Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Mengenang Tragedi Tsunami Aceh 2004

KOPI, JAKARTA - Tidak terasa sudah 8 tahun lebih sehari peristiwa terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004.

Buku ini (Menggapai Hidup yang Bermakna) bercerita tentang Maimunah guru ngaji di Sabang yang telah bertahun-tahun berprofesi seperti itu hingga kini. Kelahiran Sabang 5 Mei 1955, anak Abu Djuned salah satu ulama di kota Sabang.

Disini pelakunya adalah adik kandung ibuku dan kakak kandung Rachmad. Kami akhirnya bertemu kembali setelah 13 ta hun berpisah, tepatnya awal September 2010.

Peristiwa gempa dan tsunami yang melanda NAD dan P.Nias telah 8 tahun berlalu, tragedi ini telah menewaskan lebih 500.000 jiwa, suatu jumlah korban bencana alam terbesar di abad ini.

Tragedi ini merupakan hal yang telah menjadi perhatian dunia, saya sengaja menempatkan awal cerita buku ini dengan latar belakang kejadian tersebut yang saya peroleh dari seorang wanita yang bernama Maimunah dengan kisahnya yang mengharukan dan menyentuh kalbu.

Mungkin saja kisah hidup ini sama dengan yang dialami oleh korban yang selamat dari gempa dan Tsunami, namun dengan keimanan dan keyakinannya yang tinggi kepada Allah SWT, telah menjadikan peristiwa tersebut sebagai hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupannya.

Saya tidak menyajikan dengan runut peristiwa demi peristiwa tersebut, namun demikian, mudah-mudahan hal tersebut dapat membuat buku ini menjadi lebih beragam dan berwarna, bagaikan kebun bunga di pagi hari. Beberapa ayat suci dari Alquran dan Hadist sengaja ditampilkan untuk lebih memberi makna tulisan tersebut,serta memberi suatu spirit kebenaran untuk menuju kebaikan.

Perjalanan dimulai dari Sabang, Maimunah dan keponakan Lina serta dua anaknya Aulia 6 bulan dan Hafiz 3 tahun ke Banda Aceh untuk menghadiran hajatan keluarga untuk berangkat ke tanah suci, di Banda Aceh ia bertemu keponakannya, Sulaiman dan diajak ke Meulaboh, malam tiba ke daerah pesisir barat.

Tidak terasa dalam suasana cerah pagi 26 Desember 2004, terjadi gempa 8,9 Skala Richter dan gelombang Tsunami, Aulia hanyut dengan muka pucat dan mulut berbusa, Maimunah tersangkut bajunya di pagar dan selamat, Hafiz robek lehernya, di jahit 8 jahitan di RS. Meulaboh.

Sedangkan Lina luka parah di kaki kanan dari ujung jempol ke sisi kakinya, mereka mengungsi ke Jeuram lalu ke Bireun tempat saudara abang kandung Maimunah, Ishak Djuned berdagang buah-buahan.

Lina akhirnya dioperasi di Medan atas bantuan RS. Jerman. 10 tahun yang lalu Maimunah juga hampir tenggelam saat kapal KMP Gurita karam 19 Januari 1996, ia di ajak oleh kakak kandungnya Ramlah Djuned  bin Tgk.H.M.Djuned (kak maneh) tapi tidak jadi berangkat dari Sabang ke BandaAceh.

Seminggu kemudian kapal tenggelam, kakaknya dan suami hilang dan tenggelam. Lina hampir saja ikut kapal bila tidak pulang terlambat dari kampus, ia pasti sudah tiada kini, ditinggalin oleh kedua orang tuanya, (Assistant II Walikota Sabang, DRS.M.Nasir).

Menurut penulis, kisah ini akan segera diangkat ke layar lebar. launching diadakan  April 2006  lalu di tengah-tengah masyarakat Sabang yang berada dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Buku tersebut bisa didapat di toko buku terdekat atau langsung pesan ke penerbitnya.

Ketika Tsunami terjadi Rachmad berada di Jakarta,  selamat karena tidak pulang, rachmad batalkan pulang ke Sabang-Aceh.

lucu juga bila diingat-ingat karena Rachmad sering ikut seminar, diskusi, dan launching buku tentang Tsunami lainnya, malah keluarga sendiri terkena Tsunami Aceh. Hal ini baru Rachmad ketahui setelah setahun kejadian tsunami, tepatnya 25 November 2005.

Rachmad mengetahui keluarga besar ada yang terkena Tsunami dari khabar yang di sampaikan oleh adik kandung yang berada di Jakarta.

Pendapat para pembaca:

“Air mata tak tertahankan membaca cerita-cerita indah yang penuh inspirasi kenangan indah mengenai aceh kembali teulang, buku ini pantas dibaca berulang-ulang dan cocok untuk segala usia, karena sarat makna menuju ketentraman hati” (Ubiet-Seniwati, Jakarta)

“Di tengah upaya anak bangsa untuk membangun indonesia dengan semangat spiritual ke-Islaman, buku ini seakan menjawab untuk mengajak kita lebih mendekat dan menikmati dan mensyukuri segala rahmat dan karunia-Nya” (Farhan Hamid, anggota DPR-RI)

“Seakan-akan tragedi Tsunami di Aceh kembali terulang di dalam ingatan. Iqbal Hamdy mampu merangkai kata demi kata dengan indah dan sangat menggugah. Bab cerita “Puspa Indah di Taman Rabbi” menjadikan saya untuk segera menggunakan jilbab yang telah lama saya rindukan”. (Miri-Miriati Associates, Jakarta)

“Buku pertama Iqbal Hamdy, membuat aku harus membacanya secara perlahan untuk meresapi butir-butir katanya yang indah. Puisinya sangat indah mengambarkan kebesaran Ilahi. Buku ini membuat hidup saya menjadi lebih berarti, kami nantikan buku-buku lanjutannya. “Bravo” (Utami-Redaktur Media Indonesia)

“Sungguh aku tergugah dan terpana dengan cerita-cerita yang menyentuh, walaupun saya bukan seorang muslim, tapi buku ini sangat akrap dalam menjalani kehidupan agar lebih damai, dan berarti bagi orang lain” (Dr.Ryan Wijaya-Bandung)

“Sudah saatnya Indonesia memiliki penulis seperti Iqbal Hamdy, yang mampu mengajak pembacanya menyelami arti hidup dan kehidupan, ceritanya ringan, tidak menggurui, namun sarat dengan kata-kata bijak yang mengungah jiwa” (Sri Mulyati-pengajar, Bekasi)

Diterbitkan oleh penerbit Republika jl.Pejaten Raya no.40 Jati Padang Jakarta Selatan 12540 telp/fax:(021) 789 2845/789 2842

ISBN :979-3210-66-4

Tebal : ix + 200 halaman

Cetakan pertama, Maret 2006

Penulis: Iqbal hamdy Atau yang biasa dipanggil Bang Eboth dilahirkan di Sabang 14 Januari 1965, NAD. Sekolah Dasar hingga SMP di Sabang, yang merupakan Nol kilometer, ujung barat negara kesatuan RI, lalu hijrah SMA ke Jakarta dan akhirnya meraih sarjana ekonomi management.

Buku ini dipersembahkan untuk AMANI (Yayasan amalan Insani) suatu organisasi Nirlaba untuk mendidik yatim-piatu dan remaja putus sekolah di Nanggroe Aceh Darussalam, dalam pendidikan informal untuk menjadi bekan hidup dihari depan.

“Demi pagi yang cerah gemilang, dan demi malam bila senyap dan kelam, tuhan-Mu tidak mengingalkanmu, juga tidak dia merasa benci. Sesungguhnya hari yang akan datang itu lebih baik bagi kamu. Dari pada saat ini, sehingga kamu memperoleh Ridha (senang hati)”. (QS.93-Adh Dhuha:1-5).

Maimunah Djuned / Nurlina Nasir, Jl. Raden Saleh no. 3 kota atas SABANG-NAD 23511, telp:(62652) 21061. Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Kilasan isi buku pilihan:

Ucapkan Selalu Asma Allah Minggu pagi yang cerah, 26 Desember 2004 sekitar jam delapan pagi. Maimunah yang baru saja tiba di Kota Meulaboh dari Banda Aceh sedang menikmati indahnya suasana di sekitar tempat tinggalnya. tiba-tiba saja gempa hebat mengguncang. Seketika manusia berhamburan lari keluar rumah dengan menyebut Asma Allah. Begitu pula dengan Maimunah.

Ia segera kembali ke rumah tempatnya menginap menemui keponakannya, Lina. Mereka berdua segera membawa dua orang anak Lina, Aulia yang berusia 6 bulan dan Hafiz, 3 tahun, yang saat itu masih terlelap tidur. Dalam keadaan panik, Maimunah membawa Aulia dan Lina mengendong Hafiz berlari ke pekarangan rumah. mereka berusaha keluar dari dalam rumah untuk menghindari ambruknya rumah yang dapat terjadi seketika.

Dalam pelukan Maimunah, Aulia tampak tersenyum seakan tidak peduli dengan situasi yang mencemaskan tengah terjadi. Dari kejauhan terdengar suara gaduh dan teriakan minta tolong yang mengatakan bahwa air laut telah naik ke darat.

Dalam sekejat saja gelombang Tsunami menghantam daratan. Air laut yang berwarna hitam bergulung-gulung melanda Maimunah dan Lina beserta dua orang anaknya.

Dengan bersusah payah Maimunah, berusaha memegang pagar rumah untuk menahan derasnya terjangan air laut. Namun, akhirnya tubuh Maimunah terseret masuk dalam gelombang air yang gelap pekat bercampur pasir. Tangannya tetap erat memeluk tubuh mungil aulia.

Entah berapa banyak air yang terasa asin dan pahit terminum olehnya. Tubuhnya terasa luluh lantak terhantam balok kayu yang terbawa arus. Dengan kondisi lemas,Maimunah masih sempat menyerahkan Aulia kepada Lina.

Tiba-tiba gelombang air laut kedua muncul datang menghantam dengan ombak yang lebih tinggi. Arusnya lebih deras dari sebelumnya. Tubuh Maimunah terseret jauh entah kemana, hanyut bersama puing-puing dan berbagai benda yang di sapu arus laut dari bibir pantai.

Ketika Maimunah tersadar, tubuhnya tersangkut di belakang pintu sebuah gedung perkantoran. Ia berupaya melepaskan bajunya yang tersangkut di pintu gedung tersebut. Namun, arus yang deras dan kondisinya yang lemah membuat ia sulit melepaskan bajunya dari pintu gedung.

Dia pasrah dengan kondisi tersebut, hanya Asma Allah yang selalu dibaca dalam hati. Maimunah menyerahkan diri kepada allah, jika saat tersebut menjadi akhir dari hidupnya. Ia telah bersiap diri untuk menerimanya.

Namun tersangkutnya baju Maimunah pada pintu gedung perkantoran tersebut, justru menjadi penyelamat jiwanya. seandainya saja bajunya tidak tersangkut, mungkin tubuhnya telah terseret lebih jauh entah kemana bercampur baur dengan berbagai benda besar seperti balok kayu yang sewaktu-waktu dapat merenggut jiwa.

“Tuhan kamu (Allah) berfirman,”Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu,” Sesungguhnya orang-orang yang takabur dari menyembah-Ku, mereka akan masuk jahannam dalam keadaan terhina”. (QS. 40. Al Muminun:60).

Dengan sisa tenaga yang masih dimiliki, Maimunah berupaya merobek bajunya yang tersangkut dipintu. Pintu gedung perkantoran yang sebelumnya terkunci rapat, kini telah terbuka karena hantaman gelombang Tsunami yang ganas, Maimunah berupaya menyelamatkan diri dengan memasuki gedung perkantoran yang tidak dikenalnya. Sambil berdoa di dalam hati, ia berharap semoga ia, keponakan, dan cucunya, dilindungi oleh Allah serta terhindar dari malapetaka yang tidak terduga.

Maimunah kemudian merengkuh sebongkah kayu besar yang terapung di dekatnya untuk ia pergunakan sebagai pelampung. Ia terus berupaya masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan diri. Dalam benaknya, Maimunah masih memikirkan nasib Lina beserta dua orang anaknya.

Bagaimana dengan nasib mereka saat ini, apakah mereka masih selamat atau telah meninggal dunia? Di dalam gedung, ada beberapa orang yang juga sedang berusaha menyelamatkan diri.

Dengan sisa tenaga yang masih ada, Maimunah berupaya berenang dan naik ke sebuah lemari buku. Gelombang Tsunami sudah mulai reda namun air masih belum surut. Ia khawatir masih ada gelombang berikutnya yang terjadi lebih dahsyat.

Rasa panik dalam dirinya belum sepenuhnya hilang, karena ia masih merasakan getaran gempa susulan. Maimunah kemudian berusaha untuk naik ke plafon gedung yang saat itu telah di isi oleh beberapa orang yang selamat.

Mereka saling bahu membahu walaupun satu sama lain tidak saling mengenal. Nasib dan penderitaan telah menyatukan mereka bagaikan suatu regu penyelamat. Beberapa pria berupaya menjebol atap gedung yang terbuat dari seng, dan mencoba untuk naik dan melihat situasi di luar dengan jelas.

Matahari yang bersinar terang membuat seng menjadi panas. Namun panas tersebut sudah tidak dirasakan lagi oleh mereka yang saat itu dilanda derita.

Terdengar tangis bocah kecil yang selamat, bingung mencari ayah dan bundanya yang entah dimana berada. Haus dan dahaga mulai menyerang. Tapi, tidak ada setetes airpun yang dapat diteguk. Hanya dengan doa sambil menyebut segala kebesaran-Nya yang dapat membuat hati Maimunah terasa sejuk.

Dalam kondisi tubuh yang lemah dan memar serta luka tersayat, akhirnya Maimunah tertidur di atas plafon. sabda Rasullulah: “Doa itu memberi manfaat kepada sesuatu yang telah diturunkan Allah dan yang belum, oleh sebab itu berdoalah kamu wahai hamba-hamba Allah” (HR. Al-Hakim dan Akhmad).

Buku ini termasuk buku Serial Self Motivation :”MENGGAPAI HIDUP YANG BERMAKNA” Karya Iqbal Hamdy. Disini penulis menyampaikan kepada kita sebagai Muslim, bagaimana mencapai tujuan hidup ini agar memperoleh hidup yang tentram, bahagia dunia dan akhirat. Sangat memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita untuk menuju hidup yang seimbang.

Orang mesti berani berserah diri kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini semakin memiliki makna. Manusia semakin dikuatkan oleh rahmat Tuhan untuk menggapai kesuksesan dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita ingin agar hidup kita memiliki makna yang dalam. Kita ingin agar kita tidak hidup seperti angin yang berlalu. Tidak tahu dari mana asalnya dan ke mana akan berakhir. Kita ingin agar hidup ini benar-benar bermakna. Mari kita tetap bertahan pada sikap penyerahan diri kita kepada Tuhan.

Untuk para arwah korban Tsunami Aceh, mari kita berdoa dengan membaca alfatifah sebanyak 7 kali…amin…

 


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Pemilu Serentak 2019 Bisa Merubah Nasib Anda
Sabtu, 22 September 2018

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Ada Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia atau para caleg (Calon Legislatif), Calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Periode 2019-2024 yang mau membayarkan kontrakan rumah setiap tahun/bulan, saat Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 mau saya pilih Ia. Didi Rinaldo nomor rekening: 108-00-0762272-4 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani Pekanbaru “Cakap Kang... Baca selengkapnya...

Inilah Isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II dengan Capres Prabowo
Minggu, 16 September 2018

KOPI, Jakarta - Ada tujuh belas isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II , penandatangani di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Martak. Hadir saat itu Ketum PAN (Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Inilah 17 poin isi Pakta Integritas tersebut. 1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD... Baca selengkapnya...

Ilmu "Kaca Mata Kuda"
Minggu, 16 September 2018

  KOPI, Jakarta – Hidup ini harus pandai-pandai membawakan diri. Lihat Timing, Situasi, ekonomi kalau ingin berubah. Pandai/pintar sendirilah Anda. Ada orang tidak tamat sekolah hanya SD (Sekolah Dasar)  jadi pengusaha sukses. Orang ada memiliki kemampuan akademik, kemampuan diluar akademi yakni motorik. ialah kemampuan berpikir otak kiri dan kanan harus seimbang. Ada orang yang betah kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/malam. ... Baca selengkapnya...

Kasad Singapura Goh Si Hou Kunjungi Panglima TNI
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta - Kerjasama militer kedua negara terus dilanjutkan dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik dengan tetap melaksanakan latihan bersama dan pertemuan antar Perwira TNI dengan Perwira Singapore Armed Forces (SAF). Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P saat menerima kunjungan kehormatan Kasad Singapura Brigadier General Goh Si Hou di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat... Baca selengkapnya...

Jubir BIN: Keterlibatan Kabinda Riau Soal Pemulangan Neno Warisan ke Jakarta for Menghindari Bentrok
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta – Juru bicara (Jubir) Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, mengatakan BIN Daerah (Binda) Riau hanya menjalankan tugas agar tidak terjadi bentrokan massa. Terlebih acara yang dihadiri Neno tidak mendapat izin. ''Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut,'' kata... Baca selengkapnya...

TPNPB/OPM Tembak TNI Yang Bawa Bahan Makanan Untuk Anak-anak Tingginambut
Minggu, 19 Agustus 2018

KOPI, Puncak Jaya – Kembali 2 orang prajurit TNI atas nama Alm. Letda Inf Amran Blegur (Dan Pos) dan Alm. Pratu Fredi anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Puncak Jaya gugur menjadi korban keganasan kelompok TPNPB/OPM wilayah Tingginambut, Minggu (19/8).   Pada hari Sabtu (18/8), Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada... Baca selengkapnya...

Partai Berkarya Kembalinya “Putra Putri Cendana” ke Panggung Politik
Selasa, 31 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menegaskan masuknya Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal nama Mbak Titiek Soeharto (mantan istri Prabowo Subianto) ke Partai Berkarya akan memperkuat partai menggalang basis dukungan dari masyarakat. Khususnya, para simpatisan pendukung mantan Presiden Soeharto yang masih bertahan. Badaruddin menegaskan, Partai Berkarya akan mengimpun para pendukung mantan Presiden... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALAnggota Parlemen Timor Leste Memutarbali.....
08/09/2018 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang, Jumat ( 07/09) menjelaskan bahwa apa yang di tuduhkan pada tan [ ... ]



NASIONALKIP Aceh Deklarasi Kampanye Damai Pemilu.....
24/09/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 sudah di depan mata, untuk itulah dibutuhkan kearifan segenap komponen bangsa. Pada hari Minggu, 23 Septembe [ ... ]



DAERAHKapal Feri Mini Pengadaan Dishub Mamuju .....
19/09/2018 | Muhammad Nur Ino

KOPI, MAMUJU - Pengadaan Kapal Feri Mini oleh Dishub Pemkab Mamuju tahun 2017 pernah menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Pengadaan tersebut mengh [ ... ]



PENDIDIKANMadrasah Aliyah Ikhlas Memperingati 1 Mu.....
17/09/2018 | Mr. Tarman

KOPI, BANTEN - Peringatan tahun baru Islam dan hari jadi MA (Madrasah Aliyah) Ikhlas Jawilan yang ke 23 pada hari Kamis, (15/09/2018) di lapangan upac [ ... ]



EKONOMIPemerintah Perlu Membuat Sistem Paramete.....
30/07/2018 | Arianto Goder

KOPI, JAKARTA - Dua minggu lalu BPS merilis persentase penduduk miskin Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen. Terendah sepanjang sejarah dalam berbagai [ ... ]



HANKAMDanlanud RHF Pecat Prajurit TNI AU Pra.....
01/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pulau Batam - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan “ Jangan ada pula oknum Tentara “ Separoh Tentara Sepa [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
04/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



HUKUM & KRIMINALOknum Mahasiswa Asal Dumai Nyambi Kurir.....
13/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Oknum mahasiswa di Riau berinisial AS alias Arif (21) terlibat dalam peredaran narkotika diduga selundupan dari Malaysia. Pelaku b [ ... ]



POLITIKHeboh Lagu Potong Bebek Angsa Postingan .....
22/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Beberapa orang ibuk-ibuk memakai topeng Pinguin menyayikan lagu Potong Bebek Angsa . Syair lagu tersebut menghebohkan percaturan polit [ ... ]



OPINIEfek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-.....
27/08/2018 | Harjoni Desky

KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeti [ ... ]



PROFILKepala BPOM Penny Lukito Apresiasi P.....
30/08/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pusat Penny Lukito memberikan apresiasi kepada produk kosmetik local  mengembangka [ ... ]



ROHANIZakat di Era Digital.....
16/09/2018 | Efri S Bahri

KOPI - Saat ini kita berada di era digital. Teknologi digital yang dikenal sekarang ini telah nenyuguhkan berbagia keunggulan dari teknologi yang ada  [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATINikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa B.....
22/08/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K [ ... ]



SERBA-SERBITertangkap Basah Nazaruddin dengan Setya.....
16/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan, “Tak jera-jeranya oknum petugas Lapas (lembaga Permasyarakatan) dan Rutan (Ruma [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.