Wilayah Minangkabau Sampai ke Thailand
KOPI, Tanah Datar -- Terdapat banyak kesamaan antara Tanah Datar dengan Kelantan (Malaysia) dan Pattani (Thailand), terutama bila disorot dari aspek kajian sejarah kemelayuan Nusantara dan Semenanjung Malaya. Warisan tradisi masa lalu itu, perlu terus dipelihara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan negeri.
Demikian pokok-pokok pikiran yang diutarakan Raja Tengku Putri Anis Seri Ratu Putri Saadong VII dari Kelantan, Senin (6/2), saat berdialog dengan Wakil Bupati Tanah Datar H. Hendri Arnis, Kepala Dinas Budya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Alfian Jamrah, Kepala Dinas Pendidikan Darisman, Ketua LKKAM Tanah Datar Z. Dt. Rajo Putih, Asisten Setdakab Ucu Bunyamin, Kabag Humas Setdakab Desrizal, Budi Istiawan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar dan sejumlah undangan lainnya, di Gedung Indo Jolito Batusangkar.
Sementara rombongan dari Kerajaan Kelantan dan Kerajaan Melayu Pattani (Thailand) terdiri dari Putri Anis, Koh Choom Ge, Koh Ah Poh, Chua Eh Ping, Kho Lian Ping, Raja Fauziah Binti Syed Yaacob (ibunda Putri Anis), dan Jenifer See Bee Won.
“Ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Tanah Datar. Saya telah melakukan penelitian ke 51 negara di dunia untuk mendapatkan fakta-fakta sejarah kebesaran dunia Melayu, termasuk di antaranya hubungan antara kerajaan-kerajaan Melayu di Nusantara dengan kerajaan-kerajaan Melayu di Malaysia, Thailand hingga ke India, Cina dan Arab,” ucapnya.
Berbicara soal tujuan utama kunjungannya kali ini ke Tanah Datar, Putri Anis menyebut, dia bersama rombongan ingin menelusuri lebih jauh silsilah hubungan antara dirinya selaku putri Kerajaan Kelantan dengan Minangkabu, kendati dia sendiri mengaku memiliki pertalian darah dengan Kerajaan Melayu Aceh. Bersamaan dengan itu, Putri Anis juga ingin menelusuri lebih jauh tentang hubungan Kerajaan Minangkabau dengan Kerajaan Melayu Pattani di Thailand.
“Pattani adalah sebuah kerajaan yang kukuh, kendati kini sudah tidak ada lagi. Kerajaan Melayu Pattani pasti tidak akan ada tanpa Minangkabau. Datuk Mahkota yang menjadi pemuka di Pattani, menjadi salah seorang bukti, para pemuka Pattani berasal dari Minangkabau,” kata putri kerajaan yang baru berusia 26 tahun, namun telah lebih sepuluh tahun melakukan penelitian-penelitian sejarah kemelayuan.
Arkeolog dari BP3 Batusangkar, Budi Istiawan, pada kesempatan itu menyatakan, pada dasarnya hubungan kerajaan-kerajaan Melayu di nusantara dan semananjung Malaya sangat erat. Namun tidak mudah untuk melakukan kajian sejarahnya secara mendetail.
“Masalahnya, pengkajian kesejarahan di Minangkabau ini belum konsisten. Di satu sisi, kajian sejarah harus dilakukan berdasarkan fakta-fakta sejarah, sementara di sisi lain, peranan tambo tidak bisa pula dipisahkan. Menurut tambo, wilayah Minangkabau itu memang sampai ke Pattani,” ucapnya.
Wakil Bupati H. Hendri Arnis dalam sambutannya mengharap, kunjungan delegasi dari Kelantan dan Pattani kali ini diharap bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan hubungan negeri-negeri bersaudara.
“Ini merupakan kehormatan bagi Tanah Datar. Semoga bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan daerah, terutama untuk meningkatkan kerjasama di bidang kebudayaan. Thailand dan Tanah Datar sama-sama memiliki warisan kejayaan masa lalu yang luar biasa,” sebutnya.(Musriadi Musanif, Harian Umum Singgalang)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Dari Sandal ke Piring: Potret Hilangnya Pertimbangan Kebijaksanaan bagi Masyarakat Lemah
- DPD_RI Bentuk Pansus Konflik Agraria dan Sumberdaya Alam
- DPD-RI Prihatin Atas Banyaknya Kasus Korupsi
- DPD-RI Rekomendasikan 17 Calon Anggota BPK
- Askati: RUU PPDT Harus Menjawab Kebutuhan Afirmasi Kebijakan serta Proporsi Pembiayaannya
- Kurtubi: Kontrak Karya Pertambangan Umum Kelanjutan Model Konsesi Zaman Kolonial
- RUU Daerah Kepulauan untuk Daerah Kepulauan
- Gubernur Kalteng Akan Fasilitasi Sengketa Tanah Warga Seruyan
- Workshop dan Deklarasi Forum Masyarakat Peduli Kusta Nasional
- Tujuh Jurnalis Raih Penghargaan Apresiasi Jurnalis Jakarta (AJJ) 2011
- Masyarakat Adat Rakyat Penunggu Akan Pertahankan Hak Hingga Darah Penghabisan
- Sekber Pemulihan Hak Rakyat Indonesia Mendesak Penghentian Perampasan Tanah dan Kekerasan Negara
- DPD-RI Usulkan Pembangunan HTR bagi Masyarakat Mesuji
- DPD RI Fasilitasi Penyelesaian Kasus Petani Meranti
- PBNU Kecam Tindakan Anarkis di Sampang


























