Masyarakat Bitung Perlu Waspada terhadap Isu Makar
KOPI, Isu tentang adanya gerakan atau kelompok yang bertujuan melakukan makar di Indonesia, belakangan ini kembali mewarnai pemberitaan di media massa dan elektronik di negeri tercinta ini, baik media lokal maupun nasional. Dan menjadikan ini sebagai topik utama dalam setiap pemberitaan.
Hal ini sungguh menarik perhatian masyarakat Indonesia, untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk gerakan yang hendak menggerogoti keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Bitung, H. Syamsudin Sururama kondisi seperti ini harus mendapat pengawasan dan penanganan secara serius oleh semua pihak, terutama Pemerintah setempat, karena keutuhan Negara kita, saat ini sedang diuji.
Untuk itu, Pak Haji (panggilan akrab H. Syamsudin Sururama), menegaskan bahwa Muhammadiyah Kota Bitung mendukung penuh langkah-langkah yang akan diambil oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kaban Kesbangpol dan Linmas) Pemkot Bitung, Jefry Sondakh untuk menelisik semua organisasi-organisasi di Kota Bitung, sebagai bentuk antisipasi dari gerakan makar, sebagaimana yang disampaikannya pada salah satu harian terkemuka di Sulawesi Utara tanggal 15 Juni 2011.
“Dan kalau perlu, pihak Kesbangpol mengundang seluruh ormas-ormas yang ada di Kota Bitung, untuk bertatap muka dan menyosialisasikan kepada masyarakat, seperti apa dan bagaimana gerakan makar itu, dan mempublikasikan ke media massa berdasarkan bukti (bukan hanya prasangka), terkait keberadaan dari ormas kerohanian yang terlibat atau mirip dengan Negara Islam Indonesia (NII), agar masyarakat dapat mewaspadainya sejak dini," usul Pak Haji.
Dalam menyikapi persoalan ini, memang butuh penanganan yang serius dan ekstra hati-hati, jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan hanya karena kita salah dalam mengeluarkan statement, karena hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Pernyataan Pak Haji tersebut juga menuai dukungan dari sejumlah ormas di kota cakalang, seperti Barisan Solidaritas Muslim (BSM) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Dalam pemberitaan sebelumnya di salah satu harian terkemuka Sulawesi Utara berjudul “Antisipasi Kelompok Makar, Kesbangpol Gencarkan Penertiban” tanggal 15 Juni yang lalu, Jefry Sondakh menyatakan akan menelisik organisasi-organisasi berkedok kerohanian yang ditengarai mirip dengan NII. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya organisasi radikal atau makar, yang berlindung di balik tameng organisasi atau LSM tertentu.
Sementara itu, hingga saat ini Jefry Sondakh sendiri belum berhasil dimintai komentar tentang hal ini. Pesan singkat dan telepon yang telah diupayakan juga belum direspon. Ketika didatangi di kantornya pun (20/6), yang bersangkutan tidak ada di tempat. “Bapak sedang rapat,” ujar seorang stafnya.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Kalakhar Bakorkamla RI Tinjau Kota Bitung
- Puspen TNI Laksanakan Penyuluhan Hukum bagi Personilnya
- Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini Bertatap Muka dengan Anggotanya
- 56 Anggota Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
- Kasum TNI Kunjungi Kodiklat TNI Serpong
- Panglima TNI : Revitalisasi Industri Strategis untuk Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional
- Jabat Danyonmarhanlan, Asrena dan Kadiskum Diserahterimakan
- Satgas Kizi TNI Siap Berangkat ke Haiti
- Panglima TNI: Unsur Pimpinan di Jajaran TNI Harus Mampu Baca Situasi
- Jabatan Wadan Lantamal IV Tanjungpinang Akan Disertijabkan
- Panglima TNI Hadiri Bhakti Sosial Dharma Pertiwi
- Rotasi Jabatan 10 Perwira Kodim 0315 Bintan
- Ceramah Pembekalan kepada Wanita TNI
- Lanud Tanjungpinang Miliki Lapangan Tembak Sendiri
- Lanud Tanjungpinang Peringati HUT TNI AU ke-65


























