Pengendara Motor Sipembunuh Briptu Prayoga 'Dikeler'
KOPI, BLITAR – Saini, 21 tahun warga Simorejo Sari Surabaya, pengendara motor alias joki si Pembunuh Briptu Prayoga Ardy Prihanto alias Yoga pada malam Tahun Baru 2012 lalu, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, kemarin Sabtu, 21/01/2012 pukul 8.30 wib hingga 11.300 menunjukan tempat-tempat dimana dia bersama rekannya F merencanakan pembunuhan terhadap Briptu Prayoga anggota Sabara Poslek Sananwetan Kota Blitar. Rekonstruksi ini hanya diikuti Saini sementara tersangka F diperagakan oleh anggota polres Blitar. Sebab hingga saat ini tersangka F yang bertindak sebagai eksukutor masih dalam pencarian. Demikian yang disampaikan Kapolresta Blitar, AKBP FX. Surya Kumara di Tempat Kejadia Perkara (TKP).
Dalam rekonstruksi kemarin diperagakan oleh Saini dengan tangan diborgol dan dikawal ketat aparat polresta Blitar serta ditonton oleh masyarakat umum baik disekitar TKP maupun masyarakat lain yang sengaja dating untuk melihat jalannya rekonstruksi. Sementara tersangka F sang eksikutor diperagakan oleh anggota polresta Blitar.
Merasa tidak mendapatkan hasil F kemudian dibonceng Saini untuk meninggalkan Perumahan Griya Rama menuju jalan Madura dan berhenti sejenak di Pos Kampling di jalan Madura. Ditempat ini F masuk pos Kampling dan SMS sesorang yang tidak diketahui oleh Saini SMS ke siapa, sebab dia hanya duduk diluar Pos Kampling.
Jalannya rekonstrusi pembunuhan Briptu Prayoga ini diawali di tempat parker Planet Gool jalan Legundi. Ditempat ini Saini mengganti plat nomor sepeda motor Beat L 6572 XK diganti dengan nomor pol palsu AG 6473 MS. Selanjutnya Saini dibonceng temannya berinisial F yang diperagakan anggota Polresta Blitar menuju kediaman Briptu Prayoga di Perumahan Griya Rama, desa Kuningan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Dilokasi tersebut Saini tetap duduk diatas motor sementara F bertanya ke salah satu tetangga Yoga untuk menanyakan rumahnya. Setelah mengetahui rumah korban, Saini bersama F langsung ke rumah Yoga dan ditemui istri Briptu Prayoga, yakni Filda Kusuma Agustin. Sementara itu Saini masih tetap duduk di atas motor. Kedatangan tersangka untuk menanyakan keberadaan Briptu Prayoga, namun Filda tidak mengetahui keberadaan suaminya. Mendengar jawaban tersebut F kemudian dibonceng Saini menuju Pos Kampling Perumahan Griya Rama yang tak jauh dari rumah korban. Beberapa saat setelah di Pos Kampling tersebut tersangka F jalan kaki meninggalkan Saini yang tetap duduk diatas motor, menuju pertigaan ujung rumah korban untuk melihat-lihat keberadaan korban.
Setelah selasai SMS Fa dan Saini bergeser ke warung kopi dekat Konter HP yang masih di jalan Madura. Ditempat ini mereka berpincang-bincang sambil minum kopi dan F sempat beli pulsa ditempat tersebut. Diperkirakan tersangka F menelpon korban untuk bertemu di jalan legundi.
Beberapa saat kemudian sebelum menuju TKP, jalan Legundi, tersangka sempat mampir warung kopi kembali di perempatan jalanMadura dan jalan Kalimantan. Menurut pengakuan Saini dari kediaman korban sampai warung kopi ini, dia hanya bertugas sebagai joki. Baru setelah menuju TKP di jalan Legundi untuk menemui korban, F mengambil posisi Saini.
Masuk jalan Legundi ke arah barat, tersangka berpapasan dengan korban dari arah barat, tersangka menegur korban untuk berhenti, namun korban berhenti di ujung pertigaan jalan Legundi dan jalan Kalimantan. Melihat korban tidak berhenti Saini mendapat tugas sebagai joki lagi dan disuruh berbutar mengikuti korban. Sebelum penusukan dilakukan F turun dari motor, kemudian mendekati korban yang masih di atas motor, sementara Saini menunggu di ujung pertigaan jalan Legundi dan jalan Kalimantan menghadap ke Selatan. Saat F mendekati korban, diduga F langsung melakukan aksinya menusuk leher korban yang lagi lengah. Briptu Prayoga sempat melakukan perlawanan dan sempat mengejar pelaku hingga korban bisa menarik bahu kiri Saini dan memukulkan helmnya ke kepala F, dengan harapan bisa menghentikan pelarian tersangka, namun upaya korban untuk menghentikan tidak tidak berhasil dan pelaku langsung melarikan diri ke Surabaya.
Diduga pada saat tersangka melakukan aksinya, tas rangsel milik tersangka terjatuh dan deketemukan saksi mata, Wawan, 30 tahun kemudian diserahkan kepada korban, karena disangka tas tersebut milik korban. Menurut Kesaksian Wawan, Briptu Prayoga sambil memegang lehernya dengan mengendarahi motor Beat nya nomer Pol N 4126 ET menuju Mapolsek Sananwetan hingga mendapatkan pertolongan.
“Saya kira tas rangsel tersebut milik korban, tanpa piker panjang lansung saya taruh dimuka motor Beatnnya. Korban dengan memegangi lehernya langsung menuju Mapolsek Sananwetan,” jelas Wawan.
Dari Tas rangsel itulah sebagai petunjuk awal penangkapan Saini di sebuah pondok pesantren di Kawasan Ploso Surabaya Timur oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Jatim pada Jumat, 6/1/2011 lalu.
Sementara itu Kapolreta Blitar, AKBP FX Surya Kumara, di TKP mengatakan, rekuntruksi kali ini dilakukan di beberapa titik dan tanpa menyertakan tersangka F, karena hingga kini F masih dalam pencarian.
“Hingga saat ini sang eksikutor F belum tertangkap dan masih dalam pencarian,” ungkap Kapolres.
Ditanya soal motif pembunuhan, Surya mengatakan belum tahu pasti, sebab F sang eksikutor masih dalam pengejaran.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Clean & Clear Menyesatkan dan KKN
- Nelayan Desak Pencabutan IUP PT Bumi Hero Perkasa dan PT Timah Tbk.
- Mark Up Mafia Banggar DKI Jakarta RP 45 M
- Pembangunan Rusunawa Ditolak Warga
- Lurah Kelurahan Pakunden Terkangkap Basah Lakukan Pungli Prona
- Walhi Riau Minta Gubri Selesaikan Sengketa Agraria
- Fraksi Hanura: KPK Harus Segera Periksa Proyek Bangun Ruang Banggar 20 M
- Pengumuman Penerimaan Calon Anggota Komnas HAM 2012 - 2017
- Staf BPN Palopo Murka, Wartawan jadi Sasaran Penganiayaan
- Terkait Kasus Cek Pelawat, KPK Panggil Miranda Besok
- Mayjen (Purn) Saurip Kadi Nilai TGPF Diragukan
- Lahan Garapan dan Produksi Pertanian Kabupaten Pontianak Beralih Fungsi Lahan Sawit
- Sekdis Pendidikan Kota Tangerang Diduga Lindungi Oknum Kepsek
- Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Kobar
- Pembakar Rumah Jabatan Kobar Sudah Diamankan


























