GRATIS: Jelajah Sejarah Taman Kota Pertama di Indonesia

KOPI - Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Jakarta Heritage Community (JHC) akan menggelar "Jakarta Heritage Trails: Menjelajah Kota Taman Pertama di Indonesia - Menteng" pada hari Minggu (19/2/2012). Program GRATIS ini termasuk program interdisipliner, terutama memadukan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam ilmu sosial. "Dengan meracik unsur rekreasi-empirik, edukasi, dan hiburan, kami ingin mengemas program ini menjadi lebih menarik, bermanfaat, dan fun," kata Pendiri KHI/JHC, Asep Kambali.
Program yang didukung oleh Museum Juang '45 dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi itu akan mengajak Anda menelusuri gedung-gedung tua, kota hunian, dan taman tertua di Indonesia, jalan dan gang-gang tua, serta museum di kawasan bersejarah dan budaya di Jakarta yang menjadi milik bangsa sebagai warisan dunia.
"Kegiatan ini cocok untuk segala kalangan, mulai usia tujuh tahun hingga lansia yang akan dibagi dalam tiga golongan, yakni SD (7-11 tahun yang didampingi orangtua), SMP/SMA (12-18 tahun), dan Umum (19-60 tahun)," kata Asep.
Asep menjelaskan, kegiatan jalan-jalan sambil mengenal sejarah dan budaya ini akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 3 kilometer. Peserta wajib berkumpul antara pukul 07.00 dan pukul 07.30 di Meeting Point, Museum Juang '45, Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, untuk keperluan daftar ulang. Dilanjutkan dengan sesi "Opening" pada pukul 07.30, peserta akan masuk ke dalam kelompok yang sudah dibagi-dibagi.
"Akan ada pemutaran film perjuangan dan profil Museum Juang '45 yang diikuti foto bersama seluruh peserta di depan museum. Kita juga akan memaparkan penjelasan Do's dan Don't's," ujar Asep.
Pada pukul 08.30 para peserta akan memasuki acara utama, "Walking Tour", yang akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, meliputi Museum Juang '45, Masjid Cut Meutia, Gedung Eks Imigrasi, Museum Jenderal Besar AH Nasution, Rumah Adolf Heuken (penulis Historical Sites of Jakarta), Taman Suropati dan Patung-patung ASEAN, Gedung Bappenas RI dan Rumah Laksamana Tadashi Maida (yang kini Museum Perumusan Naskah Proklamasi).
"Selain oleh saya, nanti peserta akan dipandu oleh beberapa guide dari KHI yang masih muda-muda dan enerjik," terang dia.
"Perjalanan diperkirakan akan berlangsung selama 4 jam hingga pukul 12.30 WIB. Nanti kita akan makan siang bareng di sekitar Masjid Sunda Kelapa," kata lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP) itu.

ITINERY
Half Day Trip (HDT) / Jarak tempuh -+3 km
07.30-08.30 Opening
Pembagian & perkenalan kelompok
Pemutaran Film Perjuangan / Profile Museum Juang ˜45
Foto Bersama di Depan Museum Juang 45 (seluruh peserta)
Penjelasan Do’s and Don’ts
08.30-12.30 Walking Tour
Mengunjungi Mesjid Cut Meutia
Mengunjungi Gd. Eks Imirgasi (Budha Bar)
Mengunjungi Museum Jenderal Besar AH. Nasution
Mengunjungi Rumah Adolf Heuken (Penulis Historical Sites of Jakarta)
Melewati ex Lap Viosveld
Mengunjungi SD 01 menteng (SDnya obama)
Mengunjungi Taman Suropati dan Patung-patung ASEAN
Mengunjungi Gedung "Perkumpulan Setan" (kini Bappenas RI)
Mengunjungi Rumah Laksamana Tadashi Maida (Kini Museum Perumusan Naskah Proklamasi)
Makan Siang bareng di sekiteran Mesjid Sunda Kalapa
12.30- Closing Program
DRESSCODE WAJIB
- Perempuan: Putih
- Laki-laki: Merah
MOHON AGAR DIPERHATIKAN!
- Membawa uang untuk persiapan membeli tiket museum.
- Disarankan untuk memberi sumbangan kegiatan.
- Boleh membawa makan siang & minuman masing-masing.
- Ini adalah tour jalan kaki, maka disarankan memakai pakaian bebas/ casual/ sepatu kets. Mengingat terik, pakailah sunblock dan sunglass, plus Topi Lebar.
- Bawa juga handuk kecil, kamera/handycam/recorder, serta bawa payung/jas hujan (untuk antisipasi)
- Karena kegiatan dilakukan keliling tempat umum yang padat merayap dan tempat bersejarah, jalan raya dan gang, maka perlu berhati-hati dalam beraktivitas, tidak berpisah dengan rombongan, dan tidak berkata-kata yang sombong.
- Semua peserta bertanggung jawab terhadap sepeda, diri dan barang bawaanya masing-masing.
- Mohon kerjasama untuk saling mengawasi dan melindungi sesama peserta. Peserta diharapkan membaur dengan peserta lain.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Semua peserta dilarang mengambil, memindahkan, merusak, mencorat-coret barang-barang / benda-benda bersejarah / koleksi yang ada di dalam kawasan / gedung bersejarah / kelenteng / museum (UU BCB No.11/2010).
"Bagi masyarkat yang tertarik dan ingin ikut, dipersilahkan registrasi melalui SMS ke 0818 0854 6363 (Mbak Rie) dengan format: JHT MENTENG / nama lengkap / jenis kelamin / umur / pekerjaan / alamat twitter / alamat FB. SMS ini bersifat wajib dan berlaku untuk satu orang," ungkap Asep.
Segera ikuti petunjuk berikut, u/ komunikasi selanjutnya (WAJIB):
1. Follow twitter @IndoHistoria
2. Like FBpage Komunitas HISTORIA INDONESIA Community
Kunjungi kami di http://www.komunitashistoria.org/
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa menghubungi sekretariat KHI di di (021) 3700 2345, SMS hotline: 0818 0807 3636. Atau via e-mail di This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it serta follow @IndoHistoria.
Sumber : ASEP KAMBALI
Follow on twitter : @AsepKambali
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Hilangkan Dikotomi Guru
- Pelajar Kota Langsa Tolak "Valentine Day"
- Dana BOS Kota Tangerang Tidak Tepat Sasaran
- E-learning, Cermin Pendidikan Masa Kini: Siapkah kita?
- Lomba Pidato Bahasa Jepang Pandan College Juni 2012
- SMPN 2 Padang Panjang Ikut OSN di Solo
- Bupati Aceh Timur Resmikan SMK Negeri Pante Bidadari
- Tahun 2011, Sebanyak 3550 Orang Kepri Terjangkit HIV/AIDS
- Guru Agama Harus Lebih Eksis
- Pendidikan Karakter..? Hingga Saat Ini Masih Menjadi Sebuah Kegalauan
- SDN Tanah Tinggi 2 Diduga Pungut Uang Gedung
- Malaysia Tertarik Metode Pendidikan Kelapa Sawit PKSCWE
- Camat Kenjeran Berikan Diklat Mengemudi Gratis bagi Warga Miskin
- Ulang Tahun ke-27 SMAN 6 Pekanbaru Berlangsung Meriah
- Profil Penerima Penghargaan Akademi Andalan & Peserta Unggulan


























