Kemenparenkraf Akan Bangun Diorama Supervolcano Danau Toba
KOPI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparenkraf) berencana untuk membangun diorama mind map untuk menjelaskan sejarah terbentuknya Danau Toba setelah letusan supervolcano (gunung berapi super) sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Kemenparenkraf juga berencana untuk menjadikan Danau Toba sebagai taman bumi (geopark) dunia karena merupakan situs warisan geologi (geological heritages) sekaligus situs warisan budaya (cultural heritages).
Diorama mind map tersebut mencatat komprehensif kompleksitas terbentuknya Danau Toba. “Sungguh hebat letusan saat itu, separuh bumi gelap. Diorama menceritakannya spektakuler,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, ketika rapat kerja (raker) antara Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Kemenparenkraf di Gedung DPD Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11). Ia mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) Mari Elka Pangestu yang berhalangan.
Jadi, diorama mind map menggabungkan kata dan gambar yang menjelaskan sejarah terbentuknya Danau Toba. Manfaatnya meningkatkan pemahaman, imajinasi, dan kreativitas, sehingga cocok bagi komunitas keilmuan sebagai tujuan wisata pendidikan yang menggabungkan unsur wisata dengan muatan pendidikan. “Kalau diorama menceritakannya spektakuler, akan banyak wisatawan pendidikan berkunjung ke Danau Toba, terutama peneliti, pelajar, mahasiswa.”
Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasaran dan Promosi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) ini mengatakan, Kemenparenkraf menjadikan Danau Toba sebagai geopark dunia yang pengelolaannya sebagai situs geological heritages sekaligus situs cultural heritages. Pengembanganya bertujuan konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). “Di sana juga bisa tujuan wisata sejarah.”
Banyak potensi yang mendukung rencana Kemenparenkraf mengembangkan kawasan Danau Toba, antara lain makanan atau minuman hasil pertanian dan perkebunan di sekitarnya, seperti kopi mandailing, kopi sidikalang, dan tembakau deli. “Keduanya the best coffee karena StarBuck Coffee menggunakannya. Dan, Fidel Castro suka bahan cerutunya tembakau deli. Paten kan?”
Oleh karenanya, menurut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) ini, banyak pihak yang seharusnya terlibat untuk merealisasikan rencana pengembangan kawasan Danau Toba, termasuk segenap pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah (bupati/walikota), untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi berbagai program dan kegiatan kabupaten/kota di sekitarnya.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Gubernur Kepri Buka Tournament Dragon Boat Race 2011
- ADIRA Finance Dukung Pariwisata Indonesia
- Garuda Indonesia Gelar GATF 2011
- September 2011 Wisman ke Kepri Naik Sebesar 0,62 Persen
- Pantai Panas Lehi membuat Tim Explore Indonesia Kompas TV Terkagum-kagum
- Sekilas tetang Candi Penataran di Jawa Timur
- Sabang, Pusat Wisata Bahari
- Selama Juli 2011, Wisman Kepri Berjumlah 158.971 Orang
- Wisman Kepri Juni 2011 Capai 164.383 Orang
- Doni dan Melin, Duta Wisata Padang Panjang 2011
- Ribuan Orang Saksikan Penganugerahan PPWI Award 2011
- 55 Peserta Ikuti Audisi Duta Wisata Padang Panjang
- Rekreasi Sambil Menikmati Pesta Buah di Taman Buah Mekarsari
- Sekilas Pandang tentang Obyek Wisata Alam Air Panas Lejja di Soppeng
- Ernawaty: “Pemilihan Uda-Uni Terbuka untuk Semua Pemuda”


























