See the World With TSC, Sejuta Cerita Bangkitkan Indonesia
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
KOPI, Kutipan lagu bangun pemudi pemuda, buah karya A. Simanjuntak sangat menggambarkan keadaan pemuda Indonesia yang senantiasa mengemban amanah untuk senantiasa memajukan negara kita tercinta, Indonesia, sebuah negara yang besar dan berlimpah akan sumberdayanya baik berupa sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Berkaitan dengan sumber daya manusia, pemberian bekal bagi generasi muda terus gencar dilaksanakan guna mempersiapkan generasi penerus bangsa untuk berkompetisi memberikan kontribusinya di dunia global bagi Indonesia tercinta. Karena itu, PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai salah satu perusahaan komunikasi terbesar di Indonesia turut serta memberikan kesempatan bagi para pemuda yang masih duduk di bangku sekolah menengah untuk mendapatkan bekal tersebut. PT. Telkomsel mengadakan program Homestay di 3 negara, yaitu Singapura, Hongkong, dan Cina. “Program homestay ini merupakan salah satu wujud kepedulian Telkomsel terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya homestay yang diikuti oleh duta di seluruh Indonesia ini diharapkan akan menjadi virus positif bagi lingkungan sekitarnya ketika para duta telah kembali ke daerah asalnya,” ungkap Erry Airlangga yang merupakan bagian dari penyelenggara kegiatan ini. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada program homestay ini diantaranya belajar di Singapura, serta mengunjungi tempat-tempat bernilai edukasi dan rekreasi di tiga negara tersebut tentu program homestay kali ini akan membuat pengalaman paling berkesan bagi seluruh peserta.
Untuk mendapatkan pemuda-pemudi terbaik di Indonesia, masing-masing branch dari PT. Telkomsel melakukan penyeleksian secara ketat. Penyeleksian terdiri dari berbagai macam tahapan, yaitu proses penulisan essay, interview, pembuatan proyek kegiatan, unjuk bakat budaya, dan lainnya. Tentu saja tak sedikit siswa-siswi dari SMA di seluruh penjuru Indonesia tidak sedikit yang tertarik untuk mengikuti proses seleksi ini, tak kurang dari 100 siswa yang mendaftar di tiap branch Telkomsel masing-masing. “Siapa yang nggak mau pergi dan belajar di luar negeri, gratis pula. Saya harap saya bisa mengikuti tes dengan baik agar saya terpilih,” ujar salah seorang peserta seleksi di tengah-tengah aktifitas seleksi. Tak tanggung-tanggung, proses penyeleksian dilakukan sangat ketat dan memerlukan waktu yang cukup lama supaya Telkomsel tidak salah memilih peserta Homestay tahun 2011 ini. Kategori yang paling penting agar bisa lolos menjadi ambassador di tiap branch Telkomsel ialah para siswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, mudah bergaul dengan orang lain, mengetahui budaya lokal, dan mampu berbahasa Inggris. Keempat kategori itu dinilai sangat penting mengingat duta terpilih nantinya akan tinggal selama 2 minggu di negara luar.
Setelah proses pemilihan selesai, terpilihlah 43 duta terbaik yang mewakili tiap branch Telkomsel, seluruh duta berkumpul di Jakarta pada tanggal 16-17 Desember 2011 untuk diberi pengarahan serta persiapan. Pada tanggal 18 Desember 2011 seluruh duta didampingi group leader dari Best Homestay selaku mitra Telkomsel bertolak menuju Singapura. Selama 10 hari peserta homestay akan tinggal di Singapura, di sana para duta benar-benar diajarkan bagaimana kehidupan masyarakat Singapura. Para duta menggunakan kendaraan umum seperti kereta (MRT) ataupun Bus untuk pergi ke semua tempat di Singapura. Selain itu, para duta menjalani proses belajar bahasa Inggris untuk program liburan di Coleman College Singapura untuk menambah ilmu pengetahuan bahasa Internasional mereka serta tak lupa pula para duta diajak mengunjungi objek wisata dan tempat penting di Singapura seperti Science Centre, National Museum of Singapore, Universal Studios Singapore, Singapore Zoo, dan masih banyak lainnya.
Setelah melaksanakan berbagai aktivitas di Singapura, peserta homestay 2011 meninggalkan Singapura untuk menuju ke Hongkong pada tanggal 28 Desember 2011. Selama tiga hari peserta akan menginap di hotel berbintang dan diajak berkeliling Hongkong untuk menikmati indahnya objek wisata di negara ini. Peserta diajak melihat Laser Festival pada malam hari, pada hari-hari berikutnya peserta juga mengunjungi Hongkong Disney Land, Victoria Peak, Madame Tussaud’s, dan Ocean Park.
Tak hanya sampai disitu, peserta kembali melanjutkan perjalanannya pada tanggal 30 desember menuju Shenzhen, Cina. Dengan menggunakan bus, seluruh peserta berangkat pada pukul 16.30 waktu setempat. Kurang lebih pukul 18.00 peserta sampai di Shenzhen, Cina. Di sana peserta mengunjungi objek wisata Window of The World dan melihat pameran kesenian Cina disana. Para duta melewati malam pergantian tahun di Cina dengan sangat gembira dan dipenuhi rasa haru, “Sangat senang sekali, akhirnya bisa merasakan tahun baruan di negara luar dengan teman-teman baru,” ungkap Anindita, duta asal Lampung.
Di hari pertama tahun 2012, seluruh peserta segera berangkat kembali menuju tanah air tercinta, agar merasakan pengalaman berbeda peserta pulang menggunakan kapal dari Cina menuju Hongkong, “Supaya peserta merasakan semua jenis angkutan dan menambah pengalaman liburan mereka, sengaja kita pilih pulang menuju Hongkong dengan naik kapal,” ungkap Selmie, salah satu group leader. Setelah tiba di Hongkong semua peserta segera terbang menuju Singapore sebagai bandara transit dan akan melanjutkan perjalanannya kembali menuju Jakarta. “Ini pengalaman paling seru, dalam satu hari kita bisa jalan-jalan ke empat negara sekaligus, Cina, Hongkong, Singapura, dan Indonesia,” kata Bagus, duta asal Wonosobo.
Sekembalinya di negara tercinta, seluruh peserta berkumpul satu malam di Jakarta untuk bersiap-siap kembali ke daerah asalnya. Malam persiapan itu diisi oleh acara perpisahan yang sangat mengharukan, suasana gembira sekaligus sedih tampak pada malam itu. Tak sedikit peserta yang meneteskan air mata saat bersalaman satu sama lainnya. Pada tanggal 2 Januari 2012, seluruh peserta resmi dipulangkan ke daerah asalnya masing masing. Dengan demikian selesailah kegiatan homestay 2011 diharapkan cita-cita dari program homestay ini terwujud untuk mencetak duta-duta unggulan sebagai motivator untuk mempercepat pembangunan di daerah asalnya masing-masing dan benar-benar mampu menyebarkan virus-virus positif untuk menerapkan perilaku positif masyarakat negara maju sebagai tolak ukur yang baik. (wiraditma-Bengkulu, Arnaldy-Semarang)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Perempuan Putus Sekolah di Peudawa Ikuti Latihan Ketrampilan Tata Rias
- BAN-PT Berikan Akreditasi Pertama untuk Program Studi BDPKS kepada PKSCWE
- Class Metting "Pesantren Kilat" di SD Negeri 04 Padang Panjang Programkan Pembentukan Karakter
- 50 Orang Siswa/wi SLTA se-Kota Padang Panjang Dilatih Ilmu Jurnalistik
- SDN No 04 Kampung Manggis Bakal Gelar Class Metting "Pesantren Kilat"
- STAIN Bukittinggi Biarlah 'Berbaju Sempit' Dulu
- Kuflet Luncurkan Buku Puisi Penyair Cilik
- Workshop Jurnalistik dan Penyiar di Radio Teman
- Unindra PGRI Wisuda 888 Lulusan
- Komunitas Lensamanual.net Adakan Workshop Proses Film BW
- Annual Freedom Celebration, 10 – 11 December 2011
- Negara Hhanya Alokasikan 0,03% dari APBN untuk Penelitian
- 780 Lulusan UIN Sultan Syarif Kasim Riau Siap Diwisuda
- Olimpiade Penelitian Siswa Bangkitkan Iklim Penelitian Siswa Indonesia
- Bedah Buku Karya DR Muhadam Labolo


























