SDN Tanah Tinggi 2 Diduga Pungut Uang Gedung
KOPI, Tangerang - Dengan dalih ini adalah hasil musyawarah dari wali murid dan komite sekolah,Kepala Sekolah SDN Tanah Tinggi 2 Kota Tangerang, diduga pungut biaya untuk pembelian kebutuhan sementara gedung sekolah baru. Lagi-lagi pungutan yang mengatasnamakan komite diberlakukan disekolah tersebut.
Sebelum pungutan ini pun SDN Tanah Tinggi 2 telah memungut biaya dengan alasan untuk tabungan akhir semester untuk kelas 6,dengan ketentuan nilai yang telah ditentukan oleh komite sekolah. Terlihat jelas bahwa keberadaan komite hanya dijadikan kambing hitam dan tameng agar pihak sekolah bisa mengadakan pungutan dengan atas nama komite.seakan keberadaan komite disekolah ini sudah menyalahi aturan,karena disetiap permasalahan yang terjadi di SDN Tanah Tinggi 2,pihak sekolahpun selalu mengatasnamakan Komite.
Padahal fungsi Komite sekolah adalah untuk memberi dukungan ( supporting agency ) dan memenuhi kebutuhan sekolah, pertimbangan pengambilan keputusan, pengawasan manajemen sekolah, mediator antar pemerintah dengan masyarakat, dan lain sebagainya secara teransparan dan demokratis serta etika yang kuat.
Badan ini bukanlah sebagai Institusi perpanjangan tangan dinas pendidikan untuk melaksanakan keinginan dinas pendidikan.
Akan tetapi badan ini merupakan suatu institusi yang mandiri bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dengan mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan.
Besarnya peran orang tua dan partisipasi masyarakat melalui badan ini dalam mengelola implementasinya harus sesuai dengan aturan main yang berlaku dalam proses
pembentukan komiter sekolah tersebut, dan bukan berjalan menurut selera orang – orang yang ada dalam badan tersebut. Keikutsertaan ini memang di samping membawa dampak positif dapat juga membawa dampak negatif.
Agar tidak tumpang tindih wewenang dan bentuk partisipasi masing – masing maka perlu dibentuk,dibuat aturan main kapan komite sekolah,dewan pendidikan dan masyarakat dapat mengambil sikap untuk melakukan tindakan dan kapan pula harus jaga jarak.
Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan tersebut kepala sekolah SDN Tanah Tinggi 2 mengatakan,untuk kepala sekolah yang lama sudah pension,dan saya hanya pengganti sementara disekolah ini,jadi saya belum tau persis mengenai pungutan ini,jadi tolong konfirmasi dulu dengan komite sekolah,”ungkap Yetti Sulistiawati, S.Pd yang kebetulan sebagi Kepala sekolah di SDN Tanah Tinggi 1 Kota Tangerang.
Kacaunya system pendidikan di Kota Tangerang,menunjukan lemahnya kepengawasn dari Dinas Pendidikan.(surya)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Malaysia Tertarik Metode Pendidikan Kelapa Sawit PKSCWE
- Camat Kenjeran Berikan Diklat Mengemudi Gratis bagi Warga Miskin
- Ulang Tahun ke-27 SMAN 6 Pekanbaru Berlangsung Meriah
- Profil Penerima Penghargaan Akademi Andalan & Peserta Unggulan
- Festival Membaca dan Menulis 2012
- GE Foundation Scholar Tawarkan Beasiswa
- Festival Film Pelajar Indonesia III Jakarta, 23-24 Juni 2012
- Yayasan Ar-Rahmah Mendidik Guru Menjadi Profesional
- UIR Mewisuda 700 Orang Lulusannya
- Kemah Pramuka Penggalang Bentuk Karakter Anak
- Kepsek SDN Tanah Tinggi 1 Setujui Pungutan Komite Sekolah
- Pemko Padang Panjang Alokasikan Rp1 M untuk Beasiswa
- Kepsek SDN Pondok Petir Diduga Pungut Biaya Uang Pangkal
- Pemeran Laskar Pelangi Raih Beasiswa Sobat Bumi
- Sambutan SMK Kansai terhadap Katsujiro Ueno Meriah


























