KOPI, Cinta itu Gila, inilah single keduanya milik Febrian setelah sukses lewat single perdananya yang berjudul "Cinta Diam-diam". Menarik disimak, di single kedua ini, Febrian masih tetap membawakan lagu ciptaan Tengku Syafick.
"Dengan karya-karya Syafick, banyak ditemukan kemistri. Single ini masih memiliki benang merah dengan single perdana saya, Bahkan, sembilan lagu yang ada dalam album saya nanti, semua bercerita soal cinta. Bagi saya, atau siapapun, cinta akan selalu menjadi hal yang menarik." ujar Febrian.
Meski masih mengakar pada vokalnya yang bariton, single kedua Febrian dikonsep sedikit berbeda dari single perdananya. Jika Cinta Diam-diam lebih mellow dengan notasi panjang, maka dalam Cinta Itu Gila, ia lebih ekspresif karena bermain dengan tempo yang cepat. Kehadiran single ini sekaligus membuktikan kalau penyanyi yang masih memiliki darah Jepang ini mampu tampil maksimal dalam tiap lagu yang berlainan tempo.
Single ini bercerita tentang perasaan cinta yang mendalam dari seorang kepada kekasihnya. Pencipta lagu menggambarkan perasaan menggila akan cinta dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan. "Jujur saya pernah mengalami perasaan cinta seperti ini." kata mahasiswa jurusan Public Relation, London School 2009 itu dengan perasaan jujurnya.
Kehadiran Febrian sebagai solois pria kelahiran 26 Februari 1989 ini memiliki kemampuan vokal yang prima dan patut diapresiasi. "Ini sudah menjadi komitmen saya saat menerjuni dunia tarik suara. Mudah-mudahan ke depan lagu-lagu saya bisa diapresiasi oleh publik lebih banyak lagi." tutur pengagum mendiang Broery Marantika itu. (my)