SMK Kansai Pekanbaru: Meretas Jalan Beronak
KOPI, - Terletak di pinggiran kota Pekanbaru, Propinsi Riau, seakan karena ia memang diperuntukkan bagi masyarakat terpinggirkan oleh sistem ekonomi Indonesia yang kurang bersahabat bagi sebagian warga. Dengan pekarangan dan beberapa banguan yang tidak mewah, ruang-ruang dan perabotan yang tidak cukup memadai, dan peralatan belajar-mengajar sederhana; itulah kesan pertama yang akan ditangkap oleh indra setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah ini. Namun, di balik kesederhanaan itu, seluruh komponen sekolah dimaksud memiliki idealisme dan harapan masa depan yang setapak demi setapak dikejar dan diusahakan dengan pasti.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kansai Pekanbaru; itulah nama sekolah yang menjadi objek laporan ini. Lembaga pendidikan di jenjang pendidikan menengah ini didirikan dan dikelola oleh Yayasan Kanada Sakura Indonesia Riau (Yayasan Kansai Riau) diketuai oleh Bapak Syahril, S.Pd, MM dan memulai kegiatan operasionalnya sejak Juli 2003. Semenjak awal berdirinya, sekolah tersebut meletakkan komitmennya untuk membantu memberdayakan masyarakat termarginalkan melalui pendidikan yang berorientasi kepada kemandirian anak didik dan berwawasan luas dengan moto: Bertindak Lokal Berpikir Global. Dikatakan bertindak lokal karena setiap siswa yang bersekolah di sini diberi bekal pengetahuan dan ketrampilan hidup sesuai dengan kebutuhan real masyarakat lokal yang ada di sekitarnya. Disebut berpikir global dengan pengertian bahwa setiap siswa dibekali juga dengan wawasan dan pengetahuan globalisasi yang amat penting bagi setiap orang di masa kini dan mendatang agar dapat menyesuaikan diri di tatanan kehidupan internasional.
Realisasi dari idealisme tersebut, menurut Bapak Sudarman, S.Pd, Kepala SMK Kansai, ditempuh dengan beberapa strategi pokok yang diimplementasikan dalam kegiatan rutin sekolah. Pertama, melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan tuntunan kurikulum pendidikan nasional. Sebagai lembaga pendidikan formal, kita tetap mengacu kepada aturan-aturan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan pemerintah, demikian penjelasan Sudarman, S.Pd. Namun demikian, dalam melaksanakan proses belajar mengajar, diterapkan strategi khusus yang dipandang mampu mengasah kemampuan berpikir dan berkarya para siswa. Salah satunya adalah dengan perbandingan praktek dan teori yang dijadikan acuan bagi setiap guru dalam menjalankan tugasnya, yakni 80 persen praktek dan 20 persen teori.
Implementasi dari strategi itu dapat dilihat dari berbagai macam bentuk, antara lain dengan mempertinggi frekwensi kerja bengkel dan praktek kerja di lapangan. Pola ini terutama dilaksanakan pada mata diklat yang berkenaan dengan keahlian khusus yang dipersyaratkan oleh jurusan yang sedang dijalani. Saat ini terdapat 3 jurusan yang dibuka oleh sekolah itu, yakni jurusan Mesin Otomoitf (MO), jurusan Akuntansi, dan jurusan Teknologi Informasi dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 130 orang.
Untuk mata pelajaran umum, penekanan pada komponen praktek dalam rangka mempertinggi kemampuan berkarya para siswa juga diterapkan dengan konsisten. Dalam pembelajaran Bahasa misalnya, sekolah yang mengajarkan 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Jepang) ini senantiasa memberikan porsi waktu yang lebih banyak kepada latihan praktek daripada teori. Tidak tanggung-tanggung, SMK Kansai menempuh strategi penetapan areal kampusnya sebagai "The English and Japanese Speaking Area". Walaupun disadari bahwa mewujudkan kondisi ideal itu sulit, namun semua guru dan karyawan di sekolah ini telah mematrikan harapan dan niat besar untuk melangkah maju di tengah berbagai kendala dan kekurangan yang dihadapi.
Di samping merealisasikan program-program tersebut di atas, SMK Kansai juga melaksanakan beberapa program unggulan yang selama ini belum menjadi perhatian serius bagi sekolah lain. Salah satu dari program itu berkaitan dengan peningkatan kemampuan berkomunikasi para siswa menggunakan bahasa Jepang dan Inggris. Menurut Maisa, S.E., guru bahasa Jepang SMK Kansai, dia menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Jepang di kelas ditempuh dengan cara latihan mendengar dan mengucapkan, dengan mengesampingkan teori atau tulisan. Untuk pandai berbicara menggunakan suatu bahasa, tidak penting mengenal tulisannya. Yang penting mengucapkan apa yang didengar, seperti halnya anak kecil belajar berbicara dengan menyimak ucapan ibunya, demikian dikatakan Sensei Maesa yang pernah magang di Jepang selama 3 tahun itu.
Dalam waktu dekat para guru dan karyawan akan berpartisipasi aktif, belajar bahasa Jepang walaupun hanya sebatas mempelajari kalimat-kalimat sederhana untuk keperluan percakapan sehari-hari. Kita berencana melakukan pelatihan bahasa Jepang kepada para guru dan karyawan, agar mereka juga bisa mendukung program English and Japanese Speaking Area di linkungan sekolah, kata Pak Maisa.
Disamping berbagai terobosan itu, SMK Kansai juga melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan pengajar asing yang berdomisili di Jepang. Pada kesempatan tertentu, diadakan proses belajar mengajar menggunakan fasilitas internet dengan guru Jepang, Mr. Katsujiro Ueno, secara online jarak jauh. Pola belajar yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan program-program komunikasi yang sudah tersedia di internet, seperti media Yahoo Messenger untuk teks tertulis, dikombinasikan dengan fasilitas Skype untuk percakapan atau suara. Mr. Ueno selama ini secara sukarela menjadi guru SMK Kansai yang diangkat secara resmi oleh sekolah. Beliau mengasuh mata pelajaran Bahasa Jepang dan Pembinaan Kepribadian.
Sudarman, S.Pd yang cukup fasih berbahasa Inggris adalah guru ahli elektronika yang sudah bertugas di beberapa SMK Negeri sebelum menjabat sebagai Kepala SMK Kansai. Dengan kemampuan manajerial yang baik ditunjang oleh kemampuan berbahasa yang cukup mendukung, ia sangat optimis bahwa lambat laun program-program yang telah direncanakan sekolah bakal terwujud. Dibantu oleh Bapak Iswardi, S.Ag sebagai wakil kepala sekolah bersama 20 orang guru dan 4 karyawan, Sudarman yakin proses belajar mengajar di sekolah ini akan semakin meningkat, walaupun terkadang dijumpai kendala di sana-sini.
Pada umurnya yang masih muda belia, sekolah yang sudah sempat menamatkan siswanya sebanyak 2 angkatan ini, mulai banyak dikenal masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan makin bertambahnya siswa yang berminat menimba ilmu di SMK Kansai. Dari tahun ke tahun, terlihat kenaikan jumlah siswa baru, terutama dari kalangan mereka yang berminat memperdalam kemampuan berbahasa Jepang dan Inggris.
Dari aspek keberhasilan lulusan, sekolah ini juga cukup membanggakan. Walaupun dalam 2 kali pelulusan belum mampu mencapai prosentase target yang telah ditentukan, namun kemajuan tetap terlihat secara signifikan. Lulusan dari sekolah ini dapat bersaing di dunia kerja dan bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sebagian lagi mengambil jalur karir di kemiliteran. Bagi siswa yang belum berhasil lulus, tidak dibiarkan saja, tetapi dipantau oleh pihak sekolah dan diberi dukungan untuk tetap berusaha menyelesaikan studi baik dengan mengulang maupun melalui jalur tes paket C. Hingga saat ini, sesuai keterangan Kepala Sekolah, semua siswa yang gagal ujian akhir telah lulus dengan jalur paket C.
Dalam mensiasati kendala yang ada, pihak sekolah berusaha melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan SMK Negeri 2 Pekanbaru, Balai Latihan Kerja (BLK), perusahaan-perusahaan seperti AHASS, Agung Automall, dan lain-lain. Baru-baru ini, pihak Konsulat Jendral Jepang di Medan juga sudah memberikan respon yang amat baik dengan mengirimkan paket-paket majalah tentang Jepang bersama kaset-kaset bahasa Jepang untuk pembelajaran di kelas maupun di lapangan. Hal tersebut akan sangat menunjang bagi pencapaian hasil maksimal kemasa depan.
Di penghujung pembicaraan, Kepala Sekolah sempat menunjukkan beberapa labor dan bengkel kerja siswa, seperti labor teknologi informasi, bengkel otomotif, dan labor bahasa. "Dari sisi peralatan dan kelengkapan belajar mengajar, kita memang masih belum bisa bersaing dengan sekolah-sekolah besar yang sudah lama berdiri." Demikian pengakuan Sudarman. Namun ditambahkannya, dengan semangat kerja yang dimiliki oleh seluruh komponen sekolah bersama Yayasan Kansai Riau, dia yakin sekolah ini akan mampu menebas hambatan-hambatan, membuka jalan sukses lebih lebar lagi kepada pada siswanya. Semoga.***
Nama Sekolah: SMK Kansai Pekanbaru
Kepala Sekolah: Sudarman, S.Pd
Alamat: Jl. Damai, Depan Riau Pos, Panam, Pekanbaru, Propinsi Riau.
Telepon: +62-761-7046327
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- See the World With TSC, Sejuta Cerita Bangkitkan Indonesia
- Perempuan Putus Sekolah di Peudawa Ikuti Latihan Ketrampilan Tata Rias
- BAN-PT Berikan Akreditasi Pertama untuk Program Studi BDPKS kepada PKSCWE
- Class Metting "Pesantren Kilat" di SD Negeri 04 Padang Panjang Programkan Pembentukan Karakter
- 50 Orang Siswa/wi SLTA se-Kota Padang Panjang Dilatih Ilmu Jurnalistik
- SDN No 04 Kampung Manggis Bakal Gelar Class Metting "Pesantren Kilat"
- STAIN Bukittinggi Biarlah 'Berbaju Sempit' Dulu
- Kuflet Luncurkan Buku Puisi Penyair Cilik
- Workshop Jurnalistik dan Penyiar di Radio Teman
- Unindra PGRI Wisuda 888 Lulusan
- Komunitas Lensamanual.net Adakan Workshop Proses Film BW
- Annual Freedom Celebration, 10 – 11 December 2011
- Negara Hhanya Alokasikan 0,03% dari APBN untuk Penelitian
- 780 Lulusan UIN Sultan Syarif Kasim Riau Siap Diwisuda
- Olimpiade Penelitian Siswa Bangkitkan Iklim Penelitian Siswa Indonesia


























