KOPI, BLITAR – Wisata Arung Jeram di aliran sungai Kali Lekso Desa Tegal Rejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang hari Minggu 15/05/ kemarin di Louncing oleh Wakil Bupati Blitar membawa korban. 7 wisatawan terluka akibat perahunya terbalik dan terpaksa dilarikan ke RSUD setempat. Pemandu Wisata diduga tidak mengenali medan, karena didatangkan dari luar Blitar.
Olah Raga Arung Jeram kini sudah resmi menjadi Agenda Wisata Pemerintah Kabupaten Blitar. Dari hasil survey Komunitas Olah Raga Arung Jeram dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, di desa Tegal AsriKecamatan Wlingi Kab. Blitar di aliran sungai Lekso sudah layak dan bagus untuk dikembangkan Olah Raga Arung Jeram dan pengemabngan Pariwisata. Demikian yang disampaikan Wakil Bupati Blitar, Drs. Riyanto.
Dia menambahkan aliran Sungai Lekso ini sangat potensi sekali untuk dikembangkan olah raga yang memacu andrinalin dan sangat menantang.
“Olah raga Arung Jeram ini sangat bagus dikembangkan di Kabupaten Blitar, karena medannya sangat bagus dan layak. Selain itu juga bagus untuk pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Blitar,”jelas Riyanto.
Demikian juga halnya seperti yang disampaikan Kapala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Eko Priyono, bahwa di Jawa Timur ada beberapa Arung Jeram yang sudah di lounching seperti di Probolinggo, Bondowoso, Kediri, Malang, dan saat ini menyusul Blitar. Di Kabupaten Blitar sangat potensi, karena arealnya bagus dan layak, juga sudah ada Base Camp serta ada 7 jeram yag menantang.
“Sangat potensi sekali di kabupaten Blitar untuk dikembangkan Arung Jeram ini, karena medannya bagus, menantang, bahkan Base Camp nya sudah siap,”ungkap Eko.
Namun pada acara Lounching Arung Jeram ini sangat disayangkan oleh pengguna wisata Arung Jeram, karena para pemandu tidak mengenal medan. Hal ini disebabkan para pemandu didatangkan dari luar Blitar, sehingga tidak mengenali medan yang mengakibatkan 7 wisatawan dari Surabaya perahunya terbalik. Ke 7 wisatawan tersebut akhirnya terseret arus yang deras, sehingga mengakibatkan terluka, karena terbentur batu-batu sungai. Bahkan seorang wisatawan ada yang terseret arus sampai ½ jam hing terluka parah dan sempt pingsan karena terlalu lama di dalam air. Korban yang terluka langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan perwatan secara intesif. Seorang wisatawan yang bernama Nana Fajar, 45 terpaksa harus menggunakan alat bantuan pernafasan, selang oksigen karena terlalu lama berada dalam air.
Nana beserta teman-temannya untuk megisi liburann, berwisata ke blitar dengan mengikuti Arung Jeram di Sungai Lekso Kecamatan Wlingi. Namun saat perjalanan di arung jeram baru 2 kilo meter, perahu mereka terbalik. Semua penumpangnya tenggelam dan terseret arus. Hanya 2 orang yaitu Instruktur yang bisa menggapai perahu, namun ke 5 orang terseret arus. Bahkan Nana tenggelam dan terseret Arus hingga setengah jam.
“Saya tiap tahun pasti mengikuti olah raga ini, namun karena ini medannya baru sehingga saya tidak tahu medan. Dan ternyata Pemandunya juga tidak tahu medan, karena mereka didatangkan dari luar Blitar, sehingga peristiwa ini terjadi. Saya sempet terseret selama setengah jam hingga sempat pingsan,”kata Nanan.
Sebenarnya perahu yang terbalik tidak hanya parahu yang dinaiki Nana dan temannya, namun ada satu perahu lagi juga terbalik dan penumpangnya tenggelam, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit karena terluka. Pada umumnya mereka terluka pada kaki dan kepala, seperti yang dialami Aprilia, wisatawan wanita yang kepalanya harus diperban akibat terluka. (JFT)
[More] [Less]