itu menjadi perpanjangan tangan manusia setan Lenin, Stalin, Hitler. Mulut Sadam Husein menjadi alat pemusnah massal. Perintah dikeluarkan jadilah suku Kurdi dibantai seperti membantai hewan. Kebebasan rakyat di belenggu, tangan kaki di borgol, lawan politik di dibunuh seperti membunuh hewan. Tahanan politik sbeleum dibunuh disikasa dibawah penjara tanah di bawah jalan Bagdad. Kotoran, air seni hingga para tawanan politik tersebut dibiarkan begitu saja hingga mati dalam kebauan dan kegelapan. Sadam Husein sang binatang bertanduk atau setan berwajah manusia benar-benar sadis dan mengerikan.
Osama bin Laden Teroris manusia paling pengecut se bumi dengan Alqaeda organisasi paling banci sebumi menjadi perpanjangan tangan lenin, stalin, hitler. Jadilah terus penderitaan manusia berkepanjangan.
Tsunami berganti dari satu tempat ke tempat lain. Revolusi terus belangsung menghinggapi setiap negara. Revolusi di tahun 2011 ternyata menerpa Afrika dan Asia. Revolusi melati lahir dan berhasil membebaskan rakyat dari kerangkleng, jeruji, borgol pembungkaman hak individu. Tunisia tumbang revolusi berhasil, Mesir tumbang revolusim berhasil, menyusul Bahrain, Yaman, Surya… Namun kesengsaraan kehidupan manusia berkepanjangan itu tidak dibiarkan Tuhan berlangsung terus.
Ronald Wilson Reagan adalah Presiden Amerika Serikat ke 40 dengan masa jabatan dua periode atau 8 tahun yaitu 20 Januari 1981- 20 Januari 1989. Ketekunan dan konsistensi Amerika Serikat dalam menerapkan Demokrasi agar terjadi penghormatan HAM ini sudah dimulai sejak Presiden pertama George Washington hingga menerun kesemua Presiden Amerika Serikat. Demokrasi adalah ketakutan yang menghantui semua pimpinan/ penguasa/kepala negara diktataor dan otoriter di muka bumi ini. Tuhan semakin banyak menggerakkan Negara lain agar bergabung dengan Amerika Serikat diantaranya Inggris, Perancis, Uni Eropah atau NATO dll. Gabungan Penegak Demokrasi dan HAM ini menjadi suatu media vital dalam menjaga perdamaiaan dimuka bumi.
Dunia bersyukur atas jasa besar almarhum Ronald Reagan Presiden Amerika Serikat yang sudah mengubah dunia sehingga tidak jelas lagi batas antar negara. Globalisasi itulah karya besar Ronald Reagan sepanjang hayatnya. “Kita boleh perang bintang diangkasa agar tidak ada jatuh korban” demikianlah tantangan Ronald Reagan ketika menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat terhadap musuh abadinya Gorbachep Presiden Uni Soviet pada saat itu. Bahkan tanggal 8 Maret 1983 saat mengunjungi tembok Berlin Ronald Reagan mengatakan bahwa Uni Soviet disebut sebagai “Kekaisaran Setan” (Empire of Evil) dan menyerukan kepada Mikhail Sergeyevich Gorbachep untuk merobohkan “Tembok Berlin“.
Dari waktu ke waktu jasa besar Ronald Reagan terus mengalir seperti Tsunami yang tidak bisa dibendung senjata, panser, bom, tembok baja bahkan nuklir sekalipun. Paham Komunis yang disebar luaskan Lenin di Eropah Timur akhirnya hancur dan pada akhirnya semua Eropah Timur terbebas dari paham setan itu. Revolusi terjadi di Uni Soveit bhakn sampai ke Eropah Timur.
Di era yang serba internet, serba google, yahoo, facebook, twitter, Hi5 dll semangat revolusi tidak pernah diam tapi terus hidup menghinggapi setiap individu yang terbelenggu, terampas kemerdekaannnya. Pengaruh informasi melalui internet yang hanaya dalam hitungan detik dapat diketahui diseluruh bumi ini menjadi sesuatu yang ditakutkan oleh sang Penguasa atau Partai di setiap negara. Partai Komunis Cina sang setan Merah yang terus membunuh rakyatnya dari hari ke hari, menjaul organ tubuh yang ingin merdeka, melindas mahasisiwa di Lapanagan Tianamen Setan Beijing adalah daftar kejahatan kemanusiaan.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Safari Penguasa dan Pejabat di Bulan Ramadhan
- “Sandiwara” Nazar Dimulai
- Pengguguran, Tabu atau Kesehatan?
- Uji Kendaraan Sarana Mewujudkan Cinta Lingkungan
- Halo SBY, Kapan Kasus Rudy Arifin, Gubernur Kalsel Jadi Perhatianmu?
- Pejabat Miskin
- Benang Merah Persatuan Dipersembahkan Pramuka untuk Persatuan Indonesia
- Rakyat Butuh Hiburan, Tak Butuh Bualan
- Kenapa Sih Cilegon Makin Panas?
- Membangun Tenaga Nuklir Llistrik untuk Rakyat
- Mengangkat Kerarifan Lokal Sebagai Basis Pengelolaan Hutan Lestari
- Kehilangan “Pakde Kita”
- Menciptakan Cinta Gerakan Pramuka di Kalangan Generasi Muda
- Pancasila dalam Genggaman Penguasa Gelap
- Pendidikan di Mata Indonesia


























