Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) danjabatan Panglima Kolinlamil
KOPI, JABATAN Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) diserahterimakan dari Laksamana Muda (Laksda) TNI Hari Bowo, MSc kepada Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA, dan jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) diserahterimakan dari Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA kepada Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agung Pramono, SH, M.Hum dalam suatu upacara kemiliteran dengan inspektur upacara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno; di Lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No 67 Jakarta Pusat, Senin (12/9).
Laksamana Muda TNI Hari Bowo, MSc akan menempati Jabatan barunya sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasal di Mabesal. Jabatan Pangarmabar merupakan jabatan strategis karena wilayah kerjanya meliputi mulai dari Cirebon hingga Aceh membawahi 4 Lantamal, 18 Lanal, 4 Fasharkan dan 6 Satuan kapal yaitu Satuan Kapal Eskorta (Satkor), Satuan Kapal Ampibi (Safib), Satuan Kapal Patroli (Satrol), Satuan Kapal Cepat (Satkat), Satuan Kapal Bantu (Saban), Satuan Kapal Ranjau (Satran), dan Satuan Pasukan Katak .(Satpaska) serta Kolatarmabar.
Sehubungan dengan Tugas Pokok Koarmabar sebagai Kotama Operasional bertugas menyelenggarakan operasi Intelmar guna mendukung pelaksanaan Operasi Laut, menyelenggarakan Opersi Tempur Laut dalam rangka OMP (Operasi Militer Perang) baik operasi gabungan maupun mandiri dan menyelenggarakan OMSP (Operasi Militer Selain Perang) serta Operasi Laut sehari-hari maupun operasi keamanan laut di wilayah sesuai dengan kebijakan Panglima TNI, sehingga secara otomatis eksistensi stabilitas dan keamanan kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna merupakan tanggung jawab Koarmabar sesuai dengan tugas pokoknya.
Disamping itu kawasan yang menjadi tanggung jawab Komando Armada RI Kawasan Barat terdapat jalur pelayaran Internasional Beberapa kawasan laut yang menjadi fokus Armabar dalam melakukan patroli pengamanan sepanjang tahun yaitu Laut Natuna dan Selat Malaka karena Selat Malaka merupakan kawasan yang menjadi tanggung jawab Koarmabar adalah kunci stabilitas keamanan maupun perekonomian, sehingga Jabatan Pangarmabar merupakan salah satu jabatan yang sangat strategis. Kawasan ini dilewati lebih dari 11 juta barel minyak bumi/perhari dari Timur Tengah ke Jepang dan negara-negara Asia Timur menjadikan Selat Malaka merupakan selat kedua terpenting setelah Selat Hormuz (15.3 juta barel/hari) serta lebih dari 50.000 kapal dagang melintasi Selat Malaka (600/hari).
Selat Malaka sebagai perairan yang sangat strategis. Di sisi lain sepanjang jalur tersebut terdapat berbagai obyek vital yang sangat berperan mendukung perkembangan dan kemajuan suatu negara. Perdagangan Eropa dan Asia Timur sangat tergantung pada keamanan Selat Malaka, maka secara keseluruhan Selat Malaka merupakan faktor kunci dari kesinambungan dan stabilitas 30 persen kebutuhan minyak Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, sekitar 90 persen. Sementara itu perdagangan internasional dilakukan melalui laut dan hampir separuhnya melewati kawasan yang berada di dalam wilayah yurisdiksi dan kedaulatan Indonesia khususnya wilayah kerja Koarmabar.
Sehubungan letak dan posisi Selat Malaka yang sangat penting terhadap perekonomian dunia maka TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar mengembangkan formulasi untuk pengamanan perairan antara lain Patkor Malindo (Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia), sedangkan Singapura dilakukan Patkor Indosin (Patroli Koordinasi Indonesia-Singapura) dan Indindo (Patroli Koordinasi India- Indonesia ) serta dalam bentuk pengamanan Selat Malaka yang di lakukan oleh negara sekawasan diwadahi dalam bentuk Malacca Strait Sea Patrol (MSSP) hal ini sebagai wujud tanggung jawab negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, India.
Untuk meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi tindak kejahatan dilaut, TNI Angkatan Laut juga telah membentuk Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang berkedudukan di Batam dan Belawan, sementara itu pusat koordinasi pihak Malaysia berada di Lumut, Pihak Singapura di Changi dan pihak Thailand berada di Phuket. Dari tempat ini Selat Malaka dan Selat Singapura beserta kawasan sekitarnya diawasi terus menerus selama 24 jam setiap hari.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Wilayah Kodim 0315 Bintan Akan Ditambah 3 Koramil
- Masyarakat Bitung Perlu Waspada terhadap Isu Makar
- Kalakhar Bakorkamla RI Tinjau Kota Bitung
- Puspen TNI Laksanakan Penyuluhan Hukum bagi Personilnya
- Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini Bertatap Muka dengan Anggotanya
- 56 Anggota Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
- Kasum TNI Kunjungi Kodiklat TNI Serpong
- Panglima TNI : Revitalisasi Industri Strategis untuk Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional
- Jabat Danyonmarhanlan, Asrena dan Kadiskum Diserahterimakan
- Satgas Kizi TNI Siap Berangkat ke Haiti
- Panglima TNI: Unsur Pimpinan di Jajaran TNI Harus Mampu Baca Situasi
- Jabatan Wadan Lantamal IV Tanjungpinang Akan Disertijabkan
- Panglima TNI Hadiri Bhakti Sosial Dharma Pertiwi
- Rotasi Jabatan 10 Perwira Kodim 0315 Bintan
- Ceramah Pembekalan kepada Wanita TNI


























