Sabang, Pusat Wisata Bahari
KOPI, “Kegiatan SIR 2011 digelar untuk menjadikan Sabang sebagai pusat wisata bahari di Indonesia bagian barat,” kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata M Faried Moertolo, dalam acara rapat koordinasi destinasi pariwisata Aceh, di Bandaaceh, Senin pekan lalu, mengutarakan alasan dipilihnya Sabang sebagai tempat finish kegiatan lomba layar internasional ini.
Selain itu, tambah dia, SIR 2011 digelar untuk menempatkan Aceh dalam peta destinasi pariwisata dunia. Hal ini berguna untuk mendorong investasi di Provinsi Aceh dan diharapkan menjadi agenda tahunan berlevel internasional. “Dengan menggelar lomba layar berskala internasional ini kita harapkan mampu mengembalikan citra Sabang sebagai daerah tujuan wisata yang aman dan nyaman,” katanya.
Untuk menyambut peserta SIR 2011 setibanya di Sabang, panitia telah menyiapkan sejumlah agenda. Diantaranya lomba perahu layar, tur ke Kilometer Nol, lomba memancing dan berbagai kegiatan wisata lainnya, seperti tur wisata yang akan menampilkan keindahan alami Pulau Weh dan daratan Pulau Sumatera.
Sebelumnya Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar berharap pengembangan pariwisata di Sabang oleh pemerintah pusat bisa menjadi penggerak bagi daerah lain seperti di daerah pantai timur dan pantai barat Aceh. Sabang, katanya, merupakan lokomotif atau penggerak pariwisata Aceh.
Hal itu dikatakan kata Nazar di Banda Aceh, Senin pekan lalu, di sela-sela rapat koordinasi destinasi pariwisata Aceh yang dihadiri Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Kementerian Budaya dan Pariwisata, Firmansyah Rahim, Wali Kota Sabang, Munawarliza Zainal dan Wali Kota Bandaaceh, Mawardy Nurdin.
Menurut Nazar, pengembangan sektor wisata berpeluang penting dalam meningkatkan pendapatan daerah yang didukung dengan berbagai potensi alam yang indah dan situs-situs sejarah yang ada di seluruh Bumi Iskandar Muda itu. “Aceh memiliki banyak potensi wisata yang harus dikembangkan guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah paling ujung barat Indonesia ini,” katanya.
Nazar melanjutkan, setiap kabupaten/kota di Aceh dapat memprogramkan kalender kebudayaan yang digelar minimal dua bulan sekali guna menarik wisatawan untuk berkunjungan di seluruh daerah tersebut. “Adanya event kebudayaan seperti penampilan berbagai tari tradisional akan mampu untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Aceh,” kata Nazar.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian yang serius terhadap tiga kawasan lainnya yakni kota Bandaaceh, Kabupaten Acehbesar dan Aceh Jaya sebagai daerah pengembangan kawasan Sabang. “Kami berharap Kementerian Budaya dan Pariwisata dapat menyetujui ketiga daerah yang kami usulkan itu sebagai daerah penompang pengembangan wisata di Sabang,” katanya. ariefara
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Selama Juli 2011, Wisman Kepri Berjumlah 158.971 Orang
- Wisman Kepri Juni 2011 Capai 164.383 Orang
- Doni dan Melin, Duta Wisata Padang Panjang 2011
- Ribuan Orang Saksikan Penganugerahan PPWI Award 2011
- 55 Peserta Ikuti Audisi Duta Wisata Padang Panjang
- Rekreasi Sambil Menikmati Pesta Buah di Taman Buah Mekarsari
- Sekilas Pandang tentang Obyek Wisata Alam Air Panas Lejja di Soppeng
- Ernawaty: “Pemilihan Uda-Uni Terbuka untuk Semua Pemuda”
- Lima Paket Wisata Potensial Bukit Tui
- Pelaku Seni Bakal Memboikot Kegiatan Kesenian di Bukittinggi
- Gandang Tambua Tasa
- Ditemukan Raflesia Raksasa di Padang Panjang
- Datanglah ke Diniyyah Putri: Ada Nostalgia, Ada Sejarahnya
- Kelewat PD IKa eM Tenggelam di Kolam MIFAN
- Stasiun Kereta Api Padangpanjang


























