Globalisasi Goncang Keluarga dan Moral
KOPI, Tanah Datar -- Selain memberi dampak positif, globalisasi dengan memanfaatkan kemajuan media teknologi dan informasi, ternyata juga membawa dampak negatif, dua di antaranya adalah tergoncangnya tatanan keluarga dan terkoyaknya moral anak bangsa.
“Globalisasi telah menghantam semua lini kehidupan, beberapa kasus terkait dengan dekadensi moral, sebagai efek negatif globalisasi itu, telah mengemukadengan melibatkan banyak generasi muda, mulai dari pembuatan VCD porno, narkotika, tawuran dan sejenisnya,” ujar Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe dalam sambutan tertulisnya pada kegiatan Penilaian Ketua Kelompok Dasawisma Berprestasi Tingkat Sumbar yang dibacakan Asisten I Hardiman, Rabu (15/2), di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto.
Kehadiran tim yang dipimpin Ny. An Ali Asmar itu di Tambangan dalam rangka menilai Ny. Nurbaiti selaku ketua Kelompok Dasawisma Cempaka II Jorong Solok, Tambangan, mewakili Kabupaten Tanah Datar untuk tingkat Provinsi Sumbar. Terlihat hadir di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Datar Ny. Betty M. Shadiq, Camat X Koto beserta segenap jajaran, walinagari se-Kecamatan X Koto, serta segenap keluarga besar PKK Nagari Tambangan.
Menurut Shadiq, kaum ibu yang bergabung dalam wadah organisasi PKK memiliki peranan penting dalam membentengi keluarga. Dekadensi moral yang mencemaskan akibat dampak negatif penyalahgunaan media teknologi dan informasi, sebutnya, bisa ditekan seminimal mungkin bila kaum ibudapat memainkan perannya dengan maksimal di tengah-tengah keluarga.
Kelompok Dasawisma, menurut dia, merupakan ujung tombak PKK dalam melakukan pembinaan. Melalui dasawisma, tambah bupati, pembinaan intensif dalam kerangka penguatan peran keluarga bisa dilakukan.
Ketua Tim Penilai Kelompok Dasawisma Berprestasi Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno, melalui Wakil Ketua Ny. An Ali Asmar, pada kesempatan itu mengakui, persoalan keluarga dan pembinaan remaja di dalam keluarga akhir-akhir ini mulai rumit, terutama sejak berkembangnya berbagai perangkat telekomunikasi dan media informasi. Ada banyak keluarga, tekannya, belum siap menghadapi kenyataan globalisasi ini, sehinga memberi dampak negatif.
“Keluarga menjadi lahan utama garapan PKK. Kaum ibu yang tergabung dalam wadah PKK memiliki faktor dominan dalam pembentukan karakter anak. Kalau keluarga sudah baik, maka nagari akan baik. Kalau nagari sudah baik, maka masyarakat akan bisa dibentengi dengan kuat terhadap berbagai efek negatif perkembangan zaman,” tuturnya.
Menurut dia, orangtua harus ekstra hati-hati dan mawas diri dalam membina anak-anak mereka. Lengah sedikit saja, tegasnya, maka usaha membina keluarga sesuai dengan tujuan idealnya akan menjadi gagal dengan sendirinya.
Walinagari Tambangan, H. Edytiawarman, mengaku bersyukur atas terpilihnya Kelompok Dasawisma Cempaka II dari Jorong Solok untuk mengikuti lomba tingkat Sumbar, mewakili Kabupaten Tanah Datar. Terpilihnya nagari ini, kata dia, menjadi indikator pembinaan keluarga dapat berjalan dengan baik di Tambangan.
Kelompok Dasawisma Cempaka II dipimpin Ny. Nurbaiti dengan anggota sebanyak 16 rumah tangga. Di Jorong Solok sendiri terdapat tujuh kelompok dasawisma. Kelompok dasawisma lainnya yang terdapat di Tambangan adalah di Jorong Padang Galundi sebanyak 13 kelompok, Sungai Rayo 12 kelompok, dan Mudiak Aie tujuh kelompok.(*)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- DPD RI: Ormas Merupakan Mitra Pemerintah Berdayakan Masyarakat
- Hasanuddin Murad Terima ”Majalah Fakta Award 2012”
- Tangerang Banjir Lagi
- FPI Ditolak Masuk Kalteng
- Irman Gusman Luncurkan Buku ‘Jiwa Yang Merajut Nusantara’
- Wamen ESDM: Penawaran Wilayah Kerja Pertambangan melalui Lelang oleh Pemda
- Masyarakat Kesal, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Jarang Ngantor
- Mahasiswa Surabaya Demo Tolak Kedatangan Wapres
- The Indonesian Institute Lakukan Riset tentang Pembahasan RUU APBN Terkait Isu Perbatasan
- Wilayah Minangkabau Sampai ke Thailand
- Dari Sandal ke Piring: Potret Hilangnya Pertimbangan Kebijaksanaan bagi Masyarakat Lemah
- DPD_RI Bentuk Pansus Konflik Agraria dan Sumberdaya Alam
- DPD-RI Prihatin Atas Banyaknya Kasus Korupsi
- DPD-RI Rekomendasikan 17 Calon Anggota BPK
- Askati: RUU PPDT Harus Menjawab Kebutuhan Afirmasi Kebijakan serta Proporsi Pembiayaannya


























