Inilah Profil Seorang Calon Ketua Umum Parfi
KOPI, Kongres PARFI akan dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 20 mei 2011. Kami selaku orang film berharap tentang kemajuan film di Indonesia dan dukungan dari pihak pemerintah. Dengan Kongres PRFI ini sekalikgus pemilihan ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) sebagai sebuah organisasi Film yang di akui oleh pemerintah. Siapakah calon Ketua Umum Parfi yang sesuai Katagori dan memenuhi syarat? Kami sudah menemukan orang yang menurut kami pantas untuk Duduk jadi seorang ketua umum PARFI yaitu SOULTAN SALADIN. Berikut adalah sedikit tentang profile Soultan Saladin.
Sekilas Tentang Soultan Saladin
Soultan Saladin, lahir di Pemantang Siantar, Sumatera Utara 21, Oktober 1949. Eksistensi dirinya, dengan berbekal pendidikan theater (1970) dan Kino Workshop Jurusan Acting (1973), serta Lokakarya Seni Peran (1976). Mulai berkiprah di dunia seni peran.
Awal karir sebagai aktor. Debut pertamanya dalam film (layar lebar) ia bermain dalam film Pengantin Remaja (1971)denga Sutradara Teguh Karya ia berperan sebagai Figuran, Film Wajah Seorang Laki-laki sutradara Teguh Karya ia juga berperan sebagai Figuran, dan selanjutnya ia eksis dalam dunia drama dan film hingga mengantarkan dirinya sebagai aktor termahal dalam film Chow En Lay yang berperan sebagai Ir.Soekarno, produksi China. Dedikasinya dalam dunia film tak henti sampai di film Chow En Lay, setelah itu dan hingga kini ia masih eksis.
Pengalaman berteaternya antara lain, bermain dalam lakon ”Monserat” bersama ATNI dengan sutradara Asrul Sani, dalam lakon Kapai-Kapai dengan sutradara Arifin C. Noer, Jaya Prana” bersama Teater Popular dengan sutradara Teguh Karya, Jaka Tarub dengan Sutradara Mukhlis Raya, Makbet karya Shakespeare dengan sutradara Teguh Karya, Hamlet karya Shakspeare dengan Sutradara Ratna Sarumpaet dan bersama Teater Kosmik dalam lakon Side Of The Dark dengan sutradara Buyung Surya Putra (2006). Di era Kejayaan TVRI Soultan Saladin sangat terkenal setelah Dedi Sutomo, dengan Film berjudul MERDEKA ATAU MATI sutradara Usman Effendi, SEBUAH RUANG YANG BERSIH DAN TERANG sutradara Asrul Sani(1970), SAAT TEBU TELAH BERBUNGA sutradara Tiar Muslim, PADAMU NEGERI sutradara Vick Hidayat.
Selain aktif berteater, ia juga bermain di beberapa film. Mengawali debutnya di film Pengantin Remadja (1971) dengan sutradara Wim Umboh, Wajah seorang Laki-laki sutradara Teguh Karya(1972), Kabut Bulan Madu (1972)sutradara Turino Junaedi. Masih di tahun yang sama, kembali bermain dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb sutradara Turino Junaedi, Akhir Sebuah Impian (1973) sutradara Turino Junaedi main bersama Broery Pesolima, Cinta Pertama dengan sutradara Teguh Karya, Patgulipat (1973) sutradara Sarifudin, Dewi (1974) sutradara Ami Priono, Karmila (1975) sutradara Ami Priono, Laila Majenun (1975) sutradara Syumanjaya, DI MADU bersama Rahayu Effendi sutradara Abnar Romli(1976), Boss Bagio Dalam Gembong Ibukota (1976) sutradara Abnar Romli, Pembalasan Naga Sakti (1976) sutradara Fritz G Schatz, Al Kautsar (1977) sutradara Chairul Umam, Para Perintis Kemerdekaan (1977) sutradara Asrul Sani, dan Gadis Kampus (1979) sutradara Ishak Iskandar, Melodi Cinta Rhoma Irama (1980) Mukhlis raya, Perjuangan Dan Doa (1980) H. Firmansyah, Badai Di Awal Bahagia (1981) sutradara Mukhlis Raya, Remang-Remang Jakarta (1981) sutradara Lukman Toro, Titian Serambut Dibelah Tujuh dengan sutradara Chaerul Umam (1982), Di Bawah Lindungan Ka’bah dengan sutradara Asrul Sani, Satria Bergitar (1983) sutradara Nur Hadi Irawan, FTV Malaysia tahun 1992-1995, Gie sutradara Riri Reza sebagai Ir. Soekarno(2005), teater dengan lakon ”Musang Berjanggut” sutradara Yose Rizal Manua(2005), Chow en Lay in Bandung (2003) Film Kolosal yang shooting di China sebagai Ir.Soekarno, Lari dari Blora sutradara Akhlis Suryapati(2007), Fiksi sutradara Mauli Surya(2008), Teater dengan lakon Laksamana Cheng Ho sutradara Siti Hartati(2010).
Sampai tahun 2008 kurang lebih dari 30 judul film dan FTV Malaysia selama 3 tahun yang ia mainkan. Adalah sudah menjadi sebuah catatan yang signifikan bagi seorang Aktor, pemain teater, pemain drama TV serta sebagai aktor FTV Indonesia dan Malaysia. Dan sekian banyak organisasi yang digelutinya seperti Majelis Kebudayaan Muslim (MKM), mendirikan GMPI (Generasi Muda Perfilman Indonesia) bersama Roy Marten dan Farouk Afero di tahun 70-an pada era Ali Murtopo menjadi Menteri Penerangan, disamping Partai Politik adalah merupakan value yang perlu dipertimbangkan oleh berbagai pihak yang ingin mengetahui tentang Soultan Saldin.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Theater Imax Keong Emas TMII Kembali akan Hadirkan Film Bernuansa Timur Tengah
- Syaharani dan Queenfireworks Tampil Hibur Warga Depok
- Catatan dari Syukuran Film Akibat Pergaulan Bebas 2
- PDIP DPC Tanah Bumbu Gelar Festival Lagu Dangdut
- Inilah Situs Online yang Menawarkan 'Istri' Idaman
- Haplogroup R1b1 and J di Bali, Indonesia
- Saluang Kini Sudah Ber-laptop
- Anggota DPD-RI, Elnino Sponsori Lagu "Andai Aku Gayus"
- Persiapan Malam Tahun Baru di Alun-Alun Pati
- INDOSAT AWARD, Apresiasi Bagi Insan Musik Indonesia
- Cinta Itu Gila
- Nagaswara Siap Gelar "Nagaswara Music Awards 2010"
- TDC for Kids Rampungkan 8 Buah Lagu
- Artis Sinetron Shiren Sungkar Launching Single Terbaru
- The Adlys dan Treeji Rilis Album Baru


























