Kepsek SDN Tanah Tinggi 1 Setujui Pungutan Komite Sekolah
KOPI, TANGERANG - Pendidikan adalah salah satu factor kunci utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, apabila diiringi dengan system pembelajaran yang baik dari penyelenggara dunia didik. Karena kunci utama untuk membangun peradaban bangsa adalah bisa terciptanya dunia pendidikan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta dunia pendidikan yang memang benar-benar bersih dari pungutan-pungutan yang nantinya akan dijadikan ajang bisnis semata.
Hal itu bisa tercipta apabila dinas yang berkompeten dalam dunia pendidikan, bisa bekerja lebih optimal dan lebih tegas dalam memberikan kebijakan untuk terciptanya dunia pendidikan yang lebih maju. Akan tetapi lain halnya yang terjadi di Kota Tangerang, terlihat jelas system pendidikan yang kurang optimal tercipta di Dinas Pendidikan sendiri.
Karena lagi-lagi Dunia pendidikan Kota Tangerang kembali dicemari oleh ulah oknum kepala sekolah dan ketua komite, dengan dalih untuk tabungan akhir tahun kepala sekolah menyetujui ketua komite mengadakan pungutan melalui program tabungan. Hal ini terjadi di sekolah dasar negeri (SDN) Tanah Tinggi satu Kota Tangerang, alasan sudah melalui rapat komite dan atas persetujuam semua wali murid disekolah tersebut diwajibkan semua siswa kelas enam tanpa terkecuali harus membayar iuran tabungan yang telah disepakati nominalnya.
Dilihat dari system pungutan yang diadakan sekolah ini,jelas terlihat ada kepentingan pribadi dibalik persetujuan tersebut, karena diciptakanya dunia pendidikan melalui sekolah adalah untuk kegiatan belajar mengajar, bukan untuk tabung menabung. Aneh rasanya apabila kepala sekolah yang seharusnya mementingkan kualitas anak didiknya justru mengabaikan semua itu, dengan disetujuinya pungutan yang berdalih tabungan yang nantinya anggaran tersebut akan terbuang sia-sia.
Ketika dikonfirmasi terkait adanya pungutan berbentuk tabungan tersebut kepala sekolah SDN Tanah Tinggi 1 Yetti Sulistiawati, S.Pd mengatakan, ”Itu semua adalah keputusan yang diambil melalui rapat komite, dan sudah disetujui oleh semua wali murid disini, saya sendiri sebenarnya juga kasihan terhadap orang tua siswa,karena rata-rata orang tua siswa yang putra putrinya bersekolah disini, hanya sebagai kuli kupas bawang dipasar, yang tentunya mempunyai penghasilan yang minim, bahkan ada genteng sekolah yang bocor saya ambil dari rumah saya, itu semua saya lakukan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap sekolahan ini,” katanya.
Dengan adanya hal seperti ini,Dana bantuan yang telah digelontorkan Pemerintah melalui Program Dana BOS sia-sia,karena bisa dipastikan dana bantuan yang telah diterima oleh sekolah tidak bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar. Karena pada dasarnya tujuan diberikanya dana bantuan BOS tersebut untuk, membebaskan biaya pendidikan untuk siswa yang tidak mampu dan meringankan bagi siswa yang lain.
Dihubungi melalui telefon selulernya Itang selaku ketua komite dengan bangganya menjelaskan, ”Pungutan untuk tabungan ini sudah saya rapatkan dengan komite beserta semua wali murid mas (red-wartawan) dan Ibu kepala sekolah pun sudah menyetujuinya,tujuan saya diadakanya tabungan akhir tahun ini adalah,anggaran yang terkumpul nanti untuk, biaya perpisahan kelas 6, biaya rekreasi, biaya foto, dan biaya lainya yang menyangkut kegiatan belajar siswa, dan kalaupun permasalahan ini akan diterbitkan beritanya,saya tunggu beritanya dan kalaupun akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan,saya juga tidak akan tinggal diam,” jelas Itang melalui telfon selulernya.(bersambung)-(surya)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pemko Padang Panjang Alokasikan Rp1 M untuk Beasiswa
- Kepsek SDN Pondok Petir Diduga Pungut Biaya Uang Pangkal
- Pemeran Laskar Pelangi Raih Beasiswa Sobat Bumi
- Sambutan SMK Kansai terhadap Katsujiro Ueno Meriah
- SMK Kansai Pekanbaru: Meretas Jalan Beronak
- See the World With TSC, Sejuta Cerita Bangkitkan Indonesia
- Perempuan Putus Sekolah di Peudawa Ikuti Latihan Ketrampilan Tata Rias
- BAN-PT Berikan Akreditasi Pertama untuk Program Studi BDPKS kepada PKSCWE
- Class Metting "Pesantren Kilat" di SD Negeri 04 Padang Panjang Programkan Pembentukan Karakter
- 50 Orang Siswa/wi SLTA se-Kota Padang Panjang Dilatih Ilmu Jurnalistik
- SDN No 04 Kampung Manggis Bakal Gelar Class Metting "Pesantren Kilat"
- STAIN Bukittinggi Biarlah 'Berbaju Sempit' Dulu
- Kuflet Luncurkan Buku Puisi Penyair Cilik
- Workshop Jurnalistik dan Penyiar di Radio Teman
- Unindra PGRI Wisuda 888 Lulusan


























