Tangerang Banjir Lagi
KOPI, TANGERANG KOTA - Ratusan rumah warga Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terendam air dengan ketinggian 1,6 meter hingga 2,4 meter akibat meluapnya Kali Sabi, menyebabkan sebagian warga mengungsi. "Kami terpaksa harus mengungsi karena rumah sudah terendam dan air diatas jendela" kata Saidar (48) warga RT 06/07 Kelurahan Gembor, Kecamatan Priuk, Tangerang.
Menurut dia, air Kali Sabi yang merupakan anak Kali Cisadane meluap akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu (11/2) malam hingga Minggu dini hari. Dia mengatakan kawasan terparah berada di Perumahan Total Persada RT 07, 08, 08 dan 010 RW 07 dan RT 01, 02, 03 dan 05 RW 08 dengan ketinggian air mencapai 2,4 meter. Pendapat serupa juga diutarakan warga RW 08 lainnya yakni Muh, Juhri (47), Kardimal (41) dan Isran (50) warga Perumahan Total Persada.
Sedangkan warga yang mengungsi terutama bermukim di Perumahan Total Persada pada RW 08, mereka terpaksa berlindung dari hujan di sekolah dasar setempat. Bahkan kantor Kelurahan Gembor dan Puskesmas setempat juga dijadikan sebagai tempat mengungsi, namun sejauh ini belum ada bantuan dari aparat Pemkot Tangerang.
Demikian pula jalan penghubung dari Kecamatan Periuk menuju Perumahan Regency I dan II, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang atau sebaliknya putus tidak dapat dilalui kendaraan. Bila warga hendak ke rumah mengambil barang keperluan mereka di Perumahan Total Persada terpaksa menggunakan rakit dibantu relawan yang sengaja turun sejak Minggu siang.
Namun Perumahan Total Persada merupakan salah satu dari 12 lokasi rawan banjir di Kota Tangerang, karena letaknya lebih rendah dari permukaan air Kali Cisadane.
Upaya Pemkot Tangerang untuk mengatasi banjir di Perumahan Total Persada itu dengan cara membangun lima rumah pompa yang berfungsi untuk menyedot air dari lokasi terendah untuk dibuang ke saluran terdekat. Walau begitu, akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu, maka pompa air untuk menyedot air di pemukiman rendah itu tidak mampu bekerja maksimal.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- FPI Ditolak Masuk Kalteng
- Irman Gusman Luncurkan Buku ‘Jiwa Yang Merajut Nusantara’
- Wamen ESDM: Penawaran Wilayah Kerja Pertambangan melalui Lelang oleh Pemda
- Masyarakat Kesal, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Jarang Ngantor
- Mahasiswa Surabaya Demo Tolak Kedatangan Wapres
- The Indonesian Institute Lakukan Riset tentang Pembahasan RUU APBN Terkait Isu Perbatasan
- Wilayah Minangkabau Sampai ke Thailand
- Dari Sandal ke Piring: Potret Hilangnya Pertimbangan Kebijaksanaan bagi Masyarakat Lemah
- DPD_RI Bentuk Pansus Konflik Agraria dan Sumberdaya Alam
- DPD-RI Prihatin Atas Banyaknya Kasus Korupsi
- DPD-RI Rekomendasikan 17 Calon Anggota BPK
- Askati: RUU PPDT Harus Menjawab Kebutuhan Afirmasi Kebijakan serta Proporsi Pembiayaannya
- Kurtubi: Kontrak Karya Pertambangan Umum Kelanjutan Model Konsesi Zaman Kolonial
- RUU Daerah Kepulauan untuk Daerah Kepulauan
- Gubernur Kalteng Akan Fasilitasi Sengketa Tanah Warga Seruyan


























