Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kontribusi Ilmu Pengetahuan Membuka Harapan Baru bagi Para Petani NTT

KOPI - Laki-laki paruh baya itu terus mengumpulkan kotoran sapi miliknya. Dia tidak mempedulikan peluh telah membasahi wajah dan sekujur badannya. Pak Tuto Hurek orang sekitar rumah memanggilnya. Siang itu, Pak Tuto sangat bersemangat sekali mengumpulkan kotoran sapi, nanti kotoran sapi tersebut akan dipindahkan ke penampungan gas. Penampungan gas tersebut dibuat dengan ukuran nominal diameter 3 m dan tingginya sekitar 2,4 m. Volume tersebut diasumsikan untuk menampung kotoran sapi sebanyak 9 ekor.

Pak Tuto dan para petani lain, beberapa waktu yang lalu telah mendapatkan materi latihan sistem pertanian terintegrasi atau terpadu berbasis biogas dari para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pak Tuto dan para petani yang ada di daerah Kapitan Meo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa sangat beruntung karena penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas tersebut, yang akan diujicobakan di daerah mereka. “Kami sangat bersyukur sekali daerah kami terpilih sebagai daerah untuk uji coba penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas” Katanya sambil tersenyum bahagia.

Terpilihnya daerah NTT sebagai daerah uji coba menambah semangat Pak Tuto untuk melaksanakan sistem pertanian terpadu sesuai dengan arahan dan pedoman yang diberikan oleh para Peneliti LIPI. Unit biogas dibuat dengan kapasitas 27.000 liter, bahan pembuatan digester dibangun dengan menggunakan beton bertulang, saluran pengumpan dan efluen-nya (saluran sampah) dari pipa PVC diameter 4 inchi. Bak pengumpan dan efluen berasal dari pasangan bata/batako dengan diameter 300 cm, tinggi 240 cm dan kapasitas tampungnya 15.000 liter, semua dibuat sebaik mungkin dan sesuai dengan arahan.

Sistem Pertanian Terpadu ini pada dasarnya berangkat dari pengembangan peternakan sapi yang menghasilkan kotoran melimpah, diolah dengan alat biogas untuk menopang kebutuhan pertanian. Artinya, alat biogas mampu menghasilkan energi bagi kebutuhan rumah tangga petani dan olahannya. Selain itu, efluen (sampah) biogas bisa digunakan sebagai sumber pupuk organik yang dipakai untuk bercocok tanam maupun tambahan hijauan pakan ternak.

Penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas diyakini akan melahirkan multimanfaat (manfaat ganda) mulai dari limbah atau kotoran sapinya nanti akan diolah menjadi gas untuk dimanfaatkan oleh keluarga petani seperti untuk memasak makanan, nyuci pakaian dan keperluan lainnya. Tentu, penerapan sistem ini sangat membantu keluarga para petani dalam hal menghemat biaya untuk membeli gas, kayu bakar dan listrik. Disamping itu juga, efluen (sampah) biogas dapat digunakan oleh para petani untuk pupuk organik, dipakai untuk bercocok tanam. Dengan demikian para petani akan terbantu biaya pembelian pupuk, yang sekarang ini masih cukup tinggi di pasaran.

Keberadaan dari sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas ini tidak lepas dari kontribusi Science Literacy atau literasi sains dibidang pertanian dan pangan. Begitu pentingnya Literasi sains tersebut, pemerintah melalui instansi terkait terus berusaha untuk kembali membangkitkan semangat, kepedulian dan kecintaan eleman bangsa kepada Literasi sains. Istilah Science Literacy atau Literasi sains ini sering disebutkan dengan istilah ilmu pengetahuan. Secara harfiah literasi sendiri berasal dari Literacy (Inggris) yang berarti melek huruf atau gerakan pemberantasan buta huruf. Kata sains berasal dari Science (Inggris) yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi science literacy adalah ilmu pengetahuan yang merupakan gerakan pemberantasan buta huruf.

Ada banyak definisi Literasi sains yang disampaikan oleh pakar dunia, diantaranya yang didefinisikan oleh Programme for International Student Assesment (PISA) bahwa Science Literacy sebagai kapasitas untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan untuk menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti agar dapat memahami dan membantu membuat keputusan tentang dunia alami dan interaksi manusia dengan alam. Dari ragam definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa literasi sains adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan sains dalam memecahkan masalah, tidak hanya sekedar memahami saja tetapi juga ikut serta dalam pengambilan keputusan. Tentu saja, kemampuan ini dapat dimiliki jika berusaha untuk mempelajari semua ilmu pengetahuan.

Membangun literasi sains dalam proses pembelajaran sangat penting agar membentuk masyarakat yang melek sains dan berkarakter. “Sains yang bersifat unity in diversity sejalan dengan falsafah bangsa Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Liliasari pernah menyinggung hal tersebut dalam makalahnya yang berjudul Membangun Masyarakat Melek Sains Berkarakter Bangsa Melalui Pembelajaran. Ia menekankan bahwa melalui belajar sains karakter kebangsaan dapat dikembangkan juga. Hal ini didukung pula oleh tuntutan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 menyebutkan bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Literasi Sains harus mampu ditingkatkan, mengingat posisi negara kita pada hasil PISA tahun 2015 menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 72 negara peserta untuk kategori sains dengan skor 403. Berbeda 153 poin dari Singgapura yang berada di peringkat pertama dan lebih buruk dari negara sesama asia Jepang yang berada di peringkat ke-2. Dari hasil tersebut dapat terlihat masih rendahnya kemampuan literasi sains kita dibandingkan negara-negara lain di dunia bahkan di tingkat asia saja Indonesia masih tertinggal.

Rendah literasi sains bangsa ini juga berbanding lurus dengan kemampuan kita menghasilkan penelitian dan teknologi. Bahkan Total Factor Productivity (TFP) yang merupakan gambaran dari peran Iptek dalam aktivitas perekonomian sebuah bangsa menunjukkan Indonesia adalah yang paling rendah di antara negara-negara ASEAN. Hal ini dipertegas oleh nilai ekspor Indonesia tahun 1996 sampai 2009 yang didominasi oleh produk-produk yang kandungan teknologinya rendah. Disisi lain, investasi industri untuk litbang teknologi masih sangat terbatas, sehingga kemampuan industri dalam menghasilkan teknologi juga masih rendah. Padahal alangkah bahagia elemen bangsa ini apabila ada produk yang dihasilkan dari Literasi sains (ilmu pengetahuan) anak bangsa ini, baik itu dalam bentuk teknologi, sistem atau metode dan digunakan oleh rakyat Indonesia sendiri, seperti kebahagian para petani NTT dengan adanya penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas di daerah mereka. Wallahu A’lam Bishawab.

 


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Sejumlah Alumni UNKRIS Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya
Rabu, 16 Mei 2018

Foto: KGJ dalam sebuah aktivitas, 28 Jan 2018 KOPI, JAKARTA Sejumlah Alumni Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta yang terhimpun dalam Perkumpulan Krisna Group Jatiwaringin (KGJ), Lintas Angkatan-Lintas Fakultas mengecam aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya.   Peristiwa teror bom Minggu (13/05/2018) pagi itu, merupakan tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan, karena sejumlah... Baca selengkapnya...

Kejagung HM.Prasetio Resmikan Pemakaian Kantor Kejari Pekanbaru Empat Lantai Berbiaya Rp. 31,9 M
Sabtu, 12 Mei 2018

KOPI, Pekanbaru - Kedatangan orang nomor satu di korp Adyaksa dalam rangka kunjungan kerja peletakan batu pertama pembangunan kantor Kejati  (Kejaksaan Tinggi ) Riau dan meresmikan pemakaian kantor Kejari (kejaksaan Negeri) Pekanbaru. Rombongan Kejakgung datang sekitar 9:30 wib , Juma'at (11 Mei 2018) ratusan orang menunggu kedatangan Kejaksaan Agung (Kejagung) HM Prasetio untuk meresmikan pemakaian gedung baru empat lantai yang akan ditempati... Baca selengkapnya...

Dubes Ratlan Pardede Beri Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular
Senin, 07 Mei 2018

KOPI, JAKARTA - Disela padatnya rangkaian kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania, Ruwanda, Burundi dan Uni Comoros, Prof. Dr. Ratlan Pardede di Indonesia, masih saja ia menyempatkan waktu berbagi dalam bentuk Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta Timur. Pasalnya, sebelum jadi Dubes, Ratlan memang lama berkiprah di dunia pendidikan tinggi, sebagai dosen dan bahkan pernah menjadi Rektor di Universitas Mpu Tantular... Baca selengkapnya...

Gugatan PMH Dewan Pers Segera Disidangkan
Rabu, 02 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) secara resmi telah melayangkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap lembaga Dewan Pers pada tanggal 19 April 2018. Gugatan PMH terhadap Dewan Pers oleh kedua organisasi pers yang diwakili kedua ketua umumnya itu didaftarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh Kuasa Hukum penggugat, Dolfie Rompas, SH, MH & Partner.   Pada... Baca selengkapnya...

Perintah Kapolri : Tembak Mati Oknum Personel Polri sebagai Bandar Narkoba
Senin, 23 April 2018

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian kepulau Sumatera berawal dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang. Dalam rangka meningkatkan Solidaritas dan sinergiritas antar dua lembaga institusi Polri dengan TNI mengamankan terselenggaranya Pemilu serentak 2018 serta Pilpres 2019. Kunjungan dua Jendral bintang empat ini ke Propinsi Riau, hari Jum’at (20/4-17). Kedatanganya disambut oleh Kapolda Riau,... Baca selengkapnya...

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

DAERAHJemaah Muslim Kabupaten Fakfak Dzikir Be.....
14/05/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI-Fakfak,  Pemerintah Kabupaten Fakfak dan panitia Peringatan Hari Besar Islam melaksanakan kegiatan  Dzikir bersama  dalam rangka menyambut B [ ... ]



PENDIDIKANOutbond Pacu Semangat Pelajar SMK 75-1 P.....
17/05/2018 | Marsono Rh
article thumbnail

KOPI - Outbond merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di alam terbuka juga dapat memacu semangat, rasa kebersamaan dan membangun kerjasama bag [ ... ]



EKONOMIKemenperin Usulkan Pemberian Insentif Gu.....
22/05/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Kementerian Perindustrian fokus mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Langkah strategis yang dilakukan, ant [ ... ]



HANKAMDanrem 071 Wijayakusuma Mengunjungi Peng.....
17/05/2018 | Marsono Rh
article thumbnail

KOPI - Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Tr (Han) sambangi pengungsi korban gempa bumi Kalibening Banjarnegara di lo [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAPentas Seniman Lukis Mural Tandai Peresm.....
05/05/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Yello Hotel Paskal sebuah hotel ekonomis bintang 3 dengan konsep urban style dibawah naungan Tauzia Hotels Management resmi dibuka diK [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYASEMUT MAS Magang Rajut di Jakarta.....
10/05/2018 | Ratu Intan

KOPI, Jakarta - SEMUT MAS, sebuah komunitas yang tergabung dari ibu-ibu yang memiliki hobi merajut di Semarang, berkumpul di Jakarta dalam kegiatan Ma [ ... ]



ROHANIPengamat Aji Somek : Nama Ustad Abdu.....
20/05/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya Pengamat tersohor dari Riau Aji Somek Menuturkan “ Nama Ustad Abdul Somad ( UAS) tak termasuk dalam daftar 200  [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIKomandan IWS, Melaporkan Ika ke Polisi .....
17/05/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Oknum wanita ini mencabut papan plang nama kepemilikan tanah Antoni Sia, berlokasi  desa Pangkalan, kecamatan Siak Hulu., kabupaten Ka [ ... ]



SERBA-SERBI30 Tenants Gelar Fashion Show Meriahkan .....
06/05/2018 | Mulyadi
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - The Lady Boutique menggelar "Purity Raya & The Lady 1st Anniversary" dalam rangka merayakan HUT perdana. Acara diselenggarakan di  [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.