Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6199
Isi : 8592
Content View Hits : 2842349
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1907
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6256

Warga Online : 80
IP Kamu : 54.242.188.217
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Pendidikan Bupati Batola Buka Konkerkab PGRI

Bupati Batola Buka Konkerkab PGRI

alt

KOPI, MARABAHAN - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyelenggarakan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) dalam rangka evaluasi maupun membuat program kerja satu tahun ke depan.

Bupati Batola H Hasanuddin Murad saat membuka konker menyatakan, salah satu misi Pemkab Batola adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di antaranya terwujudnya penyelenggaraan dan pemerataan pendidikan masyarakat.

Dalam upaya itu, jelas mantan dosen Fakultas Hukum Unlam ini, peran guru dalam hal ini PGRI sangat menentukan sebagai ujung tombak penyelenggaraan pembangunan pendidikan. “Maju tidaknya suatu daerah atau negara tergantung bobot SDM masyarakatnya,” papar nya.

Sementara untuk SDM masyarakat Batola saat ini dari segi pendidikan, lanjut Hasan (panggilan Hasanuddin Murad), rata-rata hanya kelas 2 SMP. Kondisi ini salah satu penyebab Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batola berada pada urutan 12 dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel. Walau pun, pada tahun 2009/2010 pertumbuhan IPM Batola paling cepat mencapai 0,8 persen namun karena dari awal posisi IPM Batola berada di bawah sehingga grafik tetap berada di urut 12.

Lebih jauh orang nomor satu di Pemkab Batola ini menjelaskan, perbaikan struktur IPM membutuhkan proses panjang. Lebih-lebih salah satu yang menjadi objek penilaian menyangkut pendidikan masyarakat yang tentunya masih menyisakan generasi terdahulu yang pada saat itu mengalami serba ketertinggalan dalam bidang pendidikan lantaran pengaruh ekonomi, sarana prasarana, kultur, dan pola pikir masyarakat.

Bercermin dari era masa lalu itulah, sejak Hasanuddin Murad menjadi Bupati, ia bertekad untuk meninggalkan pola terdahulu dengan berusaha mendirikan sekolah menengah di setiap Kecamatan, agar pendidikan dan SDM masyarakat lebih merata.

Sekarang, jelas suami Hj Noormiliyani AS ini, tantangan berat berada pada para guru dalam meratakan dan menyelaraskan pendidikan seiring perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.

Terkait dengan konker yang dilaksanakan, Hasanuddin Murad menyatakan sangat menyambut baik, karena selain bisa dijadikan ajang silaturahmi dan tukar pikiran dalam menambah pengetahuan serta wawasan bidang pendidikan sekaligus sebagai forum konsolidasi organisasi dan evaluasi untuk dijadikan acuan dalam menyusun program kerja yang sinergis dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Ketua PGRI Provinsi Kalsel Drs H Dahri mengatakan, guru hendaknya profesional dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pendidikan para guru hendaknya terus ditingkatkan agar kualitas pengajaran dapat terus meningkat seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kaitan itulah, Ketua PGRI Kalsel yang mantan Kadisdik Batola ini mengharapkan, dalam konferensi kerja dilaksanakan hendaknya juga membuat program kerja yang selaras dengan peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan kualitas SDM pengajar.

Sebelumnya, Kadisdik Batola H Sumarji SPd MAP menjelaskan selama ini kemajuan pembangunan bidang pendidikan di Batola mengalami kemajuan sangat pesat. Kemajuan tersebut dapat dilihat dari meningkatkan APK/ABM baik SD, SMP, maupun SMA/SMK.

Di sisi lain sarana dan prasarana sekolah, khususnya SLTA, yang dimiliki juga mengalami pertumbuhan dari 40 buah kini menjadi 52 sekolah. Demikian pula guru pengajar yang dulunya rata-rata hanya memiliki pendidikan SLTA sekarang hampir 90 persen berpendidikan S1. ( Hairun Noor – Mrb )

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: