Terkait Dugaan Tindakan Aborsi, Bidan N Minta Perlindungan Oknum Wartawan
KOPI, Tangerang - Terkait dugaan praktek aborsi oleh bidan NR, oknum bidan tersebut minta bantuan salah satu oknum wartawan guna perlindungan dirinya. Dugaan bahwasanya oknum bidan tersebut telah melakukan praktek aborsi illegal,berawal dari keterangan salah satu sumber yang identitasnya minta untuk dirahasiakan.
Awal kejadian pada tahun 2011 yang ketika itu sebut saja Neng datang ketempat dimana bidan tersebut membuka praktek,Neng yang didampingi oleh kekasihnya datang ketempat bidan N dengan maksud untuk membuang janin yang ada dalam kandunganya,yang diperkirakan kandungan tersebut berumur kurang lebih tiga bulan.
Karena rasa kekhawatiran mengenai kehamilanya Neng dengan didampingi kekasihnya meminta solusi kepada bidan N agar kehamilan Neng tidak bertambah besar,dengan rasa was-was kekasih dari Neng menyetujui akan tindakan Neng untuk tidak merawat kehamilanya,dikarenakan kehamilan tersebut terjadi diluar nikah serta usia yang masih belia menjadikan alasan mereka untuk tidak merawat kehamilan tersebut.
Ironis dimana kehadiran bidan yang seharusnya menjadi penyelamat bagi ibu hamil,justru disalahgunakan oleh oknum bidan tersebut. Ketika dikonfirmasi untuk yang kesekian kalianya bidan N yang membuka praktek di Kampung Tanah Tinggi,Pondok Panjang Rt 02/06,Tangerang,Provinsi Banten,bidan N yang juga salah satu pegawai negeri sipil di kantor Walikota Jakarta Barat ini,justru menuduh bahwa kedatangan wartawan ketempat prakteknya hanya untuk meminta sejumlah uang,”kan sudah saya kasih uang kepada rekan anda untuk apalagi anda datang ketempat saya,apakah anda (red-wartawan) ingin memeras saya,anda bisa saya laporkan kepihak kepolisian,dengan tuduhan pemerasan,”ungkap N
Karena merasa risih dengan pemberitaan di media mengenai dugaan praktek aborsi yang dilakukan bidan N,akhirnya dia pun meminta perlindungan kepada salah satu oknum yang mengaku pimpinan redaksi dari sebuah media yang terbit dua mingguan sebut saja Mangun. Akhirnya mangun pun menghubungi salah satu wartawan yang telah memberitakan tindakan bidan tersebut dengan dalih bahwa bidan N masih kerabat dia.
”Bidan N ini adalah adik saya, dan anda (red-wartawan) pasti kenal nama saya, sebaiknya kita ketemu dulu, dan kalau anda ingin terbitkan beritanya silahkan saja anda terbitkan, kalau narasumbernya sudah jelas serta bila penting laporkan kepada pihak kepolisian kalau memang data dan buktinya sudah kongrit,” kata Mangun.
Hal yang mencengangkan yang dilakukan oleh oknum wartawan tersebut, diduga oknum wartawan tersebut menjadi tameng untuk dugaan aborsi Bidan N, agar bidan N aman dari kejaran para pencari berita.(surya)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Supir Truk PT. Multi Structure Gilas Pemandu di Area Kerja
- Rumah Tim Sukses Irwandi Aceh Timur Ditembak OTK
- Oknum Anggota Polresta Pekanbaru Menipu 100 Juta, Hanya Hukuman Percobaan
- Apindo Kota Tangerang Siap Cabut PTUN
- The Indonesian Forum Gelar Diskusi tentang Perlindungan Anak di Mata Hukum
- Satlantas Tanjungpinang Tindak 38 Pelanggar Lalin
- Kepsek SD Tarantang 1 Diduga Simpangkan Dana Pembangunan Sekolah
- Pengendara Motor Sipembunuh Briptu Prayoga 'Dikeler'
- Clean & Clear Menyesatkan dan KKN
- Nelayan Desak Pencabutan IUP PT Bumi Hero Perkasa dan PT Timah Tbk.
- Mark Up Mafia Banggar DKI Jakarta RP 45 M
- Pembangunan Rusunawa Ditolak Warga
- Lurah Kelurahan Pakunden Terkangkap Basah Lakukan Pungli Prona
- Walhi Riau Minta Gubri Selesaikan Sengketa Agraria
- Fraksi Hanura: KPK Harus Segera Periksa Proyek Bangun Ruang Banggar 20 M


























