The Indonesian Institute Lakukan Riset tentang Pembahasan RUU APBN Terkait Isu Perbatasan
KOPI - The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research saat ini tengah melakukan riset tentang "Pembahasan RUU APBN di DPR: Studi Awal tentang Akses Informasi Publik (Studi Kasus: Pembahasan RUU APBN di DPR terkait Isu Perbatasan)". Pihak tim riset mengeluarkan pemberitahuan ini untuk disebarluaskan dalam rangka diseminasi dan sosialisasi proses dan hasil dari penelitian dimaksud yang masih sedang berjalan prosesnya dari Desember 2011 sampai dengan Maret 2012.
Penelitian ini dilatari oleh premis bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disusun adalah untuk mengkonkritkan kebijakan dan program yang bertujuan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia ke mata anggaran, dibahas hanya oleh DPR dan Pemerintah. Hal lainnya, meskipin APBN merupakan produk hukum, tetapi proses pembahasannya cenderung berbeda dengan produk hukum atau kebijakan lainnya.
Jika produk hukum lainnya hampir selalu melibatkan masyarakat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan publik, namun untuk RUU APBN, RDPU hampir tidak pernah dilakukan. RDPU dilakukan hanya jika diminta oleh publik dan bersifat formal tanpa jaminan usulan dibahas pada pertemuan tertutup pembahasan RUU APBN.
Untuk pembatasan masalah dan fokus isu, penelitian ini mengambil studi kasus terkait isu perbatasan, yang selama ini sangat lekat dengan ranah isu yang digarap oleh Komisi I DPR RI dari aspek politik dan pertahanannya, dan dengan Komisi II DPR RI dari aspek kesejahteraannya. Isu ini diangkat karena dinilai menarik dan menantang, terutama mengingat keprihatinan bahwa isu ini kerap diperlakukan secara instan, parsial, dan tidak berkelanjutan oleh pembuat kebijakan. Apalagi di tengah proses anggaran yang elitis dan tertutup di DPR.
The Indonesian Institute juga menilai penting untuk mengangkat dan menjaga isu ini karena begitu multidimensi permasalahannya, bukan hanya dilihat dari aspek pertahanan dan keamanan, serta kedaulatan, namun juga kesejahteraan. Kawasan perbatasan Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam. Namun, jika tak dikelola dengan pendekatan kebijakan yang tepat, sumber daya tersebut bisa beralih ke pihak luar.
Riset ini didukung oleh Chemonics International, Program Representasi (ProRep) dan masih berjalan, hingga Maret 2012. Saat ini kami telah mempunyai draft policy brief dan juga draft research policy paper.
Untuk lebih lengkapnya, mengenai alur proses riset, metode, substansi dan temuan-temuan riset ini, silahkan lihat di :
Website : www.theindonesianinstitute.com
Facebook : Tii Jakarta http://www.facebook.com/#!/theindonesianinstitute
Twitter : @the_indonesian
a.n. Tim Peneliti The Indonesian Institute
Antonius Wiwan Koban
Peneliti Bidang Kebijakan Sosial
THE INDONESIAN INSTITUTE
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Sumber : Antonius Wiwan Koban
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Wilayah Minangkabau Sampai ke Thailand
- Dari Sandal ke Piring: Potret Hilangnya Pertimbangan Kebijaksanaan bagi Masyarakat Lemah
- DPD_RI Bentuk Pansus Konflik Agraria dan Sumberdaya Alam
- DPD-RI Prihatin Atas Banyaknya Kasus Korupsi
- DPD-RI Rekomendasikan 17 Calon Anggota BPK
- Askati: RUU PPDT Harus Menjawab Kebutuhan Afirmasi Kebijakan serta Proporsi Pembiayaannya
- Kurtubi: Kontrak Karya Pertambangan Umum Kelanjutan Model Konsesi Zaman Kolonial
- RUU Daerah Kepulauan untuk Daerah Kepulauan
- Gubernur Kalteng Akan Fasilitasi Sengketa Tanah Warga Seruyan
- Workshop dan Deklarasi Forum Masyarakat Peduli Kusta Nasional
- Tujuh Jurnalis Raih Penghargaan Apresiasi Jurnalis Jakarta (AJJ) 2011
- Masyarakat Adat Rakyat Penunggu Akan Pertahankan Hak Hingga Darah Penghabisan
- Sekber Pemulihan Hak Rakyat Indonesia Mendesak Penghentian Perampasan Tanah dan Kekerasan Negara
- DPD-RI Usulkan Pembangunan HTR bagi Masyarakat Mesuji
- DPD RI Fasilitasi Penyelesaian Kasus Petani Meranti


























