Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Mengenang Tragedi Tsunami Aceh 2004

KOPI, JAKARTA - Tidak terasa sudah 8 tahun lebih sehari peristiwa terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004.

Buku ini (Menggapai Hidup yang Bermakna) bercerita tentang Maimunah guru ngaji di Sabang yang telah bertahun-tahun berprofesi seperti itu hingga kini. Kelahiran Sabang 5 Mei 1955, anak Abu Djuned salah satu ulama di kota Sabang.

Disini pelakunya adalah adik kandung ibuku dan kakak kandung Rachmad. Kami akhirnya bertemu kembali setelah 13 ta hun berpisah, tepatnya awal September 2010.

Peristiwa gempa dan tsunami yang melanda NAD dan P.Nias telah 8 tahun berlalu, tragedi ini telah menewaskan lebih 500.000 jiwa, suatu jumlah korban bencana alam terbesar di abad ini.

Tragedi ini merupakan hal yang telah menjadi perhatian dunia, saya sengaja menempatkan awal cerita buku ini dengan latar belakang kejadian tersebut yang saya peroleh dari seorang wanita yang bernama Maimunah dengan kisahnya yang mengharukan dan menyentuh kalbu.

Mungkin saja kisah hidup ini sama dengan yang dialami oleh korban yang selamat dari gempa dan Tsunami, namun dengan keimanan dan keyakinannya yang tinggi kepada Allah SWT, telah menjadikan peristiwa tersebut sebagai hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupannya.

Saya tidak menyajikan dengan runut peristiwa demi peristiwa tersebut, namun demikian, mudah-mudahan hal tersebut dapat membuat buku ini menjadi lebih beragam dan berwarna, bagaikan kebun bunga di pagi hari. Beberapa ayat suci dari Alquran dan Hadist sengaja ditampilkan untuk lebih memberi makna tulisan tersebut,serta memberi suatu spirit kebenaran untuk menuju kebaikan.

Perjalanan dimulai dari Sabang, Maimunah dan keponakan Lina serta dua anaknya Aulia 6 bulan dan Hafiz 3 tahun ke Banda Aceh untuk menghadiran hajatan keluarga untuk berangkat ke tanah suci, di Banda Aceh ia bertemu keponakannya, Sulaiman dan diajak ke Meulaboh, malam tiba ke daerah pesisir barat.

Tidak terasa dalam suasana cerah pagi 26 Desember 2004, terjadi gempa 8,9 Skala Richter dan gelombang Tsunami, Aulia hanyut dengan muka pucat dan mulut berbusa, Maimunah tersangkut bajunya di pagar dan selamat, Hafiz robek lehernya, di jahit 8 jahitan di RS. Meulaboh.

Sedangkan Lina luka parah di kaki kanan dari ujung jempol ke sisi kakinya, mereka mengungsi ke Jeuram lalu ke Bireun tempat saudara abang kandung Maimunah, Ishak Djuned berdagang buah-buahan.

Lina akhirnya dioperasi di Medan atas bantuan RS. Jerman. 10 tahun yang lalu Maimunah juga hampir tenggelam saat kapal KMP Gurita karam 19 Januari 1996, ia di ajak oleh kakak kandungnya Ramlah Djuned  bin Tgk.H.M.Djuned (kak maneh) tapi tidak jadi berangkat dari Sabang ke BandaAceh.

Seminggu kemudian kapal tenggelam, kakaknya dan suami hilang dan tenggelam. Lina hampir saja ikut kapal bila tidak pulang terlambat dari kampus, ia pasti sudah tiada kini, ditinggalin oleh kedua orang tuanya, (Assistant II Walikota Sabang, DRS.M.Nasir).

Menurut penulis, kisah ini akan segera diangkat ke layar lebar. launching diadakan  April 2006  lalu di tengah-tengah masyarakat Sabang yang berada dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Buku tersebut bisa didapat di toko buku terdekat atau langsung pesan ke penerbitnya.

Ketika Tsunami terjadi Rachmad berada di Jakarta,  selamat karena tidak pulang, rachmad batalkan pulang ke Sabang-Aceh.

lucu juga bila diingat-ingat karena Rachmad sering ikut seminar, diskusi, dan launching buku tentang Tsunami lainnya, malah keluarga sendiri terkena Tsunami Aceh. Hal ini baru Rachmad ketahui setelah setahun kejadian tsunami, tepatnya 25 November 2005.

Rachmad mengetahui keluarga besar ada yang terkena Tsunami dari khabar yang di sampaikan oleh adik kandung yang berada di Jakarta.

Pendapat para pembaca:

“Air mata tak tertahankan membaca cerita-cerita indah yang penuh inspirasi kenangan indah mengenai aceh kembali teulang, buku ini pantas dibaca berulang-ulang dan cocok untuk segala usia, karena sarat makna menuju ketentraman hati” (Ubiet-Seniwati, Jakarta)

“Di tengah upaya anak bangsa untuk membangun indonesia dengan semangat spiritual ke-Islaman, buku ini seakan menjawab untuk mengajak kita lebih mendekat dan menikmati dan mensyukuri segala rahmat dan karunia-Nya” (Farhan Hamid, anggota DPR-RI)

“Seakan-akan tragedi Tsunami di Aceh kembali terulang di dalam ingatan. Iqbal Hamdy mampu merangkai kata demi kata dengan indah dan sangat menggugah. Bab cerita “Puspa Indah di Taman Rabbi” menjadikan saya untuk segera menggunakan jilbab yang telah lama saya rindukan”. (Miri-Miriati Associates, Jakarta)

“Buku pertama Iqbal Hamdy, membuat aku harus membacanya secara perlahan untuk meresapi butir-butir katanya yang indah. Puisinya sangat indah mengambarkan kebesaran Ilahi. Buku ini membuat hidup saya menjadi lebih berarti, kami nantikan buku-buku lanjutannya. “Bravo” (Utami-Redaktur Media Indonesia)

“Sungguh aku tergugah dan terpana dengan cerita-cerita yang menyentuh, walaupun saya bukan seorang muslim, tapi buku ini sangat akrap dalam menjalani kehidupan agar lebih damai, dan berarti bagi orang lain” (Dr.Ryan Wijaya-Bandung)

“Sudah saatnya Indonesia memiliki penulis seperti Iqbal Hamdy, yang mampu mengajak pembacanya menyelami arti hidup dan kehidupan, ceritanya ringan, tidak menggurui, namun sarat dengan kata-kata bijak yang mengungah jiwa” (Sri Mulyati-pengajar, Bekasi)

Diterbitkan oleh penerbit Republika jl.Pejaten Raya no.40 Jati Padang Jakarta Selatan 12540 telp/fax:(021) 789 2845/789 2842

ISBN :979-3210-66-4

Tebal : ix + 200 halaman

Cetakan pertama, Maret 2006

Penulis: Iqbal hamdy Atau yang biasa dipanggil Bang Eboth dilahirkan di Sabang 14 Januari 1965, NAD. Sekolah Dasar hingga SMP di Sabang, yang merupakan Nol kilometer, ujung barat negara kesatuan RI, lalu hijrah SMA ke Jakarta dan akhirnya meraih sarjana ekonomi management.

Buku ini dipersembahkan untuk AMANI (Yayasan amalan Insani) suatu organisasi Nirlaba untuk mendidik yatim-piatu dan remaja putus sekolah di Nanggroe Aceh Darussalam, dalam pendidikan informal untuk menjadi bekan hidup dihari depan.

“Demi pagi yang cerah gemilang, dan demi malam bila senyap dan kelam, tuhan-Mu tidak mengingalkanmu, juga tidak dia merasa benci. Sesungguhnya hari yang akan datang itu lebih baik bagi kamu. Dari pada saat ini, sehingga kamu memperoleh Ridha (senang hati)”. (QS.93-Adh Dhuha:1-5).

Maimunah Djuned / Nurlina Nasir, Jl. Raden Saleh no. 3 kota atas SABANG-NAD 23511, telp:(62652) 21061. Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Kilasan isi buku pilihan:

Ucapkan Selalu Asma Allah Minggu pagi yang cerah, 26 Desember 2004 sekitar jam delapan pagi. Maimunah yang baru saja tiba di Kota Meulaboh dari Banda Aceh sedang menikmati indahnya suasana di sekitar tempat tinggalnya. tiba-tiba saja gempa hebat mengguncang. Seketika manusia berhamburan lari keluar rumah dengan menyebut Asma Allah. Begitu pula dengan Maimunah.

Ia segera kembali ke rumah tempatnya menginap menemui keponakannya, Lina. Mereka berdua segera membawa dua orang anak Lina, Aulia yang berusia 6 bulan dan Hafiz, 3 tahun, yang saat itu masih terlelap tidur. Dalam keadaan panik, Maimunah membawa Aulia dan Lina mengendong Hafiz berlari ke pekarangan rumah. mereka berusaha keluar dari dalam rumah untuk menghindari ambruknya rumah yang dapat terjadi seketika.

Dalam pelukan Maimunah, Aulia tampak tersenyum seakan tidak peduli dengan situasi yang mencemaskan tengah terjadi. Dari kejauhan terdengar suara gaduh dan teriakan minta tolong yang mengatakan bahwa air laut telah naik ke darat.

Dalam sekejat saja gelombang Tsunami menghantam daratan. Air laut yang berwarna hitam bergulung-gulung melanda Maimunah dan Lina beserta dua orang anaknya.

Dengan bersusah payah Maimunah, berusaha memegang pagar rumah untuk menahan derasnya terjangan air laut. Namun, akhirnya tubuh Maimunah terseret masuk dalam gelombang air yang gelap pekat bercampur pasir. Tangannya tetap erat memeluk tubuh mungil aulia.

Entah berapa banyak air yang terasa asin dan pahit terminum olehnya. Tubuhnya terasa luluh lantak terhantam balok kayu yang terbawa arus. Dengan kondisi lemas,Maimunah masih sempat menyerahkan Aulia kepada Lina.

Tiba-tiba gelombang air laut kedua muncul datang menghantam dengan ombak yang lebih tinggi. Arusnya lebih deras dari sebelumnya. Tubuh Maimunah terseret jauh entah kemana, hanyut bersama puing-puing dan berbagai benda yang di sapu arus laut dari bibir pantai.

Ketika Maimunah tersadar, tubuhnya tersangkut di belakang pintu sebuah gedung perkantoran. Ia berupaya melepaskan bajunya yang tersangkut di pintu gedung tersebut. Namun, arus yang deras dan kondisinya yang lemah membuat ia sulit melepaskan bajunya dari pintu gedung.

Dia pasrah dengan kondisi tersebut, hanya Asma Allah yang selalu dibaca dalam hati. Maimunah menyerahkan diri kepada allah, jika saat tersebut menjadi akhir dari hidupnya. Ia telah bersiap diri untuk menerimanya.

Namun tersangkutnya baju Maimunah pada pintu gedung perkantoran tersebut, justru menjadi penyelamat jiwanya. seandainya saja bajunya tidak tersangkut, mungkin tubuhnya telah terseret lebih jauh entah kemana bercampur baur dengan berbagai benda besar seperti balok kayu yang sewaktu-waktu dapat merenggut jiwa.

“Tuhan kamu (Allah) berfirman,”Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu,” Sesungguhnya orang-orang yang takabur dari menyembah-Ku, mereka akan masuk jahannam dalam keadaan terhina”. (QS. 40. Al Muminun:60).

Dengan sisa tenaga yang masih dimiliki, Maimunah berupaya merobek bajunya yang tersangkut dipintu. Pintu gedung perkantoran yang sebelumnya terkunci rapat, kini telah terbuka karena hantaman gelombang Tsunami yang ganas, Maimunah berupaya menyelamatkan diri dengan memasuki gedung perkantoran yang tidak dikenalnya. Sambil berdoa di dalam hati, ia berharap semoga ia, keponakan, dan cucunya, dilindungi oleh Allah serta terhindar dari malapetaka yang tidak terduga.

Maimunah kemudian merengkuh sebongkah kayu besar yang terapung di dekatnya untuk ia pergunakan sebagai pelampung. Ia terus berupaya masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan diri. Dalam benaknya, Maimunah masih memikirkan nasib Lina beserta dua orang anaknya.

Bagaimana dengan nasib mereka saat ini, apakah mereka masih selamat atau telah meninggal dunia? Di dalam gedung, ada beberapa orang yang juga sedang berusaha menyelamatkan diri.

Dengan sisa tenaga yang masih ada, Maimunah berupaya berenang dan naik ke sebuah lemari buku. Gelombang Tsunami sudah mulai reda namun air masih belum surut. Ia khawatir masih ada gelombang berikutnya yang terjadi lebih dahsyat.

Rasa panik dalam dirinya belum sepenuhnya hilang, karena ia masih merasakan getaran gempa susulan. Maimunah kemudian berusaha untuk naik ke plafon gedung yang saat itu telah di isi oleh beberapa orang yang selamat.

Mereka saling bahu membahu walaupun satu sama lain tidak saling mengenal. Nasib dan penderitaan telah menyatukan mereka bagaikan suatu regu penyelamat. Beberapa pria berupaya menjebol atap gedung yang terbuat dari seng, dan mencoba untuk naik dan melihat situasi di luar dengan jelas.

Matahari yang bersinar terang membuat seng menjadi panas. Namun panas tersebut sudah tidak dirasakan lagi oleh mereka yang saat itu dilanda derita.

Terdengar tangis bocah kecil yang selamat, bingung mencari ayah dan bundanya yang entah dimana berada. Haus dan dahaga mulai menyerang. Tapi, tidak ada setetes airpun yang dapat diteguk. Hanya dengan doa sambil menyebut segala kebesaran-Nya yang dapat membuat hati Maimunah terasa sejuk.

Dalam kondisi tubuh yang lemah dan memar serta luka tersayat, akhirnya Maimunah tertidur di atas plafon. sabda Rasullulah: “Doa itu memberi manfaat kepada sesuatu yang telah diturunkan Allah dan yang belum, oleh sebab itu berdoalah kamu wahai hamba-hamba Allah” (HR. Al-Hakim dan Akhmad).

Buku ini termasuk buku Serial Self Motivation :”MENGGAPAI HIDUP YANG BERMAKNA” Karya Iqbal Hamdy. Disini penulis menyampaikan kepada kita sebagai Muslim, bagaimana mencapai tujuan hidup ini agar memperoleh hidup yang tentram, bahagia dunia dan akhirat. Sangat memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita untuk menuju hidup yang seimbang.

Orang mesti berani berserah diri kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini semakin memiliki makna. Manusia semakin dikuatkan oleh rahmat Tuhan untuk menggapai kesuksesan dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita ingin agar hidup kita memiliki makna yang dalam. Kita ingin agar kita tidak hidup seperti angin yang berlalu. Tidak tahu dari mana asalnya dan ke mana akan berakhir. Kita ingin agar hidup ini benar-benar bermakna. Mari kita tetap bertahan pada sikap penyerahan diri kita kepada Tuhan.

Untuk para arwah korban Tsunami Aceh, mari kita berdoa dengan membaca alfatifah sebanyak 7 kali…amin…

 


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Dewan Pers Mengeluarkan Surat Edaran ke Pemda Sudah Melanggar Konstitusi
Selasa, 17 Juli 2018

Pejabat Menolak Wartawan Meliput, Wawancara dan Konfirmasi Informasi Publik, Senator DPD RI: Itu Melanggar Konstitusi. KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan” Heran saya oknum staf Dewan Pers datang ke Propinsi Riau mengunjungi “dapur redaksi” perusahaan Media online untuk memverifikasi media. Bagaimanapun juga “dugaan” terjadi praktek suap berkemungkinan ada . Pasti pemilik perusahaan media... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi : Survey Gallup Law and Order Indonesia 10 Negara Teraman untuk Iklim Investasi
Sabtu, 14 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Memperingati hari Bhayangkara ke-72 kita dapat kabar baik, dari hasil survey lembaga Internasional  yakni Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman  untuk iklim investasi di dunia. Pemerintah Indonesia  menjamin   keamanan  para investor menanamkan modalnya  ," kata Jokowi (Joko Widodo) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk mempertahankan... Baca selengkapnya...

Polda Riau Memperingati HUT Bhayangkara ke-72 Beraneka Ragam Kegiatan
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru - Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Kepolisian Daerah Riau menggelar syukuran di Aula Satbrimobda Polda Riau, bertempat Jl.K.H.Ahmad Dahlan – Pekanbaru, Rabu (11/7/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Riau , Wakapolda Riau Brigjen.Pol.Drs.HE.Permadi,SH,MH, Danrem 031 Wira Bima diwakili Kasrem 031 Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha, SE, M.Si, Kabinda Provinsi Riau Marsma. TNI.Rakhman Haryadi, SA, MBA,... Baca selengkapnya...

Peringati HBA ke- 58, Kejati Riau Gelar Pasar Murah
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru – Memperingati Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke- 58 jatuh pada tanggal 22 Juli mendatang. Kejaksaan Tinggi Riau gelar pasar murah di gedung sementara bertempat Jalan. Arifin Ahmad, Kamis (12/07-2018). Pasar murah ini menjual Sembilan Bahan Pokok Kebutuhan (Sembako) serta beberapa counter kuliner masakan khas melayu Riau, kerajinan tangan (Home Industri) dan sebagainya. Pasar murah ini terlaksana kerjasama Koperasi Kejaksaan... Baca selengkapnya...

Bubarkan Dewan Pers, Ratusan Orang Wartawan Demo Kantornya
Senin, 09 Juli 2018

KOPI, Jakarta - Ratusan Wartawan dari berbagai media massa, baik cetak maupun online yang datang dari seluruh pelosok nusantara membanjiri halaman Hall Dewan Pers (HDP) Jakarta, Rabu (4/7/19). Kehadiran para pahlawan informasi ini yang didukung penuh oleh puluhan organisasi media maupun organisasi wartawan menuntut agar Dewan Pers melakukan perbaikan dalam mengambil kebijakan terutama terkait sengketa pemberitaan. Terkait rekomendasi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

Pengamat: Prediksi, Peramal Pilgub Jatim 2018
Selasa, 26 Juni 2018

KOPI, Jawa Timur – Pilpres (Pemilihan Presiden) Amerika Serikat tahun kemaren. Masyarakat internasional memprediksi Hillary Clinton bakalan terpilih. Ternyata Donal Trump. Kami sudah dapat memprediksi jauh-jauh hari, yang terpilih sebagai Capres Amrik adalah Donal Trump. Ustad kondang terkenal dari Riau bernama UAS (Ustad Abdul Somad). Pengamat Genius dari Riau sebut saja namanya Aji Somek. Ditempat kerjanya, mengatakan “ Menentukan menang... Baca selengkapnya...

Top Secret : Inilah Wajah Palsu atau KW Donal Trump dengan Kim Jong Un
Minggu, 24 Juni 2018

KOPI, Singapura - Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT menciptakan seorang manusia dalam tujuh rupa/mirip dengan orang lain kadarnya ada 50 %, 60, 70, 80, 90 %. Kembaran, Serupa tersebut ada sudah meninggal, belum lahir, bahkan ada yang masih hidup. Kadangkala oknum pemilik wajah serupa itu mempergunakan untuk penipuan. Menyakinkan orang bahwa ia mengaku sebagai Adik atau keluarga dari pemilik wajah asli yakni meminta uang atau... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKunjungan Kerja ke Scotlandia Trump Men.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dilansir dari koran Skotlandia The Scotsman, saat mengunjungi Skotlandia pada akhir pekan lalu. Selasa (17/7-18), Trump me [ ... ]



NASIONALKepala BPS Pusat Suhariyanto : Tingkat K.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia Suhariyanto, Senen (16/7-18) menuturkan “ Tingkat kemiskinan penduduk Indonesia pada bulan  [ ... ]



DAERAHAksi Brutal “Oknum” Satpol PP Kampa.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Bangkinang – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kampar sudah berlangsung sejak, Kamis (12/7/2018) lal [ ... ]



PENDIDIKANGelar Reuni Alumni SMPN 2 Pekanbaru A.....
16/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Selama tiga puluh tiga  tahun tamat dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SPMN 2) Pekanbaru. Selain melepas rindu dalam kegi [ ... ]



EKONOMIKemenperin Klaim Susu Kental Manis Aman .....
07/07/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat kar [ ... ]



HANKAMPratu HT Anggota Kostrad Otaki Pembob.....
09/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan “ Yang merusak nama Korops TNI adalah oknum anggota TNI tersebut. Setiap apel selal [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



HUKUM & KRIMINALInilah Riki Zanur Warga Jl. Rambutan .....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Riki Zanur alias Riky (30), warga Jalan Rambutan, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Tampan, kota Pekanbaru, tangkap polisi. Pela [ ... ]



POLITIKIndonesia Diprediksi Raih Masa Keemasan .....
08/07/2018 | Yeni Muezza

KOPI,  Jakarta – Pandangan Dr Luthfi Assyaukanie, dosen Universitas Paramadina yang lansir di harian Rakyat Merdeka (4 Juli 2018) Wakil Presiden  [ ... ]



OPINIPengamat : "Dugaan" Oknum Dewan Pers Mem.....
05/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Kini zamanNow, zaman internet atau digital masyarakat saja bisa menginformasikan kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsAp [ ... ]



PROFILViral Dua Orang Turis Wanita Asal Tio.....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Malaysia - Rekaman Video Viral di media social Malaysia, dua orang turis wanita asal China/Tiongkok melakukan handstand atau berdiri dengan k [ ... ]



ROHANIKemenag Riau Resmikan Rumah Qur’an di.....
13/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak - Berdirinya Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di Kecamatan Bungaraya merupakan PTSP ke dua yang ada di Indonesia. Untuk di Kecamatan Siak [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIPengamat : Pecat Ndan Perwira Polri ya.....
14/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi P [ ... ]



SERBA-SERBICamat Perhentian Raja Sidak Persiapan .....
26/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Camat Perhentian Raja Azhar S.Stp mengadakan sidak mengecek pengamanan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 ke desa Lubuk Sa [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.