Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Revitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Merentang Rencana Aksi dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa

Revitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Merentang Rencana Aksi dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas, dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Keberadaan Inpres ini merupakan salah satu bentuk dari perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan vokasi. Keberadaan Inpres ini patut diapresiasi, terutama dengan adanya keterlibatan begitu banyak kementerian, dan lembaga, bahkan secara eksplisit para gubernur se-Indonesia, juga menjadi bagian dari pelaksana Inpres tersebut. Pertanyanya adalah bagaimana menjabarkan implementasi Inpres ini pada level rendah, atau tingkat daerah?

Bagi pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) diharapkan dengan adanya Inpres ini tidak hanya menjadi sarana untuk mempercepat kebijakan tentang alih kelola pendidikan menengah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), melainkan juga mampu meningkatkan kualitas, dan daya saing sumber daya manusia yang berata di setiap daerah. Peran kepala dinas pendidikan, dan kepala dinas lainnya pada level daerah dituntut untuk proaktif melakukan semacam jemput bola secara cepat dan tepat. Jangan sampai proses implementasi Inpres ini malah “jalan di tempat atau mati bola” di tingkat daerah. Jika hal itu yang terjadi, maka sesungguhnya problem pendidikan, dan kebijakan pemerintah khususnya di bidang pendidikan vokasi bukan terletak pada konsep aksi, melainkan gagap koordinasi, dan gagap kolaborasi antar depertemen, antar dinas pada level daerah.

Disisi lain, keberadaan Inpres Revitalisasi Pendidikan Vokasi ini patut disyukuri, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki kedepannya, dan untuk menjadi perenungan kita bersama, yaitu: roadmap (rencana aksi) yang akan dibangun oleh banyak kementerian tersebut, hendaknya selalu bertumpu pada mainstream pembangunan, dan potensi sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini, khususnya pada sektor petanian, perkebunan, dan isu-isu lingkungan yang terhampar di seluruh nusantara. Oleh karena itu, keterlibatan dari kementerian pertanian dan lingkungan hidup menjadi sebuah keniscayaan, semoga kedepannya peran dan keterlibatan dari kementerian ini disebutkan dalam Inpres secara terang menerang.

Peran Besar Pemangku Kepentingan di Tingkat Daerah

Bapak Presiden Jokowi telah menegaskan, dan meminta para gubernur seluruh Indonesia untuk mendukung, dan memfasilitasi kebijakan Inpres revitalisasi pendidikan vokasi ini. Dengan kata lain, diharapkan peta jalan (rencana aksi) dari Inpres Revitalisasi Pendidikan Vokasi (IRPV) pada level daerah dapat berjalan mulus. Konsorsium antar-kementerian di tingkat nasional, koordinasi antar 11 kementerian, dan lembaga akan menemukan titik relevansi di tingkat daerah. Nilai signifikansi dari revitalisasi pendidikan vokasi itu sendiri, akan terlihat manakala pendidikan vokasi pada level daerah dapat dilaksanakan secara koheren. Tentunya, dibutuhkan upaya bersama secara komprehensif seluruh pemangku kepentingan di tingkat daerah.

Pemangku kepentingan pada tingkat daerah harus bergerak cepat dan bersama-sama mewujudkan amanah besar dari Inpres ini. Keberhasilan di tingkat daerah, menjadi penentu, apakah kebijakan nasional dari revitalisasi pendidikan vokasi tersebut akan berjalan mulus? atau sebaliknya menguap begitu saja tanpa ujung (bila tidak ingin disebut sebagai kebijakan retoris saja). Dan sudah seharusnya, konsorsium dari 11 kementerian, dan lembaga di level pusat secara cepat melakukan konsolidasi, khususnya pada implementasi Inpres revitalisai pendidikan vokasi, diantaranya dengan membentuk sebuah Badan Kerja Derivative (BKD) di level daerah (provinsi/kabupaten, kota).

Pada level BKD inilah Inpres Revitalisasi Pendidikan Vokasi (IRPV) dipertaruhkan implementasinya. Pada saat yang sama BKD-IRPV dapat melakukan semacam curah gagasan secara simultan, dan bersifat praktis. Untuk mewujudkan itu, diharapkan struktuk BKD-IRPV ini akan terisi, dan berhimpun para pelaku, serta praktisi pendidikan vokasi, seperti: para kepala sekolah SMK (untuk level sekolah menengah), para pimpinan politeknik, sekolah vokasi di universitas, serta sekolah tinggi vokasi yang tersebar di setiap wilayah masing-masing. Selain itu, akan melibatkan dinas-dinas yang berhubungan dengan 11 kementerian nasional, seperti: Dinas Perindustrian, Dinas Keuangan, Disnakertran, dan BUMN yang ada di daerah.

Menciptakan Model Pendidikan Vokasi Indonesia yang Khas

Paradigma pendidikan vokasi Indonesia selama ini sangat memperhatikan model pendidikan vokasi yang dimiliki Jerman, dan Taiwan. Bila mengamati apa yang dilaksanakan oleh kedua negara tersebut, maka sesungguhnya negara kita memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang baik. Salah satu kunci suksesnya terletak bagaimana pemerintah pusat, dan daerah (provinsi/kabupaten) memiliki rencana aksi yang kolaboratif, dan sinergi dalam mewujudkan revitalisasi pendidikan vokasi. Selain dapat mengadopsi mazhab yang dipraktekkan kedua negara tersebut, pemerintah Indonesia juga dapat mengkombinasikan keunggulan yang dimiliki dari model pendidikan vokasi yang diterapkan kedua negara tersebut, dengan keunggulan atau keistimewaan yang dimiliki bangsa kita, baik itu dari segi budaya, maupun sumber daya alamnya.

Inpres revitalisasi pendidikan vokasi ini, sejatinya dapat dijadikan momentum untuk meletakkan fundamental pendidikan vokasi di setiap daerah. Variabel kuncinya adalah mengintegrasikan pembangunan ekonomi, dan pendidikan vokasi dalam satu nafas kebijakan nasional. Guna mendukung kebijakan ini, sebaiknya pemerintah tidak lagi memandang pendidikan sebagai supporting sistem dari pembangunan nasional, melainkan pendidikan vokasi harus mampu dijadikan tulang punggung pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Jadi, untuk mewujudkan itu semua, paradigma pendidikan vokasi di Indonesia, sejatinya harus dibangun melalui dasar-dasar, sebagai berikut: Pertama, pembangunan holistik, dan berkelanjutan. Kunci sukses pendidikan vokasi di negara kita, harus diletakkan secara sentral, dan tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi, infrastuktur, dan kebudayaan bangsa secara utuh, atau holistik.

Kedua, membangun suprastruktur pendidikan vokasi-industri. Inpres tentang revitalisasi seyogyanya, mampu mengarahkan kepada sinergifitas pembangunan suprastruktur pendidikan vokasi dengan dunia industri. Semua kementerian, dan departeman yang ada harus menciptakan ruang akseptabilitas bagi lulusan pendidikan vokasi, serta turut andil dalam proses pendidikan vokasi secara kolaboratif yang berdiri di atas join working system sebagai tatanan suprastruktur pendidikan vokasi. Ketiga, mampu melahirkan pekerja unggul, dan entrepreneur pemula. Pendidikan vokasi selain melahirkan tenaga yang siap kerja di dunia industri, juga harus mampu melahirkan pengusaha muda secara massif sesuai dengan keragaman potensi ekonomi, dan sumberdaya alam yang dimiliki setiap daerah. Luasnya wilayah, dan keragaman sumber daya alam kita, sudah semestinya dapat dikembangkan langsung, dan menjadi objek pembangunan, serta pengembangan pendidikan vokasi. Ini artinya, bidang di luar pendidikan yang selama ini terkesan terpisah harus menyatu dalam sebuah konsorsium pendidikan vokasi pada tingkat daerah. Hal ini agar lebih memudahkan pengambilan keputusan, serta arah kebijakan pembangunan ekonomi, dan pembangunan pendidikan vokasi di setiap daerah.

Keempat, kesetaraan sumberdaya lembaga pendidikan swasta, dan negeri. Bila kita melihat dari jumlah lembaga pendidikan vokasi yang dikelola pemerintah, relatif lebih sedikit dari pada milik swasta. Diharapkan, dimasa yang akan datang antara lembaga pendidikan swasta, dan milik negara tidak terdapat disparitas sumberdaya, baik infrastruktur, sumberdaya pengajar/guru/dosen, anggaran pendidikan vokasi, dan kurikulum. Dan kelima, Collaborative Innovation Centre (CIC), Pusat Kerjasama Innovasi dalam konsorsium pendidikan vokasi. Kerjasama antara akademisi perguruan tinggi, dunia industri dan pemerintahan mutlak dilakukan. Lembaga seperti ini dibutuhkan pada semua tingkatan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga pusat (level negara).

Fokus kerja dari lembaga Collaborative Innovation Centre (CIC) ini adalah melakukan riset-riset praktis kolaboratif berbasis komoditas dan keunggulan sumber daya ekonomi, serta industri di daerah. Di dalam CIC ini diharapkan terdapat berbagai platform riset, dan pengembangan produk perwilayah yang terhubung langsung dengan perwakilan pemerintahan, dan lembaga keuangan, seperti: bank, atau lembaga donor, bahkan lembaga riset International. Akhirnya, dengan menerapkan lima dasar pradigma pendidikan vokasi tersebut, revitalisasi pendidikan vokasi sangat mungkin diwujudkan, dan berjalan secara baik di negara yang kita cintai ini. Semoga…

 


Artikel Lainnya:

 

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHGebyar Dirgantara 2017, Lanud Iswahjudi .....
22/04/2017 | Iswahyudi

KOPI, Magetan – Ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi guna menyaksikan dan meme [ ... ]



PENDIDIKANMawardi, S.Pd Kepala SDN 20 Kampung Pada.....
21/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Pasaman - Kepala SDN 20 Kampung Padang, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman optimis membina sekolah yang beliau pimpin kearah yang leb [ ... ]



EKONOMIRaker KAMSRI; Membangun Sinergi Ekonomi .....
22/04/2017 | Andri Santana

KOPI, Pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Era Jokowi, selain sebagai stimulus pembangunan nasional, pembangunan jalan, jembatan dan Dermaga meru [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIRevitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Me.....
13/04/2017 | Harjoni Desky

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan  [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.