Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6149
Isi : 8585
Content View Hits : 2813160
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1646
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6219

Warga Online : 132
IP Kamu : 54.234.126.92
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Ekonomi Petani Garam Aceh Timur Diharapkan Mampu Penuhi Target Nasional

Petani Garam Aceh Timur Diharapkan Mampu Penuhi Target Nasional

KOPI, Aceh Timur - Pada dasarnya garam merupakan komoditi strategis untuk kepentingan industri dalam kategori industri ringan dan berat, seperti; kertas, penyamaan kulit, pengasinan, pabrik es, kilang BBM, farmasi, kimia, tekstil, baja dan sebagainya.

Juga sebagai bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua masyarakat yang penting untuk kesehatan (fortifikasi iodium pada garam berpengaruh signifikan pada TGR yang semula 30 % dapat turun menjadi 14 %).

Akan tetapi ironisnya dewasa ini kehidupan petani garam di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Rembang dihadapkan pada situasi sulit dan terpuruk serta dalam kondisi marjinal. Banyak petani tidak dapat bertahan dengan pilihan usahanya, bahkan ada yang meninggalkan usahanya dan berpindah menekuni mata pencaharian lain. Padahal bagi masyarakat pesisir, membuat garam termasuk salah salah sumber nafkah sangat penting yang diandalkan pada musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Oleh sebab itu, Kementrian Kelauatan dan Perikanan mengoptimalkan program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) guna mendorong produksi garam. Produktivitas garam rakyat diharapkan mencapai 80.000 ton per hektare (ha).

Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (RKP), Sudirman Saad mengatakan program PUGAR diyakini mampu mendorong petani Karam lokal lebih mandiri.

"Biasanya petani garam menjual hasil tambaknya ke tengkulak. Tengkulaklah yang mendikte harga garam mereka. Oleh sebab itu Pemerintah berkomitmen untuk mengutamakan penyerapan stok garam rakyat yang tersedia sebelum melakukan impor garam," terangnya.

Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) ini adalah salah satu program pemerintah untuk meningkatkn kemampuan kelompok usaha kelautan dan perikanan (KKUP) khususnya petambak garam rakyat dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan dan pendapatan, penyerapan tenaga kerja dan penumbuh kebangaan wira usaha pelaku utama dan pelaku usaha perikanan.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya saat ini masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang termarginalkan selama ini, Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki masyarakat pesisir terbanyak yang sudah barang tentu mata pencaharian penduduknya sebahagian besar adalah nelayan, baik di bidang penangkapan ikan, petani tambak maupun usaha garam rakyat.

Aceh Timur sendiri untuk luas pantai mencapai kurang lebih 800 meter persegi yang sudah barang tentu jumlah penduduknya banyak yang bergantung dari hasil kelautan dan perikanan yang tidak sedikit, dan melalui program usaha garam rakyat ini diharapkan mampu untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian mereka yang selama ini hampir semuanya masyarakat pesisir hidup dibawah garis keminskinan.

Hal tersebut dikatakan T. Dahlan, SE, M.AP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur ketika membuka Acara Sosialisasi Program Usaha Garam Rakyat yang dilaksanakan di aula hotel Kartika Langsa yang diikuti sebanyak 50 orang peserta petani kelompok usaha garam rakyat yang berasal dari Kecamatan Julok dan Darul Aman.

Lebih lanjut ia mengatakan, sasaran utama dari program PUGAR ini adalah :Berkembangnya Kelompok Usaha Perikanan yang mandiri dan bankable sehingga kegiatan usahanya menjadi kompetitif dengan usaha bidang lain;Terwujudnya kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan yang memiliki admistrasi yang baik, sehingga memiliki akuntabilitas yang tinggi baik dihadapan para anggotanya maupun organisasi-organisasi luar yang mendukung pengembangan usahanya;Terwujudnya proses pemberdayaan yang sinergis antara kebutuhan program dari luar dengan kebutuhan kelompok masyarakat dan terwujudnya jaringan wira usaha antar komunitas.

Diharapkan nantinya program PUGAR ini dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian pedesaan yang mengembangkan dan menumbuhkan usaha bidang kelautan dan perikanan. Diharapkan juga kedepannya program ini dapat terus berkembang dan terus berlanjut sehingga Kabupaten Aceh Timur dapat menjadi salah satu daerah pemasok garam di Indonesia.

Dalam Acara Sosialisasi Program Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yang menjadi pemateri adalah Mudasir dari Dirjen KP3K KKP Pusat, BAPPEDA, Dinas Koperasi, Perindustrian Perdagangan dan UKM serta instansi yang terkait lainnya.

Acara ini sendiri berlangsung selama 1 hari dengan harapan dengan adanya kegiatan program ini dapat menambah wawasan serta peningkatan mutu hasil garam rakyat sekaligus dapat meningkatkan tarap perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan mampu menjawab tantangan kebutuhan akan garam rakyat yang sudah ditargetkan oleh pemerintah.

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: