Stasiun Kereta Api Padangpanjang
KOPI, “Hiduik sagan mati indak namuah” Begitulah ungkapan salah seorang warga Padangpanjang mengenai keberadaan Stasiun Kereta Api Padangpanjang pada saat ini.
Ungkapan yang di lontarkan oleh salah seorang warga Kota Padangpanjang yang sering melewati Stasiun Kereta Api ketika beraktifitas, memang sesuai dengan realitanya pada saat ini. Stasiun Kereta Api Padangpanjang yang dulunya sangat sibuk karena merupakan jalur strategis dan perlintasan Kereta Api dari Padang ke Solok dan Sawahlunto atau dari Padang ke Bukittinggi dan Payakumbuh, sekarang sepi seperti terlupakan zaman.
Menurut Kepala Dipo Lokomotif Padangpanjang, A. SY. NURDIN (Pak Datuak), Stasiun Kereta Api Padangpanjang di bangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1889 M karena di bukanya jalur Kereta Api menuju Bukittinggi dan Payakumbuh. Pada awalnya bangunan stasiun berarsitektur Belanda, kemudian pada tahun 1986 M atap stasiun bagian depan (peron terbuka) diganti dengan atap bergonjong karena arsitektur lama sudah banyak yang keropos dimakan usia. Stasiun Kereta Api Padangpanjang adalah stasiun yang terbesar di Sumatera Barat karena terdapatnya simpur simpang, pertama simpur simpang menuju sawahlunto untuk tambang batu bara, kedua simpur simpang menuju ke Bukittinggi, Payakumbuh, Limbanang dan sampai ke Manggani (Kab. Lima Puluh Kota) ketika zaman Belanda hanya terealisasi sampai ke Limbanang (Kab. Lima Puluh Kota).
Komplek Staisun kereta api Padangpanjang terdiri dari bangunan satasiun, bangunan Dipo, Rumah sinyal A dan B, kantor seksi jalan dan bangunan, kantor risort jembatan dan rumah dinas peninggalan Belanda.
Stasiun kereta api Padangpanjang mulai sepi dari operasional, ketika PT.BA di Sawahlunto berhenti beroperasi pada zaman reformasi 1997/1998, karena tambang batu bara di ambil alih oleh masyarakat yang dijadikan tambang rakyat, karena hal itu PJ.KA sebagai jasa angkutan batubara juga berhenti beroperasional. Di stasiun Kereta Api Padangpanjang kini terdapat dua unit lokomotif diesel dengan nomor seri BB 20415 dan BB 20416.
Kondisi stasiun kereta api Padangpanjang saat ini yang bisa dikatakan mati suri. Gerbong-gerbong berserakan bahakan ada yang tidak beroda lagi karena rodanya dikirim ke PJ.KA Sumatera selatan yang membutuhkan perangkat roda, karena tidak tersedianya alat/crein maka gerbong-gerbong dibiarkan berserakan dan rencananya gerbong-gerbong tersebut akan di lelang dan dijual ke pabrik baja.
Setelah beberapa waktu tidak beroperasional, maka pada tanggal 21 Maret 2009 Menteri Perhubungan dan Gubernur Sumatera Barat meresmikan Kereta Api Wisata Danau Singkarak. Kereta Api wisata Danau Singkarak beroperasional satu kali seminggu yaitu pada hari Minggu. Berangkat dari Padangpanjang pukul 8:30 wib menuju Sawahlunto dan kembali sampai di Padangpanjang sekitar pukul 17:30 wib. Rute perjalanan yang ditawarkan Padangpanjang-Solok-Muaro Klaban-Sawahlunto pulang pergi (PP), rute Padang-Padangpanjang yang rencananya akan dibuka kembali, tapi terkendala rel dan jembatan masih banyak yang rusak di jalur Lembah Anai dan rute Padangpanjang- Bukittinggi-Payakumbuh yang rencananya akan dibuka, saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan negosiasi dengan Pemerintah Daerah terkait.
Kereta api wisata Danau Singkarak juga menerima paket sewaan satu set kereta api bisa dijalankan selain hari minggu tergantung pesanan. Satu paket sewaan Kereta Api Wisata biayanya menurut Kepala Dipo Lokomotif Padangpanjang, A. SY. NURDIN (Pak Datuak) sekitar Rp.11.000.000,- dengan rute yang sama (Padangpanjang-Sawahlunto) dan rutenya bisa diperpendek tergantung negosiasi antara pihak PJ.KA dan pihak penyewa.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Gratis Mini Zoo Lanudal Sediakan Mini Zoo Gratis bagi Masyarakat
- Temukan Pengalaman Seru di Ocean Park Hongkong
- Hingga Maret 2011, Wisman Kepulauan Riau Sebanyak 133.620 Orang
- Teluk Jailolo Masuk Program Pengembangan Wisata Bawah Laut Indonesia
- Dell Indonesia Gelar Dell Ambonesia Photografi Competition 2011
- Objek Wisata tak Bermakna Tanpa Promosi
- Daftar Obyek Wisata Kabupaten Luwu Timur
- Pariwisata Padang Panjang Perlu Sentuhan Lebih Serius
- Air Panas Menanti Investor
- Potret Tari Malaka Rajai Lomba Photography SIMFEST 2010
- Potensi Wisata Lutim Menjanjikan
- Pewarta Foto Manado Turun Meliput Perayaan Cap Go Meh
- Bukittinggi, Satu-satunya Tempat Wisata Manca Negara di Sumbar
- Gunung Mekongga Diduga eks Volcano Purba
- Uniknya Taman Wisata Rimbo Panti


























