Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kang Tejo Bingung

KOPI - Ketika hari mulai sore kang Tejo melangkahkan kakinya dari sawah, seperti biasanya setelah ia menengok sawahnya di pagi hari ia harus sampai ke rumah sebelum magrib tiba. Walau lokasi sawahnya tak jauh dari rumahnya, ia tak enak hati jika pulang setelah magrib. Lagipula, ia tak mau terlambat menghabiskan waktu sorenya dengan anak dan istrinya untuk menyiapkan makan malam. Sebelum itu pun ia harus memberi makan ayam-ayam peliharaannya di rumah.

Di kampungnya sedang ramai-ramainya mempersiapkan pemilihan umum, tak heran jika di penjuru jalan menuju rumahnya penuh dengan umbul-umbul dan gambar foto model caleg dengan berbagai gaya. Sambil pulang menuju rumahnya, ia memandangi satu per satu foto-foto caleg itu, kira-kira siapa diantara mereka yang sekiranya mewakili keinginannya. Paling tidak masalah pertanian terutama perkara tanah dan harga pangan diangkat dalam program kepemimpinanya. Tapi sepertinya ia belum yakin, belum ada di antara para calon-calon itu yang dengan jelas mengangkat masalah-masalah yang terkait dengan kehidupannya sehari-hari. Sesampainya ia di pertigaan dekat rumahnya, ia bertemu dengan Pak RT yang ternyata sedang berkeliling kampung.

"Assalamualaikum Kang Tejo", tegur Pak RT kepadanya

"Walaikumsalam... Dari mana Pak RT?"

"Ini sedang keliling kampung, habis ke sawah ya pak?"

"Ya pak, ini baru mau pulang"

"Jangan lupa pak kita 2 bulan lagi memilih wakil rakyat, jangan lupa gunakan hak pilih bapak"

"Insya Allah saya akan memilih pak"

Selepas bertemu dengan pak RT pun, ia melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti sejenak. Setapak demi setapak, di tengah langkah kakinya itu hati kang Tejo pun semakin tak menentu ketika ia mendengar istilah "wakil rakyat". Batinnya menandaskan bahwa pemilihan umum bukanlah pagelaran kacangan, bukan seperti pertunjukan sirkus di pasar malam, bukan pula seperti parhelatan debus di emperan alun-alun.

Pemilihan umum sebuah perhelatan akbar, dimana orang sekucel kang Tejo, seorang petani yang tanahnya tinggal secuil yang biasanya hanya menjadi korban "cubitan" kebijakan, kini di tagih haknya. Tak habis pikir, biasanya hanya ada seorang renternir yang rajin datang kepadanya untuk menagih hutang. Kini ia di tagih soal hak pilih, hak politik seorang warga negara. Dan mungkin hanya hak memilih saja yang di tagihkan kepadanya, untuk hak-hak yang lain tak pernah datang di pintu pengharapannya.

Tapi sekali lagi, kang Tejo belum mendapatkan pilihan yang "srek" untuk kelangsungan hidupnya. Ia takut nasibnya di gantung dan tak pernah di angkat dari teriknya singasana peradaban. Tak terasa, langkah kakinya telah mengantarkan ia di depan pagar rumahnya. Di depan halaman rumah, terlihat Laela anak perempuannya sedang menyapu halaman. Melihat ayahnya pulang dari kebun, Laela tergopoh-gopoh menyambut ayahnya itu dengan ciuman tangan.

"Eh... Bapak baru pulang", saut Laela kepada sang Ayah

"Ibu mu mana nak?"

"Ibu di dapur pak,  lagi menyiapkan makanan"

Kang Tejo pun segera masuk ke dapur rumahnya, terlihat sang istri sedang sibuk meniupkan udara ke arah tungku dengan pipa kayu. Mendengar suara langkah kaki dan ketukan meja, bu romlah pun segera menengok ke arah belakang dan ternyata suaminya sedang mengucurkan air di gelas kemudian di teguknya. Tak lama, kang Tejo pun pergi ke belakang rumah untuk memberi makan ayam-ayam peliharaannya. Ayam-ayamnya terlihat semakin besar, ayam-ayam itu adalah sebuah alternatif kang Tejo untuk menabung. Suatu saat ketika ia membutuhkan uang mendadak, ayam ini bisa ia jual.

Hanya ini satu-satunya alternatif yang bisa ia jadikan jaminan ketika kondisi nasibnya di rasa semakin terhimpit dan hendak tenggelam. Dan kini mentari pun semakin terhimpit ke ufuk barat, ia mulai tenggelam meninggalkan bumi. Malam pun tiba, kini sang istri memanggilnya untuk berkumpul di meja makan. Tak tahu makanan apa yang hendak ia makan malam ini. Namun bagi keluarganya, yang terpenting adalah mangan ora mangan asal kumpul (makan tidak makan asal kumpul). Ternyata masih seperti biasanya, selalu ikan asin dan sambal korek yang selalu hinggap di meja makannya. Hanya dari asinnya ikan asin dan pedasnya sambal korek asupan gizi yang ia dapatkan hampir sepanjang hari. Sambil menikmati hidangan makan malam, istrinya berkata..

“Tadi ada petugas kelurahan datang meminta data anggota keluarga pak”, ungkap sang istri

“Untuk apa bu?”

“Katanya untuk data daftar calon pemilih di pemilihan umum nanti pak”

“Hanya itu yang ia minta? Tak ada pesan yang disampaikannya bu?”

“Kata pak petugas, jangan lupa 2 bulan lagi kita harus datang ke TPS dekat kelurahan untuk memilih”

“Bapak dari pagi sampai sore harus pergi ke sawah, kalau tidak kita mau makan apa?”

“Kan kalau di itung-itung paling cuma tiga menit pak di bilik suara, sehabis itu bapak bisa kembali ke sawah”, sela Laela di tengah perbincangan

“Masalahnya bapak juga belum mendapatkan pilihan yang “srek”, yang sekiranya bisa mendatangkan kemudahan bagi kehidupan kita… Walau tiga menit itu menentukan nasib kita selama 5 tahun”

"Ya sudah-sudah terserah bapak aja, sekarang makannya diselesaikan. Ibu mau beres-beres, Laela kamu bantu ibu beres-beres"

"Ya bu", jawab Laela

Seusai makan malam yang di hujani perdebatan tentang hak pilih dan cukup melelahkan kang Tejo, ia memilih mengakhiri malamnya untuk berbaring di kamarnya. Menghempaskan beban sejenak, dengan lelap ia merengkuh kenyamanan guna meraih energi untuk di pakainya esok di sawah. Ketika singasana mentari mulai mengepakan sinarnya, kang Tejo sudah terbangun dan telah bersiap untuk bergegas ke sawah. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke sawah.

Di tengah perjalanannya ke sawah, ia bertemu dengan sekumpulan pemuda kampungnya. Sepertinya para pemuda itu sedang sibuk menempelkan gambar di sepanjang dinding gang dan di badan tiang-tiang yang menancap di pinggiran jalan. Kang Tejo pun menyapa para pemuda itu.

"Lagi sibuk apa mas?", sapa kang Tejo

"Ini kang, lagi menempel gambar kang Dasman. Dia kebetulan nyalon anggota DPR. Maklum kang lagi musim kampanye"

"ohh... Kang Dasman saudaranya pak Lurah itu?

"Ya kang, nanti siang juga dia mau mengadakan sosialisasi di balai desa. Datang saja kang Tejo"

Kang Tejo pun hanya bisa tersenyum dan merunduk mendengar ajakan pemuda tersebut. Kang Tejo melanjutkan perjalanannya menuju ke sawah. Sawahnya sudah lama di bayang-bayangi kemarau panjang, sehingga tak banyak yang ia lakukan di sawah. Hanya sekedar mengecek tanaman cabai dan sedikit memberi semprotan pembasmi hama.

Setelah di rasa tak ada lagi yang harus di kerjakan, ia pun bergegas pulang. Ketika langkah kakinya sampai di pinggir jalan balai desa, kang Tejo pun terhenti sambil memandangi halaman balai desa itu. Suasana di balai desa terlihat ramai, warga kampung silih berganti berdatangan. Dari pemuda kampung sampai ibu-ibu berduyun-duyun masuk ke halaman balai desa. Kang Tejo pun bertanya pada salah satu ibu-ibu yang datang..

"Mbok, ini ada apa?", tanya kang Tejo

"Kang Dasman, saudaranya pak lurah lagi sosialisasi mau nyaleg kang... Ayo masuk saja kang, lumayan dapat uang 50 ribu+nasi uduk dan ada acara dangdutnya pula."

Ibu-ibu itu pun segera lari masuk ke halaman balai desa, kang Tejo berdiri terdiam di pinggir jalan balai desa sambil menatap ke arah halaman balai desa itu. Ternyata benar apa yang dikatakan pemuda itu tadi pagi. Dan akhirnya kang Tejo pun memilih untuk masuk ke halaman balai desa, ia berdiri di tengah kerumunan warga yang menyaksikan sosialisasi tersebut. Nampaknya acara baru saja di buka.

Dan sepertinya acara ini sengaja di gelar sangat meriah, terdapat panggung yang di penuhi peralatan musik dari organ, gitar, seruling sampai gendang serta podium kecil berdiri di sebelah kirinya. Tiba-tiba para warga berteriak ingin acara musik dangdutnya segera di mulai. Teriakan warga semakin kencang ketika MC masih tetap terus bercuap-cuap. Permintaan warga pun segera di penuhi, musik dangdut pun segera berdendang. Selang 4 lagu dangdut berkumandang, para warga kembali berteriak. Kali ini para warga berteriak untuk meminta uang 50 ribu+nasi uduk yang di janjikan oleh panitia penyelenggara. Akhirnya apa boleh buat, panitia penyelenggara pun membagikan uang 50 ribu+nasi uduk yang sebenarnya di bagikan di akhir acara.

Warga pun berebut uang tersebut dan nasi uduk, suasana semakin sesak dan berjejalan. Setelah panitia selesai membagikan uang dan nasi, kang Dasman pun naik ke atas panggung. Dan MC pun menghimbau kepada audience bahwa acara inti akan segera di mulai. Kang Dasman pun membuka pidatonya dengan ucapan salam. Tak sempat menyampaikan banyak isi pidatonya, warga satu per satu meninggalkan acara itu.

Halaman balai desa terlihat semakin lengang bahkan sudah tak ada lagi kerumunan. Panitia penyelenggara pun kebingungan, mencoba menghentikan langkah warga yang berhamburan pulang. Namun usahanya percuma, warga tak mau di bujuk untuk kembali ke balai desa. Melihat tak ada audience yang mendengar pidatonya, kang Dasman akhirnya turun dari panggung dan menghampiri panitia penyelenggara. Dengan nada kecewa ia berkata..

"Kok acaranya jadi berantakan seperti ini?", ungkap kang Dasman kepada panitia penyelenggara

"Ini di luar konsep yang di rencanakan pak"

"Ahhhh.... Goblok kalian.. Payah..."

"Kami tak bisa berbuat apa-apa pak, setelah acara musik dangdut dan pembagian uang dan nasi warga berduyun-duyun pulang. Kami sudah berusaha mencegahnya pak, tapi sulit"

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Saya belum menyampaikan isi kampanye saya"

"Bagaimana jika bapak siapkan uang dan nasi lagi, agar warga mau datang kembali ke sini"

"Kalau urusannya seperti ini, bisa bangkrut saya"

Akhirnya acara pun mendadak bubar berantakan, kang Dasman pulang dengan hati yang sangat kecewa. Rancananya gagal total, ia tak berhasil menarik simpati warga. Terlihat di pnggir jalan kang Tejo melangkahkan kakinya, tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu sekumpulan warga yang sedang berbincang-bincang di warung kopi. Ia pun beranjak ke warung itu dan salah satu warga menyapanya..

"Kang, habis dari balai desa ya?", saut  orang itu kepada kang Tajo

"Ya ini, tapi acara belum selesai kok orang-orang sudah pada bubar yah"

"Lah emangnya mau ngapain lagi kang? Kita suruh dengerin dia ngomong? Kita sudah bosen kang di kasih janji ini janji itu, janjinya sih enak-enak kang tapi kalau dia sudah jadi pejabat mana dia ingat sama orang kecil kaya kita? Yang ada dia cuma besarin perutnya saja!

"Lah terus sampeyan menjagokan siapa?"

"Kang... Kang... Nyoblos gak nyoblos sama saja, nasib tetep sengsara. Harga sembako naik, anak sekolah bayarannya mahal, harga pupuk mahal, harga bibit mahal dan hasil panen kita di hargai murah karena kalah saing dengan barang impor. Gimana kita mau sejahtera? Kita masih mau bertani saja untung"

"Saya juga heran, sebenarnya pejabat-pejabat itu mewakili siapa yah? Katanya wakil rakyat tapi tidak pernah merasa jadi wakil rakyat. Jangan-jangan cuma mewakili dirinya sendiri dan orang yang kasih modal kampanye"

"Kang... Kang... Sekarang orang jadi pejabat memang mau kaya kang. Habis banyak duit tidak masalah, yang penting balik modal. Boro-boro mikirin rakyat, sesudah jadi pejabat yang ada sawah di sulap jadi hotel, jadi Mall"

"Saya tambah bingung mau memilih siapa"

"Bukannya saya tidak mau milih kang, tapi apa ada pilihan yang bener? Yang bisa kasih jaminan hidup kita?"

"Nah itu, yang bikin saya bingung..."

Kang Tejo pun tak kunjung menemukan pilihannya, ia semakin bingung ketika di hadapkan pada realita wakil rakyat yang tak bisa ia percayakan nasibnya begitu saja kepadanya. Harapan kang Tejo akan hidupnya yang lebih baik tak lagi menjadi harapan. Ia tak mau harapannya yang besar di gantikan dengan uang recehan dan nasi uduk. Hatinya terombang-ambing di antara tuntutan untuk memilih dengan realita wakil rakyat yang tak lagi menjadi wakil rakyat. Hari mulai sore, di tengah kegelisahan hatinya ia mengakhiri perbincangannya dan memilih untuk pulang. Ia pun tak tahu harus berbuat apa di pemilihan umum nanti. Ia tak tahu hari depan akan berkata apa pada dirinya. Mungkinkah ia harus menunggu ramalan jayabaya? atau menunggu datangnya sang Ratu Adil untuk merubah nasibnya?

 

Pemilu Serentak 2019 Bisa Merubah Nasib Anda
Sabtu, 22 September 2018

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Ada Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia atau para caleg (Calon Legislatif), Calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Periode 2019-2024 yang mau membayarkan kontrakan rumah setiap tahun/bulan, saat Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 mau saya pilih Ia. Didi Rinaldo nomor rekening: 108-00-0762272-4 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani Pekanbaru “Cakap Kang... Baca selengkapnya...

Inilah Isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II dengan Capres Prabowo
Minggu, 16 September 2018

KOPI, Jakarta - Ada tujuh belas isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II , penandatangani di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Martak. Hadir saat itu Ketum PAN (Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Inilah 17 poin isi Pakta Integritas tersebut. 1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD... Baca selengkapnya...

Ilmu "Kaca Mata Kuda"
Minggu, 16 September 2018

  KOPI, Jakarta – Hidup ini harus pandai-pandai membawakan diri. Lihat Timing, Situasi, ekonomi kalau ingin berubah. Pandai/pintar sendirilah Anda. Ada orang tidak tamat sekolah hanya SD (Sekolah Dasar)  jadi pengusaha sukses. Orang ada memiliki kemampuan akademik, kemampuan diluar akademi yakni motorik. ialah kemampuan berpikir otak kiri dan kanan harus seimbang. Ada orang yang betah kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/malam. ... Baca selengkapnya...

Kasad Singapura Goh Si Hou Kunjungi Panglima TNI
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta - Kerjasama militer kedua negara terus dilanjutkan dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik dengan tetap melaksanakan latihan bersama dan pertemuan antar Perwira TNI dengan Perwira Singapore Armed Forces (SAF). Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P saat menerima kunjungan kehormatan Kasad Singapura Brigadier General Goh Si Hou di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat... Baca selengkapnya...

Jubir BIN: Keterlibatan Kabinda Riau Soal Pemulangan Neno Warisan ke Jakarta for Menghindari Bentrok
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta – Juru bicara (Jubir) Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, mengatakan BIN Daerah (Binda) Riau hanya menjalankan tugas agar tidak terjadi bentrokan massa. Terlebih acara yang dihadiri Neno tidak mendapat izin. ''Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut,'' kata... Baca selengkapnya...

TPNPB/OPM Tembak TNI Yang Bawa Bahan Makanan Untuk Anak-anak Tingginambut
Minggu, 19 Agustus 2018

KOPI, Puncak Jaya – Kembali 2 orang prajurit TNI atas nama Alm. Letda Inf Amran Blegur (Dan Pos) dan Alm. Pratu Fredi anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Puncak Jaya gugur menjadi korban keganasan kelompok TPNPB/OPM wilayah Tingginambut, Minggu (19/8).   Pada hari Sabtu (18/8), Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada... Baca selengkapnya...

Partai Berkarya Kembalinya “Putra Putri Cendana” ke Panggung Politik
Selasa, 31 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menegaskan masuknya Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal nama Mbak Titiek Soeharto (mantan istri Prabowo Subianto) ke Partai Berkarya akan memperkuat partai menggalang basis dukungan dari masyarakat. Khususnya, para simpatisan pendukung mantan Presiden Soeharto yang masih bertahan. Badaruddin menegaskan, Partai Berkarya akan mengimpun para pendukung mantan Presiden... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALAnggota Parlemen Timor Leste Memutarbali.....
08/09/2018 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang, Jumat ( 07/09) menjelaskan bahwa apa yang di tuduhkan pada tan [ ... ]



NASIONALKIP Aceh Deklarasi Kampanye Damai Pemilu.....
24/09/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 sudah di depan mata, untuk itulah dibutuhkan kearifan segenap komponen bangsa. Pada hari Minggu, 23 Septembe [ ... ]



DAERAHKapal Feri Mini Pengadaan Dishub Mamuju .....
19/09/2018 | Muhammad Nur Ino

KOPI, MAMUJU - Pengadaan Kapal Feri Mini oleh Dishub Pemkab Mamuju tahun 2017 pernah menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Pengadaan tersebut mengh [ ... ]



PENDIDIKANMadrasah Aliyah Ikhlas Memperingati 1 Mu.....
17/09/2018 | Mr. Tarman

KOPI, BANTEN - Peringatan tahun baru Islam dan hari jadi MA (Madrasah Aliyah) Ikhlas Jawilan yang ke 23 pada hari Kamis, (15/09/2018) di lapangan upac [ ... ]



EKONOMIPemerintah Perlu Membuat Sistem Paramete.....
30/07/2018 | Arianto Goder

KOPI, JAKARTA - Dua minggu lalu BPS merilis persentase penduduk miskin Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen. Terendah sepanjang sejarah dalam berbagai [ ... ]



HANKAMDanlanud RHF Pecat Prajurit TNI AU Pra.....
01/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pulau Batam - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan “ Jangan ada pula oknum Tentara “ Separoh Tentara Sepa [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
04/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



HUKUM & KRIMINALOknum Mahasiswa Asal Dumai Nyambi Kurir.....
13/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Oknum mahasiswa di Riau berinisial AS alias Arif (21) terlibat dalam peredaran narkotika diduga selundupan dari Malaysia. Pelaku b [ ... ]



POLITIKHeboh Lagu Potong Bebek Angsa Postingan .....
22/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Beberapa orang ibuk-ibuk memakai topeng Pinguin menyayikan lagu Potong Bebek Angsa . Syair lagu tersebut menghebohkan percaturan polit [ ... ]



OPINIEfek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-.....
27/08/2018 | Harjoni Desky

KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeti [ ... ]



PROFILKepala BPOM Penny Lukito Apresiasi P.....
30/08/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pusat Penny Lukito memberikan apresiasi kepada produk kosmetik local  mengembangka [ ... ]



ROHANIZakat di Era Digital.....
16/09/2018 | Efri S Bahri

KOPI - Saat ini kita berada di era digital. Teknologi digital yang dikenal sekarang ini telah nenyuguhkan berbagia keunggulan dari teknologi yang ada  [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATINikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa B.....
22/08/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K [ ... ]



SERBA-SERBITertangkap Basah Nazaruddin dengan Setya.....
16/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan, “Tak jera-jeranya oknum petugas Lapas (lembaga Permasyarakatan) dan Rutan (Ruma [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.