Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Surau Gampo

Cerpen, Syarifuddin Arifin

Surau tempat aku mengaji sejak kecil itu bernama Surau Muhajirin. Jamaahnya kebanyakan dari para pendatang, yang membeli sebidang tanah lalu membangun rumah dan keluarga di sana. Aku masih ingat, ketika gotongroyong membangun surau tersebut, ikut mengangkat batu yang ditumpuk cukup jauh dari lokasi pembangunan. Setiap malam, usai magrib kami belajar mengaji di sana. Tapi kini orang mengenalnya sebagai Surau Gampo, surau yang dibangun kembali dari dana spekulasi bantuan untuk korban gempa.

Ya, hampir tiga tahun lalu, daerah kami diguncang gempa yang cukup kuat. Sejumlah perkantoran, hotel, sekolah, masjid dan gereja rubuh. Kami panik. Suara raungan sirene ambulan yang bolakbalik membawa jenazah membuat aku serasa berada dalam kancah peperangan. Tidak mungkin rasanya bertahan hidup di daerah rawan gempa ini. Makanya, sekitar dua bulan sejak gempa yang telah meluluhlantakkan segalanya itu, aku memutuskan untuk pergi merantau.

Sumbangan dari para korban gempa? Bukankah setiap warga yang rumahnya rubuh atau rusak dapat bantuan untuk kembali bisa membangun atau memperbaiki rumahnya sehingga layak huni. Bantuan itu jelas tidak cukup, meski jumlahnya mencapai belasan juta rupiah. Bagaimana mungkin mereka bisa menyisihkan separuhnya untuk menyelesaikan pembangunan kembali surau tersebut?
“Ya, bahkan ada yang hanya menerima sepuluh persen saja dari jumlah bantuan gempa yang seharusnya ia terima,” kata Abi, guru mengajiku dulu.

Sejak beberapa di antara warga menyerahkan copy kartu penduduknya pada Harun, Abi seperti disisihkan. Menurutnya, ia tidak mau mengaku sebagai korban gempa yang rumahnya rubuh dan tercatat sebagai salah seorang warga yang patut mendapat bantuan dana tunai. Harun mengatakan kalau Abi telah menghianati kesepakatan bersama, yakni berusaha menggaet dana bantuan gempa sebanyak mungkin demi untuk menyelesaikan surau yang terbengkalai.
“Bukan pembangunan suraunya, tapi cara mereka mengumpulkan dana yang saya tak setuju,” kata Abi.

Masih menurut Abi, Surau Muhajirin sama sekali tidak rusak akibat gempa, makanya surau itu tidak mendapat bantuan. Rumah-rumah warga di sekitar surau itu pun, tak banyak yang rubuh atau rusak berat. Tapi Harun, salah seorang warga yang juga anggota legislatif itu, membuat laporan kalau korban gempa di daerahnya cukup banyak. Kapan lagi kita bisa membantu tetangga yang hidupnya susah? Buat saja laporannya, nanti biar saya yang akan mengurus, kata Harun ketika itu.

Dan benar saja, entah bagaimana caranya, Harun memang berhasil. Tercatat lebih dua ratus rumah penduduk yang tidak layak bantuan, ia sulap sebagai rusak akibat gempa. Tidak hanya rumah warga di sekitar surau, tapi sampai ke kampung-kampung tetangga. Termasuk pondok tak berpenghuni dan kandang sapi. Semua calon penerima bantuan tersebut, oleh Harun diwajibkan menyumbang 40 sampai 60 persen untuk kelanjutan pembangunan surau yang terbengkalai.
“Dana bantuan ini harus kita tarik sebanyak mungkin, siapa tahu nanti surau kita juga bisa punya mobil jenazah, ambulan,” kata Harun meyakinkan.

***

Cengka salah seorang ketua kelompok korban gempa fiktif yang dibentuk Harun, mengatakan pada Abi atas kekecewaannya. Setelah dana bantuan cair, dia hanya diberi uang lelah saja. Pada hal dari delapan kelompok fiktif, yang masing-masingnya beranggota 20 sampai 30 orang korban, bantuan yang diterima Harun hampir dua milyar rupiah. Masing-masing korban gempa diberi bantuan dalam tiga kategori; rusak berat atau rubuh, rusak sedang dan rusak ringan dengan nominal lima belas, sepuluh dan lima juta.
“Bayangkan, saya hanya diberi dua juta saja. Hanya 20 persen dari kategori rusak ringan,” kata Cengka pada Abi.
“Bagaimana dengan saudara kita yang hidupnya susah?”
“Tukang ojek itu diberi sejuta, lalu pemulung di ujung gang mendapat lima ratus. Janda beranak 3 yang mencuci pakaian itu juga,” kata Cengka menjelaskan.

Abi hanya tersenyum. Empu jari kirinya terus menggeser-geser tasbih di genggamannya. Detak jantung Abi selalu menyebut asma Allah dalam zikir yang tak kunjung padam.
“Surau itu, dulu kita bangun dengan gotongroyong, dengan keikhlasan dari berbagai sumber yang halal. Tidak dengan paksaan, keharusan menyumbang bila ada rejeki. Tidak! Kita membangun rumah Allah Swt. Di surau itulah kita bisa mendamaikan hati dan perasaan yang resah. Di surau itulah kita mendidik dan membina anak-anak agar karakternya terbentuk sebagai ummat Islam yang berhati nurani. Jangan jadikan surau sebagai tempat memanipulasi keadaan. Gempa yang lebih dahsyat dalam bentuk lain akan datang menyerbu. Parcayalah,” kata Abi.

Tasbih itu terus ia geser-geserkan di antara empu dan telunjuknya. Ia terus berzikir dan berzikir. Abi menghela nafas, memperbaiki duduknya.
“Allah memberi sebagian kamu keutamaan di atas yang lain dalam hal rejeki. Tak ada yang dikecualikan. Karena rejeki itu akan mengalir terus kepada hamba-hamba yang dimilikinya, agar mereka sama-sama menikmati. Apakah mereka telah mengingkari nikmat Allah?” Lanjut Abi, mengutip salah satu ayat Al Qur’an nul Karim, dalam surat An Nahl. Sinar mata Abi yang teduh itu, seperti menikam jantung Cengka. Apakah kau telah memberikan rejekimu itu kepada orang lain yang membutuhkannya? Cengka membatin.

Cengka merasa terpojok. Pada bagian lain, dari ratusan penerima bantuan, diketahui terjadi berbagai pertanyaan yang tak satu pun bisa menjawabnya. Kecuali Harun. Ia menyadari betapa kukuhnya pendirian Abi, dan sama sekali tidak merasa kecewa, ketika ia disisihkan di surau, sebagai salah seorang gurutuo, guru pertama yang sudah mengabdi sejak surau itu baru dalam bentuk pondasi saja. Ketika Harun berhasil membujuk semua jamaah, bahkan sampai ke kampung-kampung tetangga, yang akan memberi bantuan uang tunai jutaan rupiah, Abi tetap bertahan. Bagi Abi, surau itu punnya rejeki sendiri, yang didatangkan Allah secara halal. Abi menolak, tapi semua jamaah dan warga lain menerima. Maka terpentallah Abi dari surau tersebut.

Cengka tak berhenti sampai di situ. Sebagai salah seorang ketua Pokmasy, kelompok masyarakat korban gempa, ia terus menjelaskan kepada beberapa anggotanya bahwa mereka telah ditipu. Tidak mungkin, sebagai tercatat korban gempa yang rumahnya rubuh hanya menerima sekitar 20 persen saja dari jumlah bantuan yang diketahui. Maka terjadilah pro dan kontra. Beberapa di antara yang kecewa karena mendapat jatah tak sewajarnya, mulai bernyanyi. “Tapi kamu sudah tahu sejak awal, kalau ini penipuan. Sekarang, setelah tahu kalau kamu hanya diperalat, malah menghasut yang lain,” jawabku ketika ditelepon Cengka.
“Tidak segampang itu kau menuduhku. Pulanglah, jangan hanya melihat dari jauh,” kata Cengka membujuk agar aku pulang. Aku kenal siapa Harun. Dia salah seorang pendiri surau Muhajirin yang ikut juga bergotongroyong membangun surau tersebut, selain pintar mengaji suaranya pun cukup bagus. Harun dipercaya mendampingi Abi sebagai guru mengaji. Meski pun, sebagian dari kami – para murid – tidak menyukainya, terutama cara ia mengajar.

Selain itu, Harun juga pemain randai, kesenian tradisi yang aku minati. Kami sering latihan di belakang surau, usai mengaji dan salat Isa, sampai larut malam. Suaranya yang merdu dan punya kekuatan magis bila mendendangkan gurindam sebagai bagian pergantian adegan dalam cerita randai yang kami mainkan, seakan membelah malam yang dingin. Di kejauhan terdengar sayup-sayup irama-irama tradisi yang penuh dengan pesan-pesan filosofis, lalu dendang simarantang tenggi yang dipakai sebagai penutup, cukup mampu bertahan dalam ingatanku. Grup randai kami cukup terkenal, makanya sering diundang ke daerah lain, bahkan dibina oleh salah satu partai. Kemudian, melalui partai itulah Harun bertarung, ikut sebagai salah seorang calon anggota legislatif.

Gempa yang cukup mengejutkan, tiba-tiba mengguncang daerah kami. Ratusan, bahkan ribuan jiwa manusia melayang karena tertimbun, dihimpit reruntuhan gedung, terkurung berhari-hari dalam mall atau karena jantungan. Masih jelas dalam ingatanku, sesaat setelah gempa hujan lebat pun turun membasuh segalanya, tak berhenti sampai menjelang subuh. Tak ada penerangan, semua lampu mati, karena beberapa gardu listrik rusak berat. Keesokannya, matahari memancarkan kekecewaan. Semua orang dengan tiba-tiba jadi penganggur. Seminggu, bahkan sebulan kemudian, aku masih saja melihat airmata mengucur dari rasa sedih yang mendalam. Itulah sebabnya, aku memutuskan untuk pergi merantau, meninggalkan kedua orangtua dan saudara-saudaraku. “Beberapa hari lalu, Harun memotret surau kita itu,” lanjut Cengka masih melalui telepon. Menurutnya, Harun sengaja melakukan pemotretan sebagai laporannya, bahkan masih sempat membujuk jamaah dan warga sekitar, kalau dia sedang memperjuangkan status surau agar segera menjadi masjid. “Pada hal, kau kan tahu, pondasi dan tiang-tiang coran, hasil sumbangan dan gotongroyong kita bersama, jauh sebelum gempa. Paling ya, Harun hanya mengganti atap dan membuat gobah baru,” kata Cengka menghasut, dan melanjutkan cilotehnya; “Sekarang istrinya membuka butik baru di Mall. Itu kan salah satu cara untuk menyembunyikan kekayaannya, agar tak tercium pihak kejaksaan,” tambahnya..

Tak ada yang bisa menyimpan bau busuk. Bagaimana pun, yang namanya bau busuk tetap akan tercium. Maka menyeruaklah bau itu ke mana-mana. Orang-orang yang kebetulan lewat di samping surau, akan menutup hidungnya, karena tak sudi menghirup udara di sekitar surau itu. Termasuk jamaah dan warga yang mengaku korban gempa dan telah menyumbang untuk pembangunan surau tersebut, bahkan, entah siapa yang memulainya, nama surau pun berubah menjadi Surau Gampo. Surau Gampo? Sejak kapan nama surau itu berubah?

***

Itulah sebabnya, aku sengaja datang ke rumah Abi, guru mengajiku di masa kecil dulu. Abi masih merindukan untuk bisa kembali ke surau seperti dulu. Salat berjamaah, lalu mengajar anak-anak mengaji, berkisah tentang mukjizat para nabi. Bagaimana pun busuknya surau ini, saya tidak akan pernah menutup hidung. Karena ini rumah Allah, rumah yang selalu dilimpahi berkah. Terkutuklah orang-orang yang telah menghinakannya, kata Abi. Sejak Harun berstatus tersangka dan ditahan kejaksaan, butik istrinya di Mall itu pun mulai meredup dari cahaya yang cukup glamour. Bahkan status keanggotaannya di legislatif pun dicabut.
(Padang, 2014)

Biodata Penulis:

SYARIFUDDIN ARIFIN: lahir di Jakarta. Pendidikan S1 jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia dan Akademi Ilmu Komunikasi (AIK) Padang. Menulis genre sastra; novel, cerpen, puisi, cerita anak, dan naskah sandiwara yang dimuat di berbagai media cetak (suratkabar dan majalah) terbitan Padang dan Jakarta, termasuk majalah sastra Horison. Salah seorang penggiat Bengkel Sastra Ibukota (BSI) Jakarta, 1980-an. Beberapa puisi dan cerpennya dimuat dalam beberapa antologi terbitan Aceh, Padang, Jambi, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Banjarmasin, dan Kuala Lumpur. Kumpulan cerpennya Gamang (1989) dan buku puisi tunggalnya Ngarai (1980), Catatan Angin di Ujung Ilalang (1998), dan Maling Kondang (2012). Pemain/sutradara teater ini juga main dalam beberapa sinetron/film di Indonesia dan Malaysia. Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . Contac Person: 08126786755

 

Dewan Pers Mengeluarkan Surat Edaran ke Pemda Sudah Melanggar Konstitusi
Selasa, 17 Juli 2018

Pejabat Menolak Wartawan Meliput, Wawancara dan Konfirmasi Informasi Publik, Senator DPD RI: Itu Melanggar Konstitusi. KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan” Heran saya oknum staf Dewan Pers datang ke Propinsi Riau mengunjungi “dapur redaksi” perusahaan Media online untuk memverifikasi media. Bagaimanapun juga “dugaan” terjadi praktek suap berkemungkinan ada . Pasti pemilik perusahaan media... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi : Survey Gallup Law and Order Indonesia 10 Negara Teraman untuk Iklim Investasi
Sabtu, 14 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Memperingati hari Bhayangkara ke-72 kita dapat kabar baik, dari hasil survey lembaga Internasional  yakni Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman  untuk iklim investasi di dunia. Pemerintah Indonesia  menjamin   keamanan  para investor menanamkan modalnya  ," kata Jokowi (Joko Widodo) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk mempertahankan... Baca selengkapnya...

Polda Riau Memperingati HUT Bhayangkara ke-72 Beraneka Ragam Kegiatan
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru - Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Kepolisian Daerah Riau menggelar syukuran di Aula Satbrimobda Polda Riau, bertempat Jl.K.H.Ahmad Dahlan – Pekanbaru, Rabu (11/7/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Riau , Wakapolda Riau Brigjen.Pol.Drs.HE.Permadi,SH,MH, Danrem 031 Wira Bima diwakili Kasrem 031 Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha, SE, M.Si, Kabinda Provinsi Riau Marsma. TNI.Rakhman Haryadi, SA, MBA,... Baca selengkapnya...

Peringati HBA ke- 58, Kejati Riau Gelar Pasar Murah
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru – Memperingati Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke- 58 jatuh pada tanggal 22 Juli mendatang. Kejaksaan Tinggi Riau gelar pasar murah di gedung sementara bertempat Jalan. Arifin Ahmad, Kamis (12/07-2018). Pasar murah ini menjual Sembilan Bahan Pokok Kebutuhan (Sembako) serta beberapa counter kuliner masakan khas melayu Riau, kerajinan tangan (Home Industri) dan sebagainya. Pasar murah ini terlaksana kerjasama Koperasi Kejaksaan... Baca selengkapnya...

Bubarkan Dewan Pers, Ratusan Orang Wartawan Demo Kantornya
Senin, 09 Juli 2018

KOPI, Jakarta - Ratusan Wartawan dari berbagai media massa, baik cetak maupun online yang datang dari seluruh pelosok nusantara membanjiri halaman Hall Dewan Pers (HDP) Jakarta, Rabu (4/7/19). Kehadiran para pahlawan informasi ini yang didukung penuh oleh puluhan organisasi media maupun organisasi wartawan menuntut agar Dewan Pers melakukan perbaikan dalam mengambil kebijakan terutama terkait sengketa pemberitaan. Terkait rekomendasi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

Pengamat: Prediksi, Peramal Pilgub Jatim 2018
Selasa, 26 Juni 2018

KOPI, Jawa Timur – Pilpres (Pemilihan Presiden) Amerika Serikat tahun kemaren. Masyarakat internasional memprediksi Hillary Clinton bakalan terpilih. Ternyata Donal Trump. Kami sudah dapat memprediksi jauh-jauh hari, yang terpilih sebagai Capres Amrik adalah Donal Trump. Ustad kondang terkenal dari Riau bernama UAS (Ustad Abdul Somad). Pengamat Genius dari Riau sebut saja namanya Aji Somek. Ditempat kerjanya, mengatakan “ Menentukan menang... Baca selengkapnya...

Top Secret : Inilah Wajah Palsu atau KW Donal Trump dengan Kim Jong Un
Minggu, 24 Juni 2018

KOPI, Singapura - Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT menciptakan seorang manusia dalam tujuh rupa/mirip dengan orang lain kadarnya ada 50 %, 60, 70, 80, 90 %. Kembaran, Serupa tersebut ada sudah meninggal, belum lahir, bahkan ada yang masih hidup. Kadangkala oknum pemilik wajah serupa itu mempergunakan untuk penipuan. Menyakinkan orang bahwa ia mengaku sebagai Adik atau keluarga dari pemilik wajah asli yakni meminta uang atau... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKunjungan Kerja ke Scotlandia Trump Men.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dilansir dari koran Skotlandia The Scotsman, saat mengunjungi Skotlandia pada akhir pekan lalu. Selasa (17/7-18), Trump me [ ... ]



NASIONALKepala BPS Pusat Suhariyanto : Tingkat K.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia Suhariyanto, Senen (16/7-18) menuturkan “ Tingkat kemiskinan penduduk Indonesia pada bulan  [ ... ]



DAERAHAksi Brutal “Oknum” Satpol PP Kampa.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Bangkinang – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kampar sudah berlangsung sejak, Kamis (12/7/2018) lal [ ... ]



PENDIDIKANGelar Reuni Alumni SMPN 2 Pekanbaru A.....
16/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Selama tiga puluh tiga  tahun tamat dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SPMN 2) Pekanbaru. Selain melepas rindu dalam kegi [ ... ]



EKONOMIKemenperin Klaim Susu Kental Manis Aman .....
07/07/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat kar [ ... ]



HANKAMPratu HT Anggota Kostrad Otaki Pembob.....
09/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan “ Yang merusak nama Korops TNI adalah oknum anggota TNI tersebut. Setiap apel selal [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



HUKUM & KRIMINALInilah Riki Zanur Warga Jl. Rambutan .....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Riki Zanur alias Riky (30), warga Jalan Rambutan, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Tampan, kota Pekanbaru, tangkap polisi. Pela [ ... ]



POLITIKIndonesia Diprediksi Raih Masa Keemasan .....
08/07/2018 | Yeni Muezza

KOPI,  Jakarta – Pandangan Dr Luthfi Assyaukanie, dosen Universitas Paramadina yang lansir di harian Rakyat Merdeka (4 Juli 2018) Wakil Presiden  [ ... ]



OPINIPengamat : "Dugaan" Oknum Dewan Pers Mem.....
05/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Kini zamanNow, zaman internet atau digital masyarakat saja bisa menginformasikan kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsAp [ ... ]



PROFILViral Dua Orang Turis Wanita Asal Tio.....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Malaysia - Rekaman Video Viral di media social Malaysia, dua orang turis wanita asal China/Tiongkok melakukan handstand atau berdiri dengan k [ ... ]



ROHANIKemenag Riau Resmikan Rumah Qur’an di.....
13/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak - Berdirinya Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di Kecamatan Bungaraya merupakan PTSP ke dua yang ada di Indonesia. Untuk di Kecamatan Siak [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIPengamat : Pecat Ndan Perwira Polri ya.....
14/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi P [ ... ]



SERBA-SERBICamat Perhentian Raja Sidak Persiapan .....
26/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Camat Perhentian Raja Azhar S.Stp mengadakan sidak mengecek pengamanan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 ke desa Lubuk Sa [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.