Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Negeri Para Preman

KOPI - Karena bingung, tak tahu harus bagaimana mencari pekerjaan. Dukri dan kawan-kawannya (dukri and the genk) pergi ke bos preman. Bos para preman, penguasa Negerinya. "Aku ingin mendapat pekerjaan bos, aku ingin kaya, aku ingin merubah nasib", katanya dengan penuh harapan.

Pak bos preman terkenal punya banyak wilayah kekuasaan. Ia preman yang paling mashyur dan di segani di negerinya, semua orang takut padanya. Ia sangat berwibawa dan paling perkasa tapi murah senyum. Sampai-sampai orang-orang di negerinya kerap menyebutnya dengan julukan "The Smiling Preman". Ia orang yang berkepala dingin dan bertangan besi, segala yang ia inginkan harus tercapai. Tapi bung bos, eh maaf pak bos. Lantaran kami tak punya modal banyak baik ketrampilan maupun uang. Lantas kami harus bagaimana?"

Pak bos pun terdiam dan berfikir.

"ehhmmm... ente mau kaya? kalau mau jadi preman tak perlu modal macam-macam."

"Wah ente jangan sembarangan pak bos. Hari gini... serius pak bos?"

"Serius coy..."

"Gua nggak bisa main silat pak bos, karate cuma ikut sekali, kungfu cuma nonton di tivi. Gimana gua mau jadi preman pak bos?"

"Kalau masalah itu nggak usah di pikirin coy, itu perkara mudah. Sekarang ente mau nggak jadi preman?"

"Mau.. mau pak bos. Tapi bisa kaya kan?"

"Yang penting ente nurut apa kata gua dan mau jadi gerombolan gua"

"Gerombolan apa pak bos?"

"Gerombolan golongan preman coy.."

"Itu paguyuban atau partai pak bos?"

"Apa aja boleh...." Huahaha

"Ah pak bos bisa aja... Ini gua bener bisa kaya kan pak bos?"

"Bisa coy... Santai.."

"Terus gua harus ngapain pak bos?"

"Ente gua kasih lahan proyek di pasar, ente pegang wilayah pasar."

"Gimana caranya bos? Kalau ada preman juga disitu gua harus ngapain?"

"Santai bro.. Siapa yang berani sama gua disini? Nanti gua kasih ente surat kuasa".

"Ini beneran bisa kaya pak bos?"

"Ya bisa coy... Yang penting ente nurut sama gua dan jadi anggota gerombolan gua"

"Ok bos... jadi sekarang gua pegang proyek di pasar ya bos?"

"Ente dari tadi nanya mulu... Lola amat ente!"

"Ya ente kan si bos, pasti ente lebih pinter dari gua".

"Ok deh.. Sekarang ente urus tuh proyek di pasar. Ente urus jatah dari orang-orang pasar".

"Siap komandan...!!!"

Dukri pun akhirnya mendapat pekerjaan, ia mengurusi segala macam proyek di pasar atas dasar mandat surat kuasa dari pak bos. Pekerjaan dukri and the genk hanya sekedar memanaje uang jatah dari orang-orang pasar. Hampir kaya manajer perusahaan coy.. Sekarang dukri and the genk berkuasa di salah satu pasar di negerinya. Di sela-sela waktu kerjanya, Dukri bertemu teman lamanya yang dulu satu SMA dengannya.

"Eh.. Ente Dukri ya? Yang dulu waktu SMA suka ngintip cewe di kakus?"

"Ente siapa? Ente nggak tahu gua yang punya wilayah ini?", saut Dukri dengan kondisi mabuk.

"Oh... Tambah ada kemajuan ente, pake dasi dan jas segala. Udah kaya milionare yang sering nongol di tivi-tivi aja. Wah keren ente duk.. Ente sekarang yang pegang wilayah ini ya? Sudah berapa lama ente kerja dengan si bos?"

"Mau tahu aja ente... Ente pengen gua kepret dollar? Pergi sana... Ganggu orang lagi seneng aja ente.. Hooooaaaahhhhhh"

Tak lama, teman-teman dukri berlarian menghampirinya. Dengan nafas berengosan teman-temannya menyampaikan kabar.

"Gawat coy... Gawat..!!!"

"Ada apa bro? Siapa yang di rawat?"

"Gawat coy... Gawat.. Pokoknya gawat, kita harus pergi dari sini"

"Ada apa emangnya? Gawat apanya?"

"Orang-orang pasar... Gawat.. Kita harus cepat-cepat pergi dari sini"

"Orang-orang pasar kenapa coy? Apanya yang gawat?"

"Orang-orang pasar coy.. Orang-orang pasar..!!! Ayo buruan kita pergi dari sini"

"Ada apa coy? Ente ngomong yang bener... Nih ente minum anggur dulu, biar ente bisa tenang ngomongnya"

Gleekkkk... Gleeekkkk... Gleekkkk...

"Sekarang ente ngomong... Ada apa coy? Apanya yang gawat?"

"Orang-orang pasar coy... Haaahh...Haaahhh... Haaahhh... Orang-orang pasar"

"Kenapa dengan orang-orang pasar?"

"Mereka... Mereka sekarang mau demo, mau protes sama kita"

"Mereka mau demo soal apa?"

"Mereka menolak di mintain jatah coy... Mereka juga mau memboikot proyek pembangunan pasar yang udah kita atur"

"Waduh... Sebaiknya sekarang kita lapor si bos aja. Sebelum kondisi semakin gawat"

"Ok...."

Dukri and the genk pun berlari menuju rumah pak bos preman, dengan gegap gempita dan penuh kepanikan, ia menyampaikan apa yang terjadi di wilayah pasar yang ia pegang kepada pak bos preman..

"Lapor pak bos, situasi gawat darurat, bener-bener gawat pak bos!!!", lapor dukri dengan situasi gugup.

"Ada apa ente kesini? Ada masalah apa coy?"

"Waduh.. Gawat Pak Bos... Orang-orang Pasar"

"Emang ada apa dengan mereka?"

"Mereka menolak untuk di mintain jatah, mereka demo dan memboikot proyek kita pak bos"

"Apa???? Apa kau bilang???"

"Ya, pak bos.. Mereka menolak dan berdemo di depan pasar"

"Mulai berani memberontak mereka... Mulai berani melawan gua"

"Jika situasi di biarkan akan bertambah gawat pak bos"

"Ok coy... Mereka mau cari mati rupanya... Baiklah"

"Kita harus bagaimana pak bos?"

"Tenang coy... Gua akan kirim pasukan preman untuk membubarkan mereka dan membantai mereka satu per satu" Hahaha

"Bener pak bos?"

"Ente jangan khawatir coy... Semua pasti beres"

Pak bos pun segera mengirim pasukan preman yang dilengkapi dengan pentungan, alat penyetrum, bayonet bahkan senjata api untuk menghalau orang-orang pasar yang membangkang. Selang kemudian, orang-orang pasar yang berdemo pun segera di serbu oleh para pasukan preman, sebagian dari mereka lari terbirit-birit menyelamatkan diri dan sebagian di tangkap untuk di interogasi. Di antara mereka yang tertangkap di bekap di sebuah gudang oleh para pasukan preman, dan di bawah ancaman pistol serta lototan mata para preman, mereka di tuntut untuk membuka mulut atas aksi mereka..

"Heh cecunguk...!!! Kenapa ente berani-beraninya membangkang?", saut preman kepada salah satu orang pasar.

Orang pasar tersebut pun terdiam..

"Heh kenapa ente diam? Jawab kuple!"

Dan dia pun tetap terdiam..

"Ente kalau nggak mau ngomong, gua setrum gigi ente!"

Dia masih terdiam...

"Ente nekat mau mati? Kalau ente nggak mau ngmong, bukan hanya ente yang bakal mati, tapi istri dan anak ente"

"Gua belum kawin bung preman... Jadi gua nggak punya istri dan anak", jawab si orang pasar.

"Ok... Berarti keluarga ente yang bakal mati, orang tua dan saudara-saudara ente bakal gua cincang"

"Gua nggak tahu apa-apa, gua cuma ikut-ikutan aja bung preman, percaya deh.."

"Siapa ketua gerombolan demo itu?"

"Gua nggak tahu bung preman"

"Ente bisa selamat, asal ente ngomong siapa ketua gerombolan demo itu?"

"Kita hanya mendapat informasi dari Dasman bung preman, jika hidup di tengah ketidakadilan tak boleh hanya diam"

"Ohhh jadi Dasman, dalang dari semua ini... Gua sikat dia"

"Tapi benar apa yang di katakan Dasman bung preman, jadi Dasman bukan dalang... Kita dan Dasman hanyalah penonton yang interupsi di tengah adegan yang tidak senonoh yang di mainkan para dalang di atas panggung pertunjukan!"

"Diam kau...!!! Ente cuma cecunguk pasar... Gua injek aja ente mampus. Jadi jangan sok ente, mau jadi politisi? Gua setrum mulut ente!"

Aaaaaauuuuuwwwwwww .......ampun bung preman... Si orang pasar pun berteriak kesakitan..

Tak lama, para pasukan preman pun melaporkan kepada pak bos hasil interogasinya dengan orang-orang pasar yang berhasil mereka bekap...

"Lapor komandan... Kami telah menemukan ketua gerombolan demo kemarin di pasar!"

"Tumben ente pinter coy? Nggak percuma gua pelihara ente..."

"Oya jelas bos..."

"Emang siapa orang yang berani melawan gua?"

"Si Dasman bos, bakul lele di pasar"

"Beraninya dia... Sekarang juga suruh Dukri untuk menyelidiki si cecunguk Dasman dan culik dia kemari... Gua bikin bregedel dia"

"Ok pas bos, laksanakan....!!!"

Pasukan preman pun segera menyampaikan perintah pak bos kepada Dukri and the genk.. .

"Bung Dukri and the genk, si bos memerintahkan ente untuk menyelidiki si Dasman, dalang dari demo kemaren!"

"Ohhh... Jadi si bakul lele itu, dalang dari semua ini... Ok siap, perintah pak bos segera gua laksanakan!"

Dengan cepat Dukri and the genk segera menyelidiki aktivitas sehari-hari Dasman, dan nggak pake lama Dukri and the genk meculik Dasman...

"Heeeiiiii Dasman.... Sini ente.."

"Ada apa bro?"

"Cepat ente ikut gua"

"Ada apa nih? Mau kemana?"

"Pokoknya ikut!", bentak Dukri sambil menyeret baju Dasman.

"Eh... Mau kemana nih? Jangan asal tarik donk..."

"Ente berani sama gua? Ayo cepet ikut... Banyak cingcong ente", celetuk Dukri dengan penuh emosi dan semakin kencang menarik baju Dasman.

Dukri and the genk pun membawa Dasman ke rumah pak bos... Ia pun mendorong Dasman ke hadapan pak bos.

.

"Lapor pak bos... Ini dia orang yang si bos cari"

"Ohhh.... Jadi ini yang bernama Dasman... Bakul lele yang katanya mau memperjuangkan keadilan? Hahaha"

Dasman pun terdiam dan merunduk...

"Ente cecunguk pasar, berani sama orang besar kaya gua... Gua pites ente jadi rempeyek!"

"Bukan begitu bos... Aku hanya.."

"Ah diam ente...!!! Pelayan, ambilkan alat setrum... Berani sama gua rupanya dia"

Pelayan pun memberikan alat setrum itu kepada pak bos...

"Rasakan ini....!!!"

Auuuuuuwwwwww..... Ampun pak bos... Dasman pun berteriak sambil kejang-kejang kesakitan... Sampai tergeletak lemas..

"Berani melawan gua ente? Maksud ente apa mempengaruhi orang-orang pasar untuk memberontak?"

Dukri hanya tergelak di lantai sambil meraung kesakitan.... Dan si bos pun menendangi Dasman..

"Jawab ente... Maksud ente apa? Ayo jawab! Pengecut ente...!!!"

Dasman pun masih meraung kesakitan sambil tergeletak di lantai.... Dan si bos pun terus menendangi sambil terus meluapkan kemarahannya...

Mata Dasman pun berkaca-kaca, matanya tertuju ke arah muka si bos... Ia terus memandang...

Tatapannya tajam... Dan ia terus menatap...

Pak bos pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Dasman, tak sampainya di muka pintu... Tiba-tiba Dasman mengeluarkan kata-kata terakhirnya... Sambil tergeletak dan memegangi perutnya, ia berkata dengan nada merintih....

"Ente bisa membuat takhta dari bayonet, tapi ente tidak akan mampu duduk terlalu lama di atasnya!"

Dan si bos pun hanya menoleh sembari memberikan senyuman yang kecut...

"Habisi dia, buang dia ke laut", perintah si bos ke anak buahnya

"Siap bos"

Keeseokan harinya, warga pasar pun terheran-heran... Dasman tidak kelihatan di sekitar pasar, tidak seperti biasanya ia selalu muncul di warung kopi.. Semua warga menanyakan keberadaan Dasman. Kondisi semakin runyam, ketika mulai geger atas hilangnya Dasman.. Suasana pasar gegap gempita dan mencekam.... Karto teman dekat Dasman mencari dan bertanya kepada semua orang pasar yang pernah berkomunikasi dengan Dasman, menanyakan kapan dan dimana mereka terakhir bertemu Dasman... Di temani istri Dasman yang sangat panik, Karto terus mencari dan bertanya ke semua orang yang berada di pasar.... Tapi tetap tak ada hasil.... Karto pun melaporkan hilangnya Dasman ke yang berwajib tapi tetap tak ada hasil...

Karto berinisiatif mengumpulkan semua orang-orang pasar, ia berkeinginan melanjutkan perjuangan Dasman guna menumpas ketidakadilan... Dukri and the genk bertambah kejam semenjak hilangnya Dasman... Karena kekuatan orang-orang pasar sebagai warga yang senasib dan sepenanggungan sedikit demi sedikit hancur karena rasa takut... Mereka lebih memilih patuh kepada Dukri and the genk untuk mengobati rasa takutnya dan sebagai upaya menyelematkan dirinya..

"Wahai Saudara-saudaraku, apakah perlawanan kita akan sampai disini saja?", ujar Karto dengan nada berkobar-kobar kepada khalayak pasar.

Situasi segera ramai, dengan nada bising semua orang mulai berkerumun dan berkumpul di tengah pasar... Tak lama, mereka berdiskusi saling bertukar perasaan kesal, lara nan gelisah atas kelakuan Dukri and the genk selama ini.. Akhirnya mereka sepakat melakukan demontrasi besar-besaran guna menentang kuasa pak bos preman.

Di tengah terik matahari, mereka melakukan demonstrasi besar-besaran sampai semua aktivitas pasar terhenti. Keadaan mulai tak normal, aktivitas perdagangan mati dan transaksi terhenti. Dukri and the genk tak terlihat di TKP, mereka memilih pergi menjauh menyelamatkan diri.. Dan Dukri and the genk luput dari perhatian. Demonstrasi mulai mencapai puncak keganasannya, dan tuntutan pun berpuncak pada penolakan kuasa sosok si bos preman semata.. Situasi mulai aneh... Aneh... Aneh... Dan aneh...

Tuntutan mengarah pada "kebebasan" bukan pada "pembebasan", pembebasan dari ketidakadilan. Ada apa ini? Aneh... Tiba-tiba mereka hanya menuntut agar situasi bebas lepas dari jeratan kuasa. Mereka mengira dengan situasi diri yang bebas lantas bisa memperbaiki keadaan mereka yang papa sengsara. Akhirnya si bos pun turun dari tahkta, terjungkal dari kursi kekuasaannya. Dan Dukri and the genk dari kejauhan mendengar bahwa orang-orang pasar menuntut situasi bebas. Dukri and the genk pun berfikir atas situasi yang terjadi...

"Sepertinya situasi dapat kita manfaatkan dan ini akan menguntungkan kita", cetus Dukri kepada gerombolannya.

"Maksud ente apa duk? Mulai kaya dukun ente..."

"Ente ini mau jadi orang besar nggak bro? Makanya otak ente di pake coy... Hahaha"

"Wah ente kaya profesor aja duk..."

"Oblong ente... Ini kesempatan coy... Kesempatan kita untuk bisa berkuasa"

"Gimana caranya duk?, tanya temannya.

"Dengan situasi bebas kita justru bisa leluasa untuk menancapkan kuasa"

"Gua masih belum bisa ngerti omongan ente duk, ente mulai kaya profesor yang kepalanya botak itu"

"Payah ente, dengan "kebebasan" kita bebas berkuasa, karena yang sakral adalah kebebasan itu sendiri... Hahaha... Ngerti nggak ente?"

"Terserah ente deh duk... "

Dan akhirnya Dukri and the genk mengambil tampuk kekuasaan, atas nama "kebebasan" ia kembali bebas berkuasa. Ia bersama kelompoknya luput dari pukulan angin perubahan. Ia dan kelompoknya berhasil dengan cepat beradaptasi dengan iklim perubahan. Gelombang perubahan ternyata tidak cukup memiliki kemampuan untuk menyapu bersih Dukri dan kelompoknya, justru ia mampu menyesuaikan diri terhadap logika perubahan bahkan dengan cepat melakukan penataan diri kembali dan tetap memiliki akses yang sangat kuat atas kekuasaan.

Kondisi pun tak banyak berubah, hanya sekedar berganti jubah bersama aneka kosmetik dan aksesorisnya. Orang-orang pasar pun tetap sulit untuk mengartikulasikan kepentingannya sekalipun berada di dalam atmosfer kebebasan. Mereka tetap termajinalkan dan hidup di bilik kesengsaraan. Di dalam situasi pedih nan sengsara, tiba-tiba muncul bayang-bayang di persimpangan jalan menuju pasar, "Piye kabare? Enak jamanku to?"

 

Dewan Pers Mengeluarkan Surat Edaran ke Pemda Sudah Melanggar Konstitusi
Selasa, 17 Juli 2018

Pejabat Menolak Wartawan Meliput, Wawancara dan Konfirmasi Informasi Publik, Senator DPD RI: Itu Melanggar Konstitusi. KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan” Heran saya oknum staf Dewan Pers datang ke Propinsi Riau mengunjungi “dapur redaksi” perusahaan Media online untuk memverifikasi media. Bagaimanapun juga “dugaan” terjadi praktek suap berkemungkinan ada . Pasti pemilik perusahaan media... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi : Survey Gallup Law and Order Indonesia 10 Negara Teraman untuk Iklim Investasi
Sabtu, 14 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Memperingati hari Bhayangkara ke-72 kita dapat kabar baik, dari hasil survey lembaga Internasional  yakni Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman  untuk iklim investasi di dunia. Pemerintah Indonesia  menjamin   keamanan  para investor menanamkan modalnya  ," kata Jokowi (Joko Widodo) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk mempertahankan... Baca selengkapnya...

Polda Riau Memperingati HUT Bhayangkara ke-72 Beraneka Ragam Kegiatan
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru - Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Kepolisian Daerah Riau menggelar syukuran di Aula Satbrimobda Polda Riau, bertempat Jl.K.H.Ahmad Dahlan – Pekanbaru, Rabu (11/7/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Riau , Wakapolda Riau Brigjen.Pol.Drs.HE.Permadi,SH,MH, Danrem 031 Wira Bima diwakili Kasrem 031 Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha, SE, M.Si, Kabinda Provinsi Riau Marsma. TNI.Rakhman Haryadi, SA, MBA,... Baca selengkapnya...

Peringati HBA ke- 58, Kejati Riau Gelar Pasar Murah
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru – Memperingati Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke- 58 jatuh pada tanggal 22 Juli mendatang. Kejaksaan Tinggi Riau gelar pasar murah di gedung sementara bertempat Jalan. Arifin Ahmad, Kamis (12/07-2018). Pasar murah ini menjual Sembilan Bahan Pokok Kebutuhan (Sembako) serta beberapa counter kuliner masakan khas melayu Riau, kerajinan tangan (Home Industri) dan sebagainya. Pasar murah ini terlaksana kerjasama Koperasi Kejaksaan... Baca selengkapnya...

Bubarkan Dewan Pers, Ratusan Orang Wartawan Demo Kantornya
Senin, 09 Juli 2018

KOPI, Jakarta - Ratusan Wartawan dari berbagai media massa, baik cetak maupun online yang datang dari seluruh pelosok nusantara membanjiri halaman Hall Dewan Pers (HDP) Jakarta, Rabu (4/7/19). Kehadiran para pahlawan informasi ini yang didukung penuh oleh puluhan organisasi media maupun organisasi wartawan menuntut agar Dewan Pers melakukan perbaikan dalam mengambil kebijakan terutama terkait sengketa pemberitaan. Terkait rekomendasi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

Pengamat: Prediksi, Peramal Pilgub Jatim 2018
Selasa, 26 Juni 2018

KOPI, Jawa Timur – Pilpres (Pemilihan Presiden) Amerika Serikat tahun kemaren. Masyarakat internasional memprediksi Hillary Clinton bakalan terpilih. Ternyata Donal Trump. Kami sudah dapat memprediksi jauh-jauh hari, yang terpilih sebagai Capres Amrik adalah Donal Trump. Ustad kondang terkenal dari Riau bernama UAS (Ustad Abdul Somad). Pengamat Genius dari Riau sebut saja namanya Aji Somek. Ditempat kerjanya, mengatakan “ Menentukan menang... Baca selengkapnya...

Top Secret : Inilah Wajah Palsu atau KW Donal Trump dengan Kim Jong Un
Minggu, 24 Juni 2018

KOPI, Singapura - Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT menciptakan seorang manusia dalam tujuh rupa/mirip dengan orang lain kadarnya ada 50 %, 60, 70, 80, 90 %. Kembaran, Serupa tersebut ada sudah meninggal, belum lahir, bahkan ada yang masih hidup. Kadangkala oknum pemilik wajah serupa itu mempergunakan untuk penipuan. Menyakinkan orang bahwa ia mengaku sebagai Adik atau keluarga dari pemilik wajah asli yakni meminta uang atau... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKunjungan Kerja ke Scotlandia Trump Men.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dilansir dari koran Skotlandia The Scotsman, saat mengunjungi Skotlandia pada akhir pekan lalu. Selasa (17/7-18), Trump me [ ... ]



NASIONALKepala BPS Pusat Suhariyanto : Tingkat K.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia Suhariyanto, Senen (16/7-18) menuturkan “ Tingkat kemiskinan penduduk Indonesia pada bulan  [ ... ]



DAERAHAksi Brutal “Oknum” Satpol PP Kampa.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Bangkinang – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kampar sudah berlangsung sejak, Kamis (12/7/2018) lal [ ... ]



PENDIDIKANGelar Reuni Alumni SMPN 2 Pekanbaru A.....
16/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Selama tiga puluh tiga  tahun tamat dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SPMN 2) Pekanbaru. Selain melepas rindu dalam kegi [ ... ]



EKONOMIKemenperin Klaim Susu Kental Manis Aman .....
07/07/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat kar [ ... ]



HANKAMPratu HT Anggota Kostrad Otaki Pembob.....
09/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan “ Yang merusak nama Korops TNI adalah oknum anggota TNI tersebut. Setiap apel selal [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



HUKUM & KRIMINALInilah Riki Zanur Warga Jl. Rambutan .....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Riki Zanur alias Riky (30), warga Jalan Rambutan, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Tampan, kota Pekanbaru, tangkap polisi. Pela [ ... ]



POLITIKIndonesia Diprediksi Raih Masa Keemasan .....
08/07/2018 | Yeni Muezza

KOPI,  Jakarta – Pandangan Dr Luthfi Assyaukanie, dosen Universitas Paramadina yang lansir di harian Rakyat Merdeka (4 Juli 2018) Wakil Presiden  [ ... ]



OPINIPengamat : "Dugaan" Oknum Dewan Pers Mem.....
05/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Kini zamanNow, zaman internet atau digital masyarakat saja bisa menginformasikan kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsAp [ ... ]



PROFILViral Dua Orang Turis Wanita Asal Tio.....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Malaysia - Rekaman Video Viral di media social Malaysia, dua orang turis wanita asal China/Tiongkok melakukan handstand atau berdiri dengan k [ ... ]



ROHANIKemenag Riau Resmikan Rumah Qur’an di.....
13/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak - Berdirinya Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di Kecamatan Bungaraya merupakan PTSP ke dua yang ada di Indonesia. Untuk di Kecamatan Siak [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIPengamat : Pecat Ndan Perwira Polri ya.....
14/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi P [ ... ]



SERBA-SERBICamat Perhentian Raja Sidak Persiapan .....
26/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Camat Perhentian Raja Azhar S.Stp mengadakan sidak mengecek pengamanan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 ke desa Lubuk Sa [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.