Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah Alami Pelengkungan
KOPI, Pekanbaru - Jembatan Siak III atau Jembatan bernama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah sudah diresmikan permasalahan Jembatan Siak masih belum tuntas. Pasalnya, ditemukan ada kejanggalan dalam kontruksi pembangunan jembatan melengkung (besi gelagarnya), apakah besi yang dipakai tidak sesuai standar SNI (standar Nasional Indonesia) kesalahan kontruksi atau tidak sesuai spek.saat pengujian dulu 4 buah mobil tronton berkapasitas 40 ton sebagai penggujian ketahanan jembatan,nyatanya setelah diresmikan tiga bulan jembatan ini mengalami melengkung disekitar besi gelagarnya .Untuk menghindari terjadinya jembatan ini ambruk seperti kutai kartanegara pihak berkepentingan segera memperbaiki jembatan ini.
jembatan yang membentang sepanjang 520 meter menghubungkan Kecamatan Senapelan dengan kecamatan Rumbai melintasi Sungai Siak,sungai terdalam Indonesia .Besi gelagar jembatan yang menghabiskan duit Rp 136 miliar ini melengkung. Padahal jembatan ini bukan tipe jembatan pelengkung pola pikir antara Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Lembaga Penilai Jasa Kontruksi (LPJK) membuat resah warga Kota Pekanbaru. Untuk menyatukan dua pola pikir tersebut Dinas PU disarankan meminta bantuan Kementrian PU.
"Saat ini Dinas PU Riau sedang menjumpai Balitbang Kementerian PU di Jakarta untuk menyelesaikan pola pikir yang berbeda ini, saya harapkan kepada teman-teman media agar sabar menunggu hasil dari pertemuan tersebut," kata Emrizal.
Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis mengatakan, kepada wartawan Rabu (16/2) saat usai menghadiri acara pelantikan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) untuk Riau di Gedung RRI Pekanbaru di Jalan Sudirman.
"Untuk itu, sebaiknya kita tetap menunggu hasil dari pihak yang memang paham dan ahli dalam bidang konstruksi dan jangan mudah terpengaruh oleh pola pikir yang belum pasti kebenaranya. Ini kan ada ahlinya, jangan terpengaruh," katanya.
Emrizal menjelaskan, kalau memang nantinya dari hasil keputusan bersama ditemukan bahwa Jembatan Siak III dari segi kontruksi ternyata benar-benar ada kejanggalan, maka harus dicari solusi terbaik agar tidak merugikan semua pihak. Kejati (kejaksaan Tinggi )Riau Babul Khoir melalui Humas Penkum Andri Ridwan Kejati Supaya temuan di lapangan akurat bakal menggandeng ahli.
"Supaya nanti jangan sampai apa yang dipelajari dan yang ditemukan tidak akurat," katanya.
kalau benar Kejati Riau serius akan menyelidiki kasus ini, berarti baru Babul Khoir yang mampu mengungkap kasus multiyears Pemprov Riau. Soalnya di jaman Kepala Kejati yang lama, kasus dugaan korupsi proyek multiyears jalan dan jembatan di Riau selama ini jalan ditempat .proyek multi year (tahun jamak) senilai Rp 1,7 triliun, dugaan terjadi penyelewengan uang (korupsi) Negara Rp.600 milyar sudah dibikin menjadi dasar pemanggilan orang-orang yang dianggap bertanggungjawab atas proyek itu seperti Kontraktor,PPTK ,Kepala Dinas PU Propinsi Riau.(didi) berbagai sumber.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pembenahan Masjid Raya Jihad Padang Panjang Butuh Danah 1 M Lagi
- MNC Media Grup Bantu Masjid Raya Jihad 100 Juta
- Ketua KNPI Terpilih Disomasi oleh Gabungan OKP Padang Panjang
- Walikota Tanjungpinang Lantik 9 Anggota BPSK
- Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpinang Lantik Kasi dan Kasubsi
- Kebakaran di Pasar Kramat Jati Hanguskan Puluhan Kios
- Wisnu Daru Fadjar SH Jabat Kakanim Tanjung Uban
- Lepas Sambut Kapolres Aceh Timur
- Perekrutan Anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang Sarat Pungli, Bupatinya Tidur
- E-KTP Aceh Timur Terealisasi 63,67 %
- RAPBK Aceh timur TA 2012 Lebih dari Rp. 791 M
- KBPS Mengeluhkan Jalan Rusak
- Bupati Barito Kuala Hadiri Maulid Nabi di Masjid Sabilurrasyad
- Warga Merangin Jambi Kembali Diterkam Harimau
- Pro Tambang Pasir Besi Datangi Ketua DPRD untuk Minta Kepastian


























