Pembangunan Rusunawa Ditolak Warga
KOPI, BLITAR – Sudah dua kali ini pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) oleh Pemkot Blitar ditolak warga yang sebelumnya ditolak oleh warga Kelurahan Dawuhan Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. Untuk kali ini pada hari Minggu siang, 8/1/2012 ratusan warga Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, melakukan aksi protes di lokasi pembangunan Rusunawa, untuk menolak pembangunan Rusunawa tersebut. Pasalnya warga menganggap pembangunan Rusunawa ini mengganggu warga sekitar dan dianggap tidak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Warga memasang sepanduk penolakan di beberapa titik pada areal pembangunan Rusnawa tersebut.
Program pembangunan Rusunawa dari pemerintah Kota Blitar ini, sudah mulai berjalan sejak satu bulan yang lalu. Pembangunan pada areal tanah seluas 11.553 meter persegi ini, oleh pemerintah Kota Blitar rencananya akan didirikan dua Blok Rumah susun bertingkat lima, dengan jumlah keseluruhan 92 rumah.
Menurut Nuryadi, warga kelurahan Tanggung, keberadaan Rumah Susun Sewa tersebut dinilai tidak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar dan akan menimbulkan dampak sosial, karena calon penghuni Rusunawa tersebut berasal dari status yang belum jelas, serta hanya menghambur-hamburkan uang rakyat saja apalagi tanah tersebut adalah tanah pertanian produktif.
“Pembangunan yang tidak mengingat azas kemanfaatan masyarakat, masyarakat harus menolak. Karena itu akan membebani APBD, karena perlu perawatan dan sebagainya dan pembangunan tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat,” jelas Nuryadi.
Lebih lanjut Nuryadi menambahkan, kalau pemerintah tetap memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan pembangunan Rusunawa, warga akan tetap menolak dan melakukan perlawanan.
Sementara itu Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar mengaku prihatin atas penolakan warga kelurahan Tunggung. Samanhudi yakin warga telah ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan masih menurut Samanhudi dalang dari penolakan pembangunan Rusunawa tersebut adalah oknum-oknum yang berseberangan dan sakit hati, dalam pemilihan wali kota waktu itu.
“Saya sangat prihatin dan kasihan masyarakat Tanggung telah ditunggangi oleh orang-orang yang sakit hati, karena pilihannya bisa saya kalahkan. Dan masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa menjadi korban. Penolakan ini bukan murni dari warga, tapi bernuansa politis,” jelas Samanhudi.
Warga Kelurahan Tanggung juga mengancam, akan tetap menolak dan melakukan aksi penolakan secara besar-besaran, bila Pemerintah Kota Blitar tetap melanjutkan pembangunan Rusunawa. (FJR)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Lurah Kelurahan Pakunden Terkangkap Basah Lakukan Pungli Prona
- Walhi Riau Minta Gubri Selesaikan Sengketa Agraria
- Fraksi Hanura: KPK Harus Segera Periksa Proyek Bangun Ruang Banggar 20 M
- Pengumuman Penerimaan Calon Anggota Komnas HAM 2012 - 2017
- Staf BPN Palopo Murka, Wartawan jadi Sasaran Penganiayaan
- Terkait Kasus Cek Pelawat, KPK Panggil Miranda Besok
- Mayjen (Purn) Saurip Kadi Nilai TGPF Diragukan
- Lahan Garapan dan Produksi Pertanian Kabupaten Pontianak Beralih Fungsi Lahan Sawit
- Sekdis Pendidikan Kota Tangerang Diduga Lindungi Oknum Kepsek
- Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Kobar
- Pembakar Rumah Jabatan Kobar Sudah Diamankan
- Kisruh Indosiar, Putusan KPPU Bertentangan dengan UU Penyiaran
- Abraham : Penyidik KPK Harus Bersikap Tegas dalam Kasus Nunun
- BBM Solar Bersubsidi SPBU Pasir Wan Salim Kuala Mempawah Harus Ditertibkan
- ND Sang Ajudan Gubernur Riau Diperiksa Propam


























